Rabu, 17 Agustus 2016

Daftar Racun Herbisida Untuk Pengendali Gulma Pada Sayuran

Untuk mengendalikan berbagai gulma pada tanaman memang tidak selesai dengan cara pengendalian hayati saja, untuk itu kali ini kita coba tuliskan daftar herbisida yang biasa digunakan pada tanaman sayuran, daftar ini kami susun berdasarkan perilaku pasar, artinya herbisida ini dijual dipasaran. 

Penggunaan herbisida ini bisa dilakukan di semua jenis tanaman sayuran, asalkan ditemukan jenis gulma yang sama pada areal pertanaman sayuran yang dimaksud.
Daftar Racun Herbisida Untuk Pengendali Gulma Pada Sayuran
(Ilustrasi : Pupuk cair untuk tanaman padi, Sumber : Group FB Surono Danu)

Mari kita simak daftar herbisida untuk pengendali gulma pada tanaman sayuran.

No Zat Kimia Terkandung Merek DagangSifat Dan Rentang PengendalianTindakan Keamanan
1 Parakuat Grammoxone, Weedol, DextroneMembunuh semua jaringan hijau, berguna untuk penyiangan antar baris pada sayuran dan untuk kematian pra tanam yang cepatPerlu perlindungan penuh, mematikan bila tertelan
2 Glifosat RoundupNon selektif, non residual pasca tumbuh, baik untuk gulma menahun berakar dalam, rumputan, teki-tekian dan gulma tuaTidak beracun
3 Alaktor Lassoselektif pra tumbuhan, tahan selama 70 - 80 hari, untuk rumputan semusim dan gulma D.L, pada jagung, kedelai dan kubis-kubisan-
4 Aloksidium natrium NP-48 NaSelektif pasca tumbuh untuk gulma rumputan pada sayuranTidak beracun
5 Aziprotin MesoranilPra tumbuhan untuk gulma DL semusim, beberapa rumputan, baik untuk kerabat Brassica (bukan kubis bunga) dan bawangTidak beracun
6 Benfluralin Batan, BonalanPra tumbuh tanah untuk rumputan semusim dan gulma DL pada slada, letus, kacang tanah, kerabat mentimunTidak beracun
7 Bensulid PrefarPra tumbuh, pra tanam untuk cucurbita, brassica dan slada letusTidak beracun
8 Butralin Amex, TamexPra tumbuh, campur dengan tanah untuk pengendalian gulma pada legum cucurbitaTidak beracun
9 Kloramben VegibenPra tumbuh untuk gulma di kebanyakan sayuranTidak beracun
10 Kloroksuron TenoranSistemik untuk sayuran, pra tumbuh atau sesudah pindah tanamTidak beracun
11 Klorbromuron MaloranPra dan pasca tumbuh untuk wortel, legum dan kentangTidak beracun
12 Difenoksuron LironionPenggunaan selektif pada bawangTidak beracun
13 Fenuron DybarPra atau pasca tumbuh, baik untuk ChickweedTidak beracun
14 Napropamid DevrinolHerbisida tanah dan dedaunan untuk rumputan dan gulma DL pada sayuranTidak beracun
15 Nitralin PlanovinRumputan semusim dan gulma DLTidak beracun
16 Propaktor RamrodPra tumbuh untuk rumputan semusim dan gulma DLTidak beracun
17 Sulfalat VegadexPra tumbuh untuk gulma semusimTidak beracun
18 Trifluralin TreflanPra tumbuh untuk rumputan semusim dan gulma DL di kebanyakan sayuranTidak beracun

Istilah : DL = Gulma daun lebar

* Sumber William Uzo - Produksi sayuran di daerah tropis

Jumat, 12 Agustus 2016

Rahasia Sukses Budidaya Cabe Rawit

�Kecil-kecil cabe rawit biar kecil pedes rasanya� demikian kata pepatah, cabe-cabean yang satu ini memang seksi sekali rasanya, kalau tidak ada dia di menu santapan rasanya seperi ditinggal pergi kekasih, karena itulah mengapa cabe rawit menjadi sesuatu yang penting untuk diperhatikan di pasaran Indonesia.

Dalam sejarah dunia tanaman cabe rawit atau dalam bahasa latinnya Capsicum frutescens, ia berasal dari benua paman sam amerika sana, entah bagaimana cabe rawit ini bisa sampai di Indonesia, namun demikian ia sangat cocok dikembangkan di Indonesia yang beriklim tropis, terutama di sepanjang garis khatulistiwa.

Selain itu cabe rawit juga sangat bagus ditanam di dataran tinggi dengan ketinggian 0 � 500 meter dari permukaan laut, meski demikian tidak tertutup pula kemungkinan Lombok rawit ini ditanam di daerah ketinggian 1000 meter dari permukaan laut, namun untuk daerah ketinggian ini produksi cabe biasanya kurang.

Penduduk tani Indonesia bertanam berbagai jenis cabe rawit, umumnya cabe rawit hijau dan putih, mengapa petani Indonesia lebih menyukai bertanam cabe rawit, karena bertanam cabe rawit tidak terlalu besar resikonya dibanding menanam cabe besar, cabe rawit dikenal juga dengan tanaman bandel, dan umur produksinya bisa mencapai setahun, anda bisa bayangkan jika merawat cabe besar selama satu tahun berapa biaya yang akan dikeluarkan untuk pupuk dan lain sebagainya, sementara semakin tua ia semakin berkurang tingkat produksinya.

Agar usaha pertanaman cabe rawit anda sukses besar, perlu diperhatikan teknis pengolahannya, dimulai semenjak pemilihan bibit, pengolahan tanah, perawatan, dan melindunginya dari berbagai ancaman penyakit dan termasuk juga ancaman dari maling cabe.
rahasia lainnya tentang caranya agar tanaman cabe berbuah lebat

Dibawah ini kita coba bahas satu persatu bagaimana jurus rahasianya agar budidaya cabe rawit bisa sukses, dan mendatangkan keuntungan berpuluh kali lipat. Maka dari itu simak baik-baik

1. Pemilihan benih cabe rawit unggul

Dalam memilih benih cabe sangat saya sarankan memilih benih yang sesuai dengan kondisi tanah di daerah anda, untuk mengetahui benih yang sesuai dengan kondisi lahan ditempat anda, caranya sangat mudah, yakni dengan menanam bibit cabe rawit yang sudah dibudidayakan sebelumnya oleh petani lokal, jika anda menanam cabe rawit dalam skala besar, setidaknya anda tidak membuang waktu dan uang untuk membuktikan keunggulan varietas bibit cabe rawit yang baru, apalagi bibit tersebut diperoleh dari sales yang belum mengerti dengan keadaan pertanahan di daerah anda.

Cara berikutnya yang paling mudah, gampang, dan murah meriah untuk mendapatkan benih cabe-cabean (Cabe rawit) ini, adalah dengan menyeleksi benih cabe rawit kepunyaan anda sendiri.

Jadi bagi anda yang sebelumnya sudah melakukan penanaman cabe rawit, benihnya bisa diperoleh dari hasi panen sebelumnya, untuk memilih benih cabe rawit yang baik caranya juga cukup mudah, hanya dengan menyisakan satu pokok batang yang tumbuh sehat dan baik buahnya, kemudian buah pada panenan terakhir tersebut dibiarkan sampai kering, untuk kemudian diambil bijinya, pada buah yang sudah kering biji yang akan diambil tersebut sebaiknya biji yang terdapat pada bagian tengah buah, dan jangan lupa untuk memastikan biji-biji cabe rawit tersebut bisa tumbuh, maka sebaiknya lakukan perendaman terlebih dahulu didalam air bersih, biji yang terendam dalam air bisa dijadikan sebagai calon bibit, kemudian setelah itu jemur biji yang terendam dibawah sinar mentari selama lebih kurang tiga hari.

Agar biji cabe rawit bisa menghasilkan panen yang melimpah, usaha untuk membuatnya berhasil juga dipengaruhi dari perlakuan awal untuk persiapan benih, salah satunya adalah dengan memeilharanya biji calon benih dari serangan jamur, untuk mengantisipasinya anda bisa memberikan fungisida pada biji cabe rawit, setelah itu simpan benih ditempat yang memiliki sirkulasi udara, cara ini bisa membuat biji benih bertahan lama, namun harus pula anda ingat semakin lama disimpan daya tumbuh biji benih akan semakin berkurang.

2. Cara penyemaian benih cabe rawit yang baik

Jika lahan yang akan anda gunakan untuk membudidayakan cabe rawit selua satu hektar, maka benih yang dibutuhkan sekitar 0,5 kg, untuk penanaman yang baik benih cabe rawit perlu disemaikan terlebih dahulu untuk dijadikan bibit, berikut ini prosedur penyemaian benih cabe rawit yang baik.

a. Pasang atap tempat naungan benih untuk menghindari terik matarahi langsung, kucuran air hujan yang terlalu deras, dan terpaan angin kencang.

b. Siapkan polybag ukuran kecil sekitar 5 x 10 sebagai media penyemaian

c. Isi polybag dengan tanah, arang sekam, dan kompos, perbandingannya 1:1:1, agar campurannya merata dengan baik, sebaiknya lakukan pengayakan terlebih dahulu 

d. Rendam benih dengan air hangat sekitar 5 jam, hal ini bertujuan untuk merangsang pertumbuhan benih cabe rawit

e. Setelah itu masukkan benih cabe rawit kemudian tutup dengan tanah

f. Siram benih setiap pagi dan sore, sebaiknya penyiraman ini dilakukan dengan hati-hati agar air siraman tidak merusak media tanam benih

g. Kemudian biarkan benih tumbuh, biasanya dalam seminggu bibit sudah mulai muncul, dan bibit cabe rawit ini bisa dipindahkan ke areal pertanaman setelah daunnya berjumlah 4 atau 6 helai, atau kira-kira sudah berumur 1 bulan.

3. Cara pengolahan tanah dan penanam bibit cabe rawit

Untuk menghemat waktu, tenaga dan biaya, pengolahan tanah yang baik sebaiknya dilakukan bersamaan dengan proses pembibitan, dengan demikian ketika bibit siap tanam lahan sudah tersedia dan siap dipakai, ada beberapa tahapan yang dilakukan untuk mengolah tanah.

a. Mencangkul atau membajak tanah 

Tanah yang dicangkul atau dibajak sebaiknya sedalam 40 cm

b. Perhatikan kondisi areal yang akan dijadikan tempat penanaman cabe rawit

Jika tanah terlalu asam sebaiknya netralkan terlebih dahulu dengan dolomite

c. Membuat bedengan

Bedengan yang disiapkan lebarnya lebih kurang 100 - 120 cm dengan tinggi 30 � 40 cm, perhatikan jarak antar bedengan, usahakan jarak antar bedengan selebar 60 cm

d. Pemberian pupuk pada bedengan

Saran saya sebaiknya berikan pupuk organic dari kotoran ternak, bila tanah kurang subur bisa pula ditambahkan urea, SP36 dan KCL, untuk pupuk kandang takarannya sekitar 15 � 20 ton/hektar

e. Buat lubang tanam pada bedengan

Untuk satu bedengan lubang tanam dibuat dua baris dengan jarak antar baris 60 cm, usahakan pembuatan lubang ini berbentuk zig-zag tidak sejajar, hal ini dilakukan untuk beberikan ruang yang cukup untuk matahari menyinari cabe rawit anda, dan memberikan sirkulasi udara yang baik untuk semua pertanamannya.

f. Pemindahan bibit ke lubang tanam

Ketika sudah cukup umur bibit cabe rawit dalam polybag dipindahkan ke lubang tanam, sebaiknya penanaman ini dilakukan pada waktu pagi dan sore hari, usahakan juga penanaman dalam satu bedengan selesai dalam sehari.

4. Merawat cabe rawit

Merawat cabe rawit memang lebih mudah daripada merawat cabe besar, cabe rawit tidak perlu terlalu sering disiram, penyiramannya dilakukan jika musim kemarau agar tanaman tidak terlalu kering, cabe rawit jika terlalu kering ia juga akan mati, untuk itu sebaiknya berikan perendaman air disekitar bedengan setiap dua minggu sekali, ingat hal ini dilakukan bila terjadi musim kemarau.

Untuk pemupukan juga tidak terlalu rumit, pemupukan susulan boleh diberikan ketika umur tanam bibit 1 bulan semenjak bibit dipindahkan dari tempat pembenihan, untuk pupuk yang diberikan bisa pupuk organic cair atau kompos, dengan takaran pupuk kompos sebanyak 500 � 800 gram dan untuk pupuk cair yang sudah diencerkan diberikan sebanyak 100 ml pertanaman, bisa juga ditambahkan urea dan NPK.

Perawatan lainnya adalah penyiangan gulma, perlu pula diperhitungkan terkadang gulma juga bermanfaat untuk cabe rawit, dengan syarat ketinggian gulma tidak melebihi tinggi tanaman cabe rawit, hal ini dikarenakan gulma juga berfungsi untuk menahan serangga hama. Namun untuk hasil yang benar-benar maksimal sebaiknya gulma-gulma itu disingkirkan saja.

Jika anda ingin mengetahui rahasia lainnya tentang caranya agar tanaman cabe berbuah lebat, baca juga artikel pilihan kami disini [Rahasia membuat tanaman cabe berbuah lebat selebat lebatnya]

5. Memperhatikan serangan hama dan penyakit

Cabe rawit sebenarnya cukup tahan dari serangan hama dan penyakit, namun demikian bukan berarti cabe rawit betul-betul terbebas dari serangan hama dan penyakit, sama halnya dengan cabe besar, hama dan penyakit yang menyerang cabe besar juga bisa menyerang cabe rawit, diantaranya adalah serangga aphid, lalat buah (Drosophila melanogaster), kepik, dan serangga lainnya.

Sedangkan untuk penyakit yang perlu diwaspadai untuk tanaman cabe rawit adalah ketika musim hujan tiba, pada musim itu banyak serangga yang numpang berteduh dibalik daun cabe rawit dan serangga ini berpotensi sekali menjadi vector penyebaran penyakit, seperti virus kuning, virus Gemini dan berbagai jenis virus lainnya, dan untuk menanggulangi hama dan penyakit ini bisa dilakukan metode dibawah ini

a. Memberikan ramuan ampuh pengusir hama dan penyakit
Ramuan ampuh untuk mengusir hama dan penyakit ini telah kami bahas pada artikel sebelumnya, bagi anda yang belum tahu silahkan baca disini [Cara membuat ramuan ampuh pengendali hama penghisap dan serangga vector penyakit]

Ramuan ini bekerja dengan cara menciptakan rasa tidak nyaman pada serangga, karena pada umumnya penyakit yang terdapat pada tanaman cabe berasal dari serangga vector, maka dengan memberikan ramuan ini anda sudah mendapat dua keuntungan sekaligus, yakni mengusir hama dan menghindari tanaman cabe rawit dari kemungkinan serangan penyakit yang disebabkan oleh serangga vektor.

b. Memberikan ramuan ampuh pestisida nabati dari tanaman serai
Untuk kegunaan dan cara membuatnya bisa anda baca disini [Obat ampuh mengatasi hama kutu kutuan pada daun cabe]

Musim panen cabe rawit

Biasanya cabe rawit sudah mulai menampakkan buah yang bisa dipanen setelah ia berumur 2,5 � 3 bulan semenjak bibit ditanam, panen ini bisa terjadi selama 6 bulan lebih, bahkan untuk umur tanaman cabe bisa mencapai 24 bulan, dan selama itu anda tetap bisa memanen buah cabe rawit, namun tentu saja semakin tua umurnya semakin berkurang pula produksi buahnya.

Budidaya cabe rawit yang baik selama 12 bulan mampu menghasilkan produksi sekitar 30 ton/hektar, wow luar biasa bukan.

Bagaimana bro, anda tertarik untuk membudidayakan cabe rawit, biayanya tidak terlalu mahal bahkan tergolong paling murah dibandingkan dengan membudidayakan cabe besar (Capsicum annum), selamat mencoba.

Salam �

Kamis, 11 Agustus 2016

Cara Menanam Kentang Yang Baik Di Daerah Pegunungan

Bicara soal kentang saya jadi ingat snack kepuruk kentang chitathos, waktu kecil saya doyang sekali beli snack chitatos, meski harganya lebih mahal dibanding snack anak kampong biasanya, maklumlah dikampung snack yang paling favorit itu adalah ubi bakar, dan sewaktu kecil tidak pernah terpikirkan oleh saya kalau kentan itu kebanyakan tumbuhnya di daerah pegunungan yang dingin dan sejuk.

Karena memang kentang tumbuh subur didaerah yang beriklim dingin, jika ditanam diaerah yang suhu udaranya tinggi bisa menyebabkan tanaman tidak dapat membentuk umbi, ketinggian daerah yang baik untuk pertumbuhan kentang adalah kisaran 1000 � 2000 meter dari permukaan laut, dengan suhu 14 � 22 derajat celcius, dan kentang akan tumbuh dengan baik jika curah hujan berada pada 1000 � 15000 mm, bila hujan terlalu tinggi maka bisa-bisa kentang mengalami kebusukan pada umbinya.

Didalam disiplin ilmu botani kentang (Solanum tuberosum L.) termasuk tanaman berkeping dua (dikotil) dari keluarga Solanaceae, tanaman ini bisa dikembang biakan dengan cara vegetative melalui umbi. 

Orang-orang di zaman colonial tepatnya pada abad ke � 18 mereka melakukan budidaya kentang ini di daerah cibodas, lembang, pangalengan dan tengger, lalu lama kelamaan usaha budidaya kentang ini menyebar sampai ke wilayah sumatera yakninya di dataran tinggi sungai penuh - kerinci, hingga kini budidaya kentang sudah dilakukan di banyak tempat di Indonesia, selain itu prospek nilai jual kentang juga cukup tinggi.

Untuk melakukan penanam kentang ada beberapa tahapan yang perlu kita lakukan, tahapan tersebut seperti yang kita bahas dibawah ini.

Mempersiapkan bibit kentang

Sebelum melakukan penanaman umbi kentang sebaiknya disimpan terlebih dahulu selama lebih kurang tiga bulan, tujuannya adalah untuk mengetahui umbi kentang sudah mampu bertunas dengan baik, halo ini disebabkan karena umbi kentang memiliki masa dormasi, kemudian umbi yang sudah bertunas dilakukan seleksi pemangkasan.

Jika tunas memiliki panjang lebih dari 2 cm sebaiknya dibuang saja, karena tunas yang panjang juga tidak baik untuk dibudidayakan secara komersil, dan berat umbi yang baik untuk bibit berkisar antara 30 - 50 gram perbuah.

Pengolahan tanah untuk budidaya kentang

Memperhatikan kondisi tanah sebelum dilakukan penanaman sangat penting, bagaimana kondisi tanah yang akan ditanami kentang tersebut, apakah kondisi tanah gembur atau padat, jika tanahnya padat maka perlu dilakukan pengolahan tanah dengan membajak, dan jarak kedalamannya lebih kurang 30 cm.

Setelah dilakukan pembajakan tanah, diamkan selama 2 � 3 hari, pada hari kedua atau ketiga setelah itu dilakukan penggaruan sedalam lebih kurang 5 cm, kemudian diamkan tanah tersebut selama satu minggu, jika kondisi tanah juragan gembur tidak usah dilakukan pembajakan cukup lakukan penggaruan saja, setelah itu diamkan selama satu minggu, hal ini sebenarnya bertujuan untuk memperbaiki aerasi tanah.

Kentang merupakan tanaman yang manja dan sensitive, oleh karena itu perlu pula diperhatikan kondisi kelembapan tanah, keadaan tanahnya tidak boleh terlalu basah dan tidak pula boleh terlalu kering, [disini letak rahasianya, terkadang petani tidak terlalu memperhatikan kelembapan tanah areal pertanaman kentang], bila tanahnya terlalu basa siapkan parit sebagai irigasinya, jika terlalu kering tanahnya maka rajinlah melakukan penyiraman.

Ketika satu minggu masa penantian tanah selesai, kemudian tanah diratakan dan dibuat garitan selebar lebih kurang 80 cm dengan ketinggian 5 cm, lalu kemudian berikan pupuk.

Penanaman kentang

Untuk menanam kentang tidak terlalu susah, umbi kentang yang telah dipangkas diletakkan dalam garitan, lalu buat jarak tanam sekitar 20 � 30 cm, setelah umbi diletakkan timbun dengan tanah sehingga terbentuk seperti gundukan setinggi 10 � 15 cm, biarkan bagian kiri dan kanannya embentuk parit untuk drainase.

Cara pemupukan tanaman kentang

Pupuk yang sebaiknya digunakan untuk tanaman kentang adalah pupuk kandang, atau boleh juga dibuat lubang tempat pemberian pupuk, hal ini gunanya untuk mengantisipasi tergerusnya pupuk, pemberian pupuk kandang sebaiknya 20 � 50 ton per hektar, ini tergantung pula dari tingkat kesuburan tanahnya, selain pupuk kandang bisa juga ditambahkan NPK sebanyak 350 kg per hektar, NPK ini cukup disebar atau dimasukkan kedalam lubang-lubang yang sudah disediakan dekat umbi kentang yang ditanam.

Cara memelihara tanaman kentang

Karena kentang merupakan tanaman yang manja dan sensitive, maka pemeliharaan kentang dilakukan dengan beberapa kegiatan.

1. Penyiraman (jika tanah padat dan kering)

Untuk daerah yang lembab dan sering turun hujan, penyiraman tidaklah terlalu penting, namun jika keadaan tanah terlihar kering barulah penyiraman dilakukan, tapi wajib diperhatikan kondisi tanahnya, jangan pula anda menyiramnya terlalu basah apalagi sampai tergenag airnya. 

2. Mengendalikan gulma

Perhatikan gulma yang tumbuh, biasanya setelah satu bulan penanaman gulma mulai terlihat, jika demikian bersihkan dengan sabit, kemudian penyiangan gulma berikutnya dilakukan setelah umur tanaman dua bulan.

3. Mengendalikan hama dan penyakit.

Pengendalian hama dan penyakit merupakan hal yang sangat penting dalam budidaya kentang. Produktifitas tanaman kentang sangat dipengaruhi oleh kondisi kesehatan tanaman. Penyemprotan fungisida maupun insektisida dimulai sejak tanaman berumur 10 hari. Interval penyemprotan dilakukan dua kali seminggu, atau tergantung dari gejala kerusakan yang terlihat.

Obat-obatan yang diberikan berupa fungisida (dithane dan vondozeb) dan insektisida (hostathion). Konsentrasi yang dianjurkan sesuai dengan petunjuk penggunaan pada label. Selain dengan penyemprotan, pengendalian hama dan penyakit bisa dilakukan juga dengan rotasi tanaman. Lakukan pergiliran tanaman dengan tanaman kacang-kacangan atau palawija. Waktu rotasi tanaman diperlukan sekurang-kurangnya 2-3 tahun, baru lahan bisa ditanamai tanaman kentang lagi.

Jenis-jenis hama dan penyakit yang biasa ditemukan dalam budidaya kentang di Indonesia antara lain:

� Busuk daun (Phytophthora infestans)

� Penyakit layu bakteri (Pseudomonas Solanacearum)

� Bercak lunak (Altenaria Solani)

� Penyakit layu fusarium (Fusarium Oxysporum)

� Virus gulung daun (PLRV)

� Root knot nematodes (Meloidogyne Spp.)

� Ulat gulung (Phthorimae Operculella)

� Pekung (Rhizoctonia Solani)

� Virus (Virus X, Virus Y, Virus S)

� Oteng-oteng (Epilachna Puntata)

� Ulat tanah (Agrotis Ipsilon)

� Kutu daun hijau (Myzus Persicae dan Aphis Nasturtii)

� Orong-orong (Cryllotalpa Sp.)

Masa Panen kentang

Umur tanaman kentang sampai siap panen bergantung pada jenis kentang, tinggi lahan dan musim, umumnya satu siklus budidaya kentang sampai umbi siap dipanen antara 80-120 hari.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika panen kentang.

* Jangan panen kentang terlalu dini atau terlalu tua. 

Panen yang terlalu dini, membuat kualitas kentang rendah karena pembentukan karbohidrat dalam umbi masih belum optimum. Sedangkan pemanenan yang terlalu tua meningkatkan resiko umbi kentang terserang penyakit dan rusak.

Untuk memastikan kesiapan panen kentang, lakukan uji coba yakni dengan menggali umbi kentang secara acak, pengambilan contoh harus dilakukan secara merata sehingga mewakili lokasi tanam. 

Umbi yang sudah diambil dilihat tingkat kematangannya, atau, bila kita sudah terampil bisa pula dengan cara memperhatikan bentuk dan warna daun kentang, tanaman yang siap panen, warna hijau daunnya mulai pudar dan terlihat kering.
Cara Menanam Kentang Yang Baik Di Daerah Pegunungan
(Ilustrasi : penyakit karat daun)
Proses panen bisa dilakukan dengan garpu, dalam hal ini harus diperhatikan benar jangan sampai garpu melukai bagian umbi. Apabila takut umbi rusak terkena sosokan garpu, pemanenan bisa dilakukan dengan kored, atau cangkul tangan, dengan alat ini resiko kerusakan lebih kecil, namun kekurangannya proses panen bisa jadi lebih lama, setelah umbi digali, biarkan beberapa saat atau jemur untuk beberapa saat, sehingga lapisan tanah yang menyelimuti umbi mudah dibersihkan, kemudian kemas umbi kentang kedalam karung atau keranjang.

Demikianlah cara menanam kentang di daerah pegununan nan seger, sampai jumpa di artikel lainnya.

Salam �

Kamis, 28 Juli 2016

Metode Pengeringan Buah Kakao Paling Bagus

Buah cokelat bisa dikatakan mau tumbuh diseluruh pelosok Indonesia, ditempat saya sendiri di Pekanbaru pada mulanya saya sangsikan pohon cokelat bisa tumbuh, pasalnya di daerah tempat saya itu kata para ahli Geografi tanahnya mengandung banyak minyak, tapi setelah orang tua saya coba menanamnya ternyata pohon cokelat bisa tumbuh.

Berhubung saya sering menjemur buah cokelat dipekarangan maka kali ini saya ingin berbagi tips, bagaimana cara mengeringkan buah cokelat yang baik, baik dalam artian bentuk keringnya bagus sementara beratnya tidaklah menyusut, mari sobat pemirsa kita simak pembahasan dibawah ini.

Cara mengeringkan buah cokelat yang baik.

Sebelum pembahasan mengeringkan buah cokelat ini terlalu mendalam ada baiknya saya sampaikan terlebih dahulu, cara mengeringkan buah cokelat yang baik ini versi saya saja bukan versi dinas pertanian atau penyuluh pertanian di kampung saya.

Sebelumnya saya asumsikan buah cokelat sudah dipetik, adapun tahap pengeringan buah cokelat adalah sebagai berikut.

1. Kupas semua buah cokelat yang sudah dipetik.

2. Kumpulkan dalam satu tempat, bisa jadi dalam karung atau ember besar.

3. Sediakan air dicampur dengan garam sebanyak segenggaman tangan dalam baskom besar, kemudian aduk dalam air.

4. Diamkan air yang sudah diaduk dengan garam tadi sekitar sepuluh menit saja.

5. Setelah itu masukkan buah cokelat yang sudah dikupas tadi kedalam air garam tersebut.

6. Bilas buah cokelat yang direndam dalam air garam sampai diperkirakan hilang kulit putih sehingga yang tersisa itu hanyalah biji cokelat saja.

7. Setelah semuanya selesai di bilas, keringkan dibawah sinar matahari langsung.

Keuntungan dari model pengeringan cokelat seperti yang saya lakukan ini adalah cepat keringnya, dan penjemuran biji cokelatnya tidak terlalu lama, sehingga jika dijual ke petani pengumpul cokelat berat biji cokelat tidak terlalu turun.

Pernah suatu kali saya menjual cokelat sebanyak 200 kg, waktu itu harga cokelat dipetani pengumpul Rp 30.000/kg, Alhamdulillah dengan metode pengeringan ini saya jadi dapat uang banyak dari penjualan biji cokelat sebanyak 200 kg tersebut.

Bagaimana dengan anda sobat pengunjung, jika sobat ada bertanam cokelat pula tidak ada salahnya mencoba tips ini. Sekian dulu tips "Mengeringkan buah cokelat yang baik" versi saya.
Metode Pengeringan Buah Kakao Paling Bagus

selamat mencoba ...

Minggu, 17 Juli 2016

Tips Mudah Mencari Jenis Tanaman Herbal Berdasarkan Resep Dokter

Tanaman herbal di zaman modern ini semakin diminati, hal ini disebabkan sugesti dari berbagai pihak tentang efek samping dari tenaman herbal lebih sedikit dibandingkan dengan obat generic atau resep yang diproduksi oleh pabrik, sebenarnya tidaklah demikian, sebab tanaman herbal sekalipun pasti memiliki efek samping. Arti dari herbal adalah alami, atau bahan murni dari alam tanpa rekayasa kimiawi. 

Kali ini kita akan mencari tahu bagaimana caranya menemukan jenis tanaman herbal berdasarkan analisa dokter, dengan tepat aman dan legal, nah hal tersebut bukan berarti kitaikut campur ke dalam ranah medis dunia kedokteran atau farmasi.

Mencari tanaman yang dapat digunakan sebagai pencegah atau obat sebuah penyakit sebenarnya tidaklah sulit, langkah yang tepat dan aman adalah sebagai berikut:

1. Periksakan kesehatan anda ke dokter

2. Setelah ada diagnosa dari dokter maka anda sudah mengetahui jenis penyakit anda, jika jenis penyakit sudah diketahui pasti dokter akan memberikan resep untuk penyakit anda, misalnya gagal ginjal, diabetes, asma, darah tinggi / hipertensi, asam urat atau keputihan.

3. Setelah obat didapat coba baca komposisi obat resep atau kandungan yang tertera di label.

4. Dari kandungan inilah kita akan mencari herbal untuk penyakit tersebut. Misalnya anda didiagnosa mengidap penyakit Anemia, maka di label kandungan obat generic (resep) akan tertera salah satunya adalah zat besi, maka untuk mencari obat herbal untuk anemia ini anda bisa mencari tanaman yang kandungan zat besinya tinggi seperti bayam, daun ubi dan lain-lain. Begitu juga dengan diabetes cobalah anda baca kandungan obat diabetes anda setelah itu carilah tanaman herbal untuk diabetes yang memang mengandung zat yang ada pada obat diabetes.

Mungkin ada kendala ketika anda ingin mencari kandungan zat pada tanaman mana yang cocok untuk penyakit anda, kendala ini dapat diatasi dengan membeli ensiklopedia tanaman atau search internet tentang kandungan zat pada tanaman. Kita buat contoh asma adalah penyakit menurun dan obat asma adalah salbutamol, maka tanaman herbal tepat untuk asma adalah tanaman yang mengandung theophylline ternyata zat theophylline terdapat pada kopi, jadi dalam ramuan herbal untuk obat asma anda sebaiknya masukkan juga bubuk kopi kedalamnya.

Contoh diatas juga bisa digunakan untuk mendapatkan tanaman herbal untuk gagal ginjal, diabetes, maag, hipertensi, asam urat dan lainnya. Kandungan dari berbagai macam tanaman dapat anda dapatkan di toko buku, biasanya dalam bentuk ensiklopedia tanaman. Cara menanam tanaman herbal dan khasiatnya juga ada banyak ditulis dalam bentuk buku, jadi jika anda ke toko buku sempatkan membeli kedua jenis buku tersebut.





Selasa, 21 Juni 2016

Apa Sebabnya Tanaman Tuan Sakit

*Filosofi dasar mencintai tanaman

Jika anak tuan/puan yang sakit barangkali sesegera mungkin tuan akan memeriksakannya ke dokter, dan segera ingin tahu apa penyakit dan penyebabnya, namun jika tanaman tuan yang sakit (sekalipun tanaman kesayangan) belum tentu tuan akan sesegera itu mencari tahu penyebabnya, kenapa demikian? Karena memang dokter tanaman belum terlalu banyak di muka bumi ini, dan jikapun ada barangkali dokter tanaman itu sedang berada disebuah kelas di universitas yang ada jurusan pertaniannya.

Kali ini blog menanam tanaman akan coba mengulas secara renyah dan nikmat, apa hal yang menyebabkan sebatang tanaman sakit, tentu saja tujuan pembahasan ini tidak diperuntukkan bagi kalangan akademik pertanian, yang secara silabus perkuliahan setiap waktu mengunyah istilah-istilah penyakit tanaman, dan melakukan aktifitas observasi terhadap penyakit tanaman, namun pembahasan kita kali ini barangkali lebih tepat ditujukan kepada kalangan petani praktis, yang setiap waktu menggantungkan kehidupan keluarganya dari hasil usaha pertanaman, apapun jenis tanaman yang ditanam.

Dua orang pakar pertanian dunia mencoba memberikan definisi terhadap penyakit tanaman ini, dua orang itu adalah Stakmann dan Harrar, menurut dua pakar ini, penyakit pada tanaman itu terjadi karena adanya penyimpangan fisiologis yang permanen dari pertumbuhan normal tanaman, lalu penyimpangan tersebut menimbulkan gejala yang merugikan terhadap mutu, dan menurunkan nilai ekonomis dari tanaman tersebut.

Karena penyebab utama penyakit tanaman disebabkan oleh penyimpangan fisiologis, berikutnya tentu kita ingin mengetahui siapa pula pelaku yang mengakibatkan terjadinya penyimpangan fisiologis ini? Nah jika pertanyaannya sudah mengarah agak kedalam, maka para dokter tanaman akan menjelaskan tentang factor penyebab penyimpangan fisiologis ini.

Sesungguhnya ada banyak hal yang bisa memicu terjadinya penyimpangan fisiologis suatu tanaman, secara garis besarnya salah satunya disebabkan oleh mahluk hidup itu sendiri selain dari serangga hama, dan ia bersifat menular, sesuatu yang bisa menularkan tersebut dalam kajian ilmu pertanian dikenal juga dengan nama parasit (bahasa biologinya pathogen).

Ketika analisis kita sampai kepada parasit, maka perlu kita ketahui parasit atau pathogen ini sifatnya memang jahil, karena ia berupa mahluk hidup maka parasit ini bisanya cuma hidup di dalam suatu organisme, kemudian ia berkembang biak dan mengambil makanan langsung pada organisme tersebut organisme lainnya, dan organisme tempat parasit ini hidup oleh pakar biologi diberi istilah INANG.

Inang yang menjadi tempat bergantungnya hidup parasit ini bisa jadi salah satunya tanaman tuan yang sakit itu, namun ternyata setelah kita bisa menyimpulkan tanaman yang sakit karena adanya parasit yang hidup disana, ternyata masih ada lagi beberapa turunan bagian yang harus pula kita sebutkan.

Turunan tersebut adalah, adanya istilah parasit, saprofit dan epifit, ternyata ketiga istilah inilah yang berpengaruh terhadap tampaknya gejala penyakit pada tanaman tuan yang sedang sakit, dan ketiga istilah ini lahir karena didasarkan kepada tempat hidupnya, baik itu parasit, saprofit dan epifit.

Penyebab oleh Parasit

Parasit berdasarkan tempat hidupnya, kelakuannya selama ia hidup pada tanaman inang, ia makan dan berkembang biak dan merusak organisme tempat ia hidup, jika hal ini terjadi pada tanaman tuan, maka ia akan memakan dan berkembang biak sampai tanaman tuan mati meragan.

Penyebab Saprofit

Jika tanaman tuan sudah mati meragan (menjadi benda mati) dan ternyata masih ada parasit pathogen yang menggantungkan hidupnya disana, maka ia diistilahkan oleh para pakar biologi dengan saprofit, dan tentu saja jika ia terkena bagian tanaman yang lain misalnya daun atau akar, maka ia juga berkemungkinan untuk hidup dan berkembang biak pada tangkai daun tersebut.

Penyebab Epifit

Halnya dengan epifit ini, ia hidup dan berkembang biak pada bagian yang sudah mati dari suatu bagian tanaman, misalnya daun pada bagian tangkai bawah tanaman tuan sudah mati, pathogen epifit hidup pada bagian tersebut, dan tentu saja ia juga berpotensi untuk menular ke bagian yang lainnya.

Mengingat penyebab-penyebab sakitnya suatu tanaman ini kasat mata, dan hanya terlihat ketika sudah terlihat bentuk gejala, maka sangat kami sarankan agar tuan mencintai tanaman itu dengan sepenuh hati, artinya sebelum terlihat gejala maka perhatikanlah makanan dan minumannya, apakah tercukupi atau tidak, kemudian jaga ia agar tidak disentuh dan dijamah oleh serangga.

Oh ya, ada satu lagi tuan petani yang terlupakan oleh saya, perlu pula kiranya saja jelaskan fisiologis itu artinya, sebuah proses biologi, baik itu berupa sel jaringan yang terdapat dalam tubuh tanaman dan menjadi penentu utama suatu tanaman itu tumbuh, berbunga, berbuah, dan berkembang biak.

Demikianlah penjelasan sederhana tentang penyebab tanaman tuan sakit, jika ada yang ingin tuan diskusikan jangan sungkan, silahkan tuliskan di kolom komentar, terima kasih atas perhatiannya.

Salam �

Sabtu, 18 Juni 2016

Memahami Peledakan Hama Akibat Penggunaan Pestisida

peledakan hama akibat pestisida

Tuan dan Puan yang berprofesi sebagai petani tentunya pernah menggunakan pestisida dalam mengendalikan hama dan penyakit tanaman, terlebih lagi bagi tuan petani yang mengejar hasil panen melimpah menjelang bulan puasa hingga lebaran Idul Fitri, agar hasil panen meningkat berbagai upaya dihalalkan supaya tanaman tidak diserbu oleh berbagai hama dan penyakit, yang tentunya menurunkan hasil panen tuan petani.

Karena kebanyakan penggunaan pestisida terlalu ambisius sehingga melupakan keseimbangan lingkungan, maka kali ini blog tanaman ini mencoba membahas apa itu �Peledakan Hama� akibat penggunaan pestisida berlebihan.

Didalam literature akademik para ahli penulis buku panduan pertanian khususnya pestisida, selalu menyarankan agar tuan petani menggunakan pestisida secara bijaksana dalam mengendalikan hama dan penyakit tanaman, meski tuan penulis selalu berpesan demikian dalam buku-buku panduan, namun tuan petani sepertinya tidak ambil pusing, sehingganya tanpa disadari penggunaan pestisida berlebihan ternyata juga memiliki dampak negative yang banyak, salah satunya terjadinya peledakan hama.

Sesungguhnya peledakan hama akibat penggunaan pestisida ini tidak saja pada hama sasaran, namun ada pula meningkatnya perkembangan hama sekunder, dalam kajian akademika universitas diistilahkan dengan �peledakan hama sekunder�.

Lalu kemudian timbul pertanyaan, bagaimana bisa terjadi peledakan hama akibat penggunaan pestisida pada tanaman, untuk pertanyaan seperti ini sebenarnya harus kita jawab dengan hasil penelitian yang berkelanjutan, namun tentunya tidak semua tuan petani memahami bahasa-bahasa asing akademik dalam penjelasan hasil penelitian, untuk itu kita persingkat saja dengan pengertian sebagaimana dibawah ini.

Salah satu �Karomah� yang diberikan Sang Pencipta terhadap hewan yang tertuduh hama ini, adalah adanya kemampuan hama untuk menciptakan antibody tersendiri ketika ia selalu berhadapan dengan zat yang akan menganiaya tubuhnya, hama dan mikroorganisme penyakit tanaman memiliki kemampuan untuk memanfaatkan toxit yang disemprotkan melalui pestisida, pemanfaatan itu adalah dengan menjadikan racun tersebut sebagai bagian dari tubuhnya, sehingga manakala tuan petani pada waktu yang cukup lama selalu menyemprotkan pestisida yang sama, maka yang terjadi berikutnya pada tubuh hama dan penyakit adalah ketahanan terhadap pestisida tersebut.

Para ahli bioteknologi pertanian memberinya istilah dengan nama �Ketahanan alami� serangga terhadap racun kimia, sebagai bahan pertimbangan tuan pembaca tentunya pernah menyemprotkan pestisida yang sama terhadap serangga hama, namun yang terjadi serangga tersebut tidak mati, hal itu karena didalam tubuhnya telah tercipta �vaksin� alami dari bahan pestisida.

Penjelasan dua paragraph diatas mungkin tidak terlalu menakutkan bagi tuan petani, namun ternyata ada pula �Karomah� yang lain yang diluar dugaan tuan petani, hal tersebut adalah akibat penggunaan pestisida dalam jangka waktu yang lama, karomah yang lain itu adalah, terjadinya percepatan pembuahan atau kelahiran pada serangga hama sasaran, hal itu karena dipicu oleh zat pestisida itu sendiri, jika ini yang terjadi pada areal pertanaman tuan petani, maka ketahuilah yang demikian tersebut dinamakan dengan �Peledakan hama�.

Serangga hama sasaran tidak mati ketika disemprotkan dengan pestisida, malah bertambah banyak telur dan semakin cepat telur tersebut menetas, jika demikian yang terjadi maka sepakatlah kita bahwa diareal pertanaman tuan tersebut telah terjadi peledakan hama akibat penggunaan pestisida.

Lalu bagaimana pula dengan yang disebut dengan �Peledakan hama sekunder�, sebenarnya jalan peristiwanya sama dengan penjelasan kita pada paragraph diatas, hanya saja bedanya hama yang berkembang semakin pesat tersebut bukanlah hama sasaran dari pestisida yang disemprotkan, namun hama lain yang juga hidup pada inang yang sama.

Untuk lebih memudahkan tuan pembaca dan tuan petani menelaah pengertian �Peledakan hama sekunder ini�, marilah kita bahas sebuah contoh, misalkan tuan petani melakukan penyemprotan pestisida untuk membunuh serangga kepik pada areal pertanaman padi sawah, setelah melakukan penyemprotan dalam waktu dua minggu, serangga kepik mati dan musnah, namun ternyata ada pula kumbang penghisap yang hidup di malai daun padi tuan petani, dimana zat yang dikandung pestisida tersebut ternyata menguntungkan bagi kumbang pengisap, sehingga kumbang penghisap sering kawin lalu bertelur dalam waktu singkat dan telur itu menetas dalam waktu yang lebih cepat lagi.

Karena serangga penghisap bertambah cepat dan banyak pertumbuhannya, pada akhirnya serangga ini juga menghisap cairan putih dalam bulir padi yang masih muda, akhirnya padi tuan petani jua yang menjadi sasaran makanannya, nah demikianlah ilustrasi �Peledakan hama sekunder� akibat penggunaan pestisida.

Suka atau tidak tanpa disadari hal ini sering terjadi di areal pertanaman tuan petani, maka dari itu produsen-produsen pestisida selalu mendapat keuntungan yang luar biasa banyaknya, karena mereka akan terus menciptakan pestisida single target.

Sekarang tuan pembaca dan tuan petani bisa membayangkan, berapa banyaknya jenis serangga hama yang terdapat pada areal pertanaman, jika untuk setiap jenis serangga diberikan satu jenis pestisida, tentunya tuan petani akan mengeluarkan ongkos yang lebih mahal lagi, agar tanamannya terbebas dari semua hama pengganggu.

Mudah-mudahan tuan pembaca dan tuan petani yang sedang berkunjung ke blog ini menyadari, ketika terjadi serangan hama yang begitu dahsyat, jangan dulu menyalahkan pemerintah yang tidak sudi menurunkan harga pupuk dan harga pestisida, namun bercermin dirilah terhadap apa yang tuan lakukan sebelumnya, adakah tuan pengguna pestisida yang kurang bijak sehingga tanpa disadari tuan sudah menjadikan hama tersebut tahan terhadap racun pestisida.

Demikianlah pembahasan kita untuk peledakan hama akibat penggunaan pestisida, jika ada yang ingin tuan pertanyakan dan diskusikan, jangan sungkan silahkan tuliskan pada kolom komentar.

Salam hijau �

Foto : Bahan ajar pestisida, Fakultas Pertanian Universitas Andalas