Tampilkan postingan dengan label budidaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budidaya. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 September 2016

Cara Budidaya Jamur Tiram Putih


Jamur tiram salah satu tanaman yang memiliki nilai ekonomis dan gizi yang tinggi. Permintaan pasar terhadap jamur tiram putih bisa dikatakan tidak tercukupi, jarang sekali kita temukan penjual jamur tiram putih yang tidak kehabisan stok dalam sehari. Untuk itu sudah selayaknya kita melirik usaha budidaya jamur tiram putih ini sebagai salah satu alternatif bisnis sampingan. Perawatan dan cara membudidayakan jamur tiram putih tidaklah sulit, sehingga bisa dijadikan bisnis sampingan saja. berbeda halnya dengan budidaya tomat dan cabai dimana kedua tanaman itu tidak bisa dijadikan pekerjaan sambilan.

jamur tiram
(Gambar jamur tiram)
Sekilas tentang jamur

Untuk memenuhi kebutuhan protein asam amino pada manusia sebaiknya konsumsi jamur kayu ini, jamur tiram mengandung 31 % protein, dengan demikian jamur ini pun turut serta menyehatkan bagi siapa saja yang mengkonsumsinya, jamur tiram termasuk jenis jamur kayu yang dapat dimakan, jamur ini memiliki rasa khas disamping kandungan nutrisinya yang tinggi, selain bisa dijadikan sayuran jamur juga bisa dibuat menjadi penganan lain, misalkan keripik dan kerupuk, demikian pula dengan jamur shiitake.

Jamur tiram dan jamur shiitake merupakan dua jenis jamur yang paling banyak dibudidakan, selain enak jamur ini juga mengandung enzim yang baik untuk kesehatan, seperti jamur shiitake, pada jamur ini terdapat asam amino yang mampu meredakan serangan virus influenza, dan menghambat pertumbuhan kanker, selain itu shiitake juga mengandung vitamin B1, B12 dan D12, untuk jamur kuping lendir yang terdapat pada jamur kuping dipercaya dapat menetralkan kolesterol dalam darah.

Untuk membudidayakan jamur tidaklah terlalu sulit, disamping itu budidaya jamur juga tidak memerlukan lahan yang luas, jadi usaha ini sangat prospek sekali untuk menambah penghasilan, selain itu limbah hasil budidaya jamur juga dapat diubah menjadi puuk dan bahan yang baik untuk menggemburkan tanah.

Apa saja bagian yang diambil untuk konsumsi dari jamur ini ?

Umumnya tubuh jamur terdiri atas akar, batang (stipe), cincin dan tudung (pileus), tudung terdiri atas bilah-bilah lamella yang pada permukaan bawahnya terdapat spora, bagian yang diambil untuk dipanen dari jamur ini adalah tubuh buah jamur.

Prosedur budidaya jamur tiram putih di blog ini ditulis secara garis besar saja dan lengkap dengan caranya, diharapkan petunjuk budidaya ini mampu anda kembangkan sendiri sehingga dapat menghasilkan produksi jamur tiram yang baik. Adapun bahan-bahan yang diperlukan untuk budidaya jamur tiram adalah sebagai berikut:

1. Bibit, dalam hal ini usahakanlah bibit jamur tiram yang baik, apalagi bila anda termasuk sebagai pemula dalam budidaya jamur tiram maka sebaiknya belilah bibit yang berkualitas sehingga tidak terjadi kekecewaan pada proses budidaya.

2. Media hidup, diperlukan beberapa bahan untuk wadah budidaya jamur tiram. Sewajarnya tanaman selalu memiliki media tumbuh, umumnya tumbuhan memerlukan tanah sebagai media hidup namu untuk jamur tiram tidak dibutuhkan tanah sebagai media hidup. Media hidup jamur tiram antara lain; dedak, sekam padi, serbuk gergaji, tepung jagung, kapas dan saat ini ada juga petani jamur yang telah mencoba membudidayakan jamur tiram putih dengan media kardus bekas dan lain-lain.

3. Pengatur PH, dalam budidaya jamur dibutuhkan PH media hidup yang baik yakni berkisar 7, biasanya pengatur PH yang digunakan adalah tepung dolomite. Tepung dolomite murni warnanya putih bersih, dan dolomite yang terkontaminasi dengan besi umumnya berwarna putih kemerahan. Sebaiknya gunakan dolomite murni, dapat dibeli di toko pupuk pertanian.

4. Wadah, untuk wadah budidaya jamur tiram dapat digunakan pelastik besar (polibek besar), kotak kayu, tong atau dorom dan lain-lain.

Selanjutnya cara untuk memulai pembudidayaan jamur tiram putih, sebagai berikut:

Pertama siapkan media yang akan kita gunakan untuk budidaya ini, salah satu media yang bisa anda buat adalah serbuk gergaji + tepung jagung + dedak. Adapun perbandingan dari bahan-bahan untuk media budidaya jamur tiram tersebut adalah; 75% + 15 % + 10 % dan semua diaduk dengan menambahkan air hingga kelembapan 60 %. Ciri-ciri kelembapan 60% media terasa basah jika digenggam, namun bila media digenggam dan diangkat tidak terjadi tetesan air. Setelah media tercampur merata tambahkan tepung dolomite untuk mengontrol PH media menjadi tujuh. Alat pengukur PH adalah kertas lakmus bisa dibeli di apotek.

Selanjutnya masukkan media tersebut kedalam wadah (plastik) sekalian dipadatkan lalu tutupi dengan kapas. setelah wadah dan media disiapkan maka tiba waktunya menanam bibit jamur. Bibit jamur ditabur atau ditanamkan di bawah kapas, jadi angkatlah kapas penutup media dan taburkan bibit lalu tutup kembali media tersebut dengan kapas. sampai disini bisa dikatakan 70 % kegiatan budidaya jamur telah terlaksana. Lama masa pertumbuhan jamur tiram hingga panen adalah selama 40 hari sejak penaburan bibit hal ini sama halnya dengan masa panen dari cabe merah keriting. kegiatan pemeliharaan yang dilakukan setelah tahap ini hanyalah kegiatan rutinitas penyiraman dan mengontrol sirkulasi udara yang rutin dilakukan setiap hari.

Untuk anda yang ingin membudidayakan jamur dengan cara yang lebih teratur dapat dilakukan persiapan seperti dibawah ini. 

Pembuatan Rumah Jamur (Kumbung)

Sebenarnya untuk membuat kumbung atau rumah jamur, perlu disesuaikan dengan kebutuhan jumlah log tanam yang akan dibudidayakan, misalkan anda ingin memelihara sebanyak 500 � 1000 buah log tanam, maka diperlukan bangunan ukuran 6 m panjang x 4 m lebar x 4 m tinggi, bangunannya bisa dibuat dari kayu atau bamboo, dengan lantai bata merah, atap genting, untuk jamur tiram dan jamur kuping dapat dibuat berbilik-bilik, sedangkan untuk anda yang membudidayakan jamur shiitake bisa digunakan dua lembaran jaring plastic (kain kasa) berukuran kecil dan berwarna gelap.
Kumbung tempat jamur
(Contoh rumah tempat budidaya jamur)
Berikut ini kita sajikan tahap pembuatan media bibit induk, bisa dilakukan untuk anda yang membudidayakan jamur tiram dan jamur kuping.

1. Siapkan bahan baku yang terdiri atas biji-bijian atau campuran serbuk kayu gergaji albasia (SKG) ditambah biji millet dengan perbandingan 1:1

2. Bahan diatas dicuci dan direbus selama 30 menit menggunakan pressure cooker atau dengan pand, kemudian tiriskan sampai kering.

3. Setelah itu tambahkan kampur (CaCo3) 1%, gypsum (CaSO4) 1%, vitamin B kompleks atau bekatul 15%.

4. Bahan diatas dimasukkan kedalam baglog polipropelin atau botol susu sebanyak 50 � 60 % volume wadah, kemudian sumbat dengan kapas/kapuk dan tutup dengan kertas Koran atau alumunium foil.

5. Untuk anda yang memiliki autoclave, bahan-bahan diatas disterillkan pada suhu 121 derjad celcius, selama 2 jam, atau pasteurisasi selama 8 jam pada suhu 98 derajad celcius.

6. Setelah suhu media bibit turun sampai suhu kamar, lakukan inokulasi dengan bibit sebanyak 2 � 3 koloni miselium per botol, langkah ini dilakukan didalam laminar.

7. Media yang sudah diinokulasi, diinkubasikan dalam ruang incubator pada suhu 22 � 28 derajad celcius, selama 15 � 21 hari.

8. Botol/ baglog berisi bibit atau disebut spawn dikocok setiap 3 hari agar pertumbuhan misellium bibit jamur dapat merata dan cepat serta tidak menggumpal dan mengeras.

9. Setelah miselium jamur tumbuh dengan merata dan menutupi media, dapat digunakan sebagai bibit induk dan dapat disimpan dalam lemari pendingin bersuhu 4 derajad celcius selama 1 tahun bila tidak akan segera digunakan.

Perlakuan pembuatan bibit induk untuk jamur shiitake

1. Siapkan serbuk kayu gergaji sebanyak 8 kg, usahakan serbuk kayu yang berasal dari kayu keras, seperti jati, karet, atau dicampur dengan albasia, kemudian rendam serbuk selama 12 jam.

2. Kemudian setelah 12 jam tiriskan sampai tidak ada airnya menggunakan saringan kawat/ ayakan besar.

3. Tambahkan bekatul/ polar pakan ayam DOC sebanyak 7,5 kg, gypsum (CaSO4) 2 kg, dan air bersih kemudian aduk sampai merata hingga kadar air substrat mencapai 65% dan pH7.

4. Substrat dimasukkan dalam baglog polipropilen, kemudian padatkan, dan beri lubang, pada bagian tengah diberi cincin dari paralon dan ditutup dengan kapas atau kertas minyak.

5. Media tersebut disterillkan atau dipasteurisasi dengan cara disimpan dalam kamar uap, atau dalam drum dengan suhu media didalam baglog 95 derajad celcius selama 8 jam.

Langkah 1 � 5 diatas dilakukan pada hari yang sama.

Setelah suhu baglog turun sampai suhu kamar, lakukan inokulasi substrat dengan spawn, inokulasi dilakukan dalam laminar, jumlah bibit yang digunakan 10 � 15 g/kg media.

6. Baglog yang sudah diinokulasi dengan spawn diinkubasi dalam rumah jamur/ kumbung, ruang inkubasi dijaga agar tetap kering dan bersih, pada suhu 22 � 27 derajad celcius tanpa cahaya, RH 95 � 100 %, CO2 besar dari 10.000 ppm, O2 0 � 1 jam (kapasitas terpasang), inkubasi umumnya berlangsung selama 8 � 12 minggu.

7. Setelah 7 � 15 hari baglog dibuka/dipotong bagian atasnya, dan cincin serta sumbat kapas dibuka, cara membuka baglog berbeda-beda, yaitu dengan dibuka lebar bertahap mengikuti terjadinya browning atau dibuka sekalgus setelah browning lebih besar 75%.

8. Setelah bakal tubuh buah tumbuh, dilakukan penyiraman dengan air bersih agar jamur dapat tumbuh, penyiraman dengan cara pengabutan 3 kali sehari dengan air secukupnya, suhu rumah jamur dijaga antara 21 � 27 derajad celcius, dengan kelembapan 60 � 80 %, cahaya 500 � 2000 lux (dengan lampu atau jendela dibuka), ventilasi 4 � 8 jam dengan kadar CO2 kecil dari 1000 ppm.
jamur shiitake
(Jamuir Shiitake)

Masa panen dan pasca panen

Panen jamur tiram maupun jamur kuping dapat dilakukan lebih dari 9 kali dalam waktu 3 bulan, tergantung pada cara pemeliharaannya, penyiraman dan kebersihan kumbung, panen dilakukan 2 � 3 kali dalam seminggu.

Untuk bisa mencapai masa panen maksimal kesegaran jamur bisa dipertahankan dengan cara menyimpannya pada suhu 1 � 5 derajad celcius, dan melakukan penyemprotan menggunakan larutan Na-bisulfat 0,1 � 0,2 % (1000 � 2000 ppm), pengawetan jamur dapat dilakukan dengan cara pengeringan, pengasapan dan pemberian senyawa kimia seperti garam dapur, asam nitrat, sulfide, K-bikarbonat dan K-meta-bisulfida.

Sedangkan untuk jamur shiitake panen dapat dilakukan lebih dari 5 kali dalam waktu 5 � 8 bulan, tergantung juga pada cara pemeliharaan, penyiraman, kebersihan kumbung, dan strain yang digunakan, penanganan pasca panen jamur shiitake dilakukan dengan langkah-langkah yang sama seperti jamur tiram dan jamur kuping.

Nah pemirsa demikianlah tadi tentang cara membudidayakan jamur yang bisa dimakan, lengkap dengan teknis pelaksanaannya, sampai jumpa dipembahasan selanjutnya.

Salam �

Kamis, 18 Agustus 2016

Varietas Jagung Manis Tropika Dan Cara Menanamnya Secara Organik

Jagung sudah dikenal sebagai tanaman yang banyak di budidayakan, baik itu untuk bahan pakan ternak maupun untuk sayuran, dan jagung manis mendapati tempat tersendiri dihati penikmatnya, untuk muda-mudi yang sedang jatuh cinta, dan kekurangan modal membawa pasangannya ketempat yang lebih mentereng, sudah tentu sangat mengenal makanan murah meriah ini di pinggiran pantai, dan terkadang seperti suatu peristiwa ajaib, dengan membelikan pasangannya sebuah jagung manis yang sudah bakar, maka ia sudah sangat terpesona melihat arjunanya, hehehe � serius banget lo.

Kembali ke laptop! Pemirsa yang budiman kali ini pembahasan kita adalah jagung manis, dalam usaha pertanian jagung manis sangat menguntungkan untuk ditanam, mengapa demikian karena harganya lebih mahal dibanding dengan jagung tidak manis (jagung biasa), meski dengan resiko yang sedikit lebih tinggi dari budidaya jagung biasa, namun petani dan penggiat penelitian pertanian tetap semangat untuk menanamnya.

Beberapa merek varietas jagung manis yang cocok untuk daerah dataran rendah tropika adalah :

1. USDDA 34

2. Improved 34

3. Puerto rico 50

4. Golden bantam

5. Golden gem

6. Hawaian supersweet

Jagung tidak manis atau jagung biasa atau jagung berpati juga bisa menjadi jagung manis yang laku dijual di pasar untuk dijadikan sayur, dengan syarat jagung tersebut dipanen pada waktu usia muda, untuk jagung semacam ini varietas lokal biasanya mempunyai rasa yang lebih baik dari pada jagung hasil persilangan unggul, dan merek varietas yang cocok dibudidayakan untuk dataran rendah tropika adalah sebagai berikut :

1. Chinta 

2. Metro

3. Suwan

4. Coastal composit

5. Katumani (untuk daerah afrika timur)

Peluang bisnis untuk jagung manis sangat terbuka lebar, bagaimana tidak dari nilai jual saja jagung manis cukup tinggi dan pasarnya tidak pernah surut, karena jagung manis bisa dikonsumsi langsug misalnya untuk dibakar atau direbus.

Secara sederhana sebuah jagung dikatakan jagung manis karena terjadinya peristiwa genetic, yakninya mutasi gen resesif yang menghambat perubahan gula menjadi pati, dan selama proses fisiologinya berlangsung kadar gula pada jagung terus meningkat, makanya ia terasa manis.

Hampir semua tanah bisa digunakan untuk budidaya jagung manis, jenis tanah yang paling baik geluh dan gembur , sedangkan untuk tanah yang memiliki tingkat keasaman tinggi dengan pH dibawah 5,0 perlu diberi kapur, untuk areal pertanaman seluas satu hektar sebaiknya diberikan kapur sebanyak 1 ton/ha selama setahun.

Jagung manis bisa tumbuh dalam berbagai iklim karena tanaman ini punya kemampuan beradaptasi yang baik, dan di Negara Indonesia petani membudidayakannya di dataran rendah dan juga didaerah pegunungan (1800 MDPL), dan suhu optimum yang dibutuhkan jagung manis berkisar antara 21 � 27 derajat Celsius.

Cara pengolahan tanah untuk menanam jagung manis secara organic

Untuk bertanam jagung manis secara organic sangat perlu diperhatikan kebutuhan haranya, karena jagung ini memerlukan unsure nitrogen (N) yang tinggi, untuk mempersiapkan unsure N yang cukup terkadang sebelum dilakukan penanaman jagung manis, areal tersebut ditanam dengan tanaman jenis kacang-kacangan, tanaman kacang-kacangan sangat cepat dan mudah dalam mengikat N untuk tanah, namun demikian keseimbangan pemberian pupuk penting untuk diperhatikan, yakni keseimbangan antara Nitorgen, Kalium dan Pospat.

Areal lahan bekas bertanam padi sawah bisa digunakan langsung untuk bercocok tanam jagung manis ini, dengan syarat airnya tidak tergenang, atau bisa juga disiapkan bedengan untuk mengatur drainasenya, ukuran bedengan bisa dibuat selebar satu meter, dan tingginya duapuluh sampai tigapuluh sentimeter, pada saat dilakukan penanaman jagung manis sebaiknya dibuat jarak antar bedengan sebesar tigapuluh sentimeter.

Untuk bertanam jagung secara organic ini kebutuhan pupuk sekitar 5 ton per hektar, adapun pupuk yang diberikan sebelum dilakukan penanaman adalah sebagai berikut :

1. Kotoran ayam

Gunanya untuk pengikat N lebih banyak dan cepat terurai

2. Kotoran sapi

Untuk memenuhi kebutuhan K dan P

3. Kotoran kambing

Juga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan K dan P

Cara penanaman jagung manis organik

1. Dengan cara tanam tugal

Cara ini merupakan cara tanam yang paling baik, untuk melakukannya perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :

a. Buat lubang sedalam 2 � 3 cm

b. Masukan 2 butir benih jagung manis

c. Setelah itu tutup dengan tanah dan kompos

d. Penyiraman dilakukan agar kelembapannya tetap terjaga

Dalam usaha bertanam jagung manis yang ideal benih yang dibutuhkan 8 kg per hektar, dengan jarak tanam 60 � 75 cm.

Hama penyakit pada tanaman jagung manis dan cara pengendaliannya

Dibawah ini kita sajikan beberapa hama dan penyakit yang menyerang tanaman jagung serta cara pengendaliannya.

Hama Penyakit Gejala Dan Cara Mengatasinya
Hawar pelepah (Rhizoctonia solani) Gejalanya berupa busuk pada pelepah, awalnya menyerang pada bagian tanaman yang terdekat dengan tanah kemudian menjalar ke bagian lain. Pada varietas tertentu bisa menyerang hingga ke tongkol buah. Pengendaliannya dengan mengatur budidaya jagung manis ke musim kemarau, menanam varietas yang memiliki jarak tongkol dari tanah cukup tinggi, merompes daun-daun yang bersentuhan dengan tanah, menyiangi kebun, memotong bagian tanaman yang terserang dan mengaplikasikan rotasi tanaman
Hawar daun (Curvularia sp.)
Cendawan ini menyebabkan hawar daun dengan gejala awal bercak tak beraturan di ujung daun, pusat bercak berwarna coklat keputihan dengan pinggiran coklat tua. Bercak meluas ke pangkal daun hingga membuat seluruh daun mengering. Penyakit ini cepat menyebar pada kondisi kelembaban dan curah hujan tinggi. Pengendaliannya dengan memilih varietas tahan, perbaikan drainase tanah, meningkatkan sanitasi kebun dan menghilangkan tanaman atau bagian tanaman yang terkena.
Hawar daun (Helminthosporium turcicum)
Penyakit ini menyerang daun dengan gejala awal bercak-bercak kecil berbentuk oval yang berkembang menjadi hawar berwarna coklat keabu-abuan. Biasanya serangan ditemukan pada daun tua (bawah) kemudian menjalar ke daun muda (atas). Pada keadaan yang parah bisa menyababkan kematian pada tanaman dengan penampakan daun kering seperti terbakar. Untuk mengendalikannya gunakan varietas yang tahan, pengolahan tanah yang baik, penyiangan dan pengaturan jarak tanam. Pada budidaya jagung manis non-organik bisa diaplikasikan fungisida
Karat (Puccinia sorghi)
Gejalanya terdapat bercak-bercak bisul berwarna coklat sampai oranye pada permukaan daun bagian atas. Penyakit ini biasanya menyerang jagung yang ditanam di daerah beriklim tropis hingga sedang. Penyakit ini berkembang baik pada suhu 16-23 derjat Celsius dengan kelembaban tinggi. Bisa dikendalikan dengan pemilihan varietas benih, menjaga sanitasi kebun dan aplikasi biopestisida apabila bisul muncul pada permukaan daun
Bule (Peronosclespora Maydis)
Gejala penyakit bule adalah permukaan daun bergaris-garis putih sampai kuning diikuti dengan warna coklat. Kemudian kerusakan menyerang tongkol. Penyakit ini bisa menyerang disepanjang musim tanam, namun kasus terbesar menyerang budidaya jagung manis yang ditanam diluar musim atau terlambat tanam. Serangan penyakit ini menyebabkan kerusakan yang besar, bisa menyebabkan kehilangan hinga 100%. Serangan penyakit bule bisa dihindari dengan pemilihan varietas benih yang tahan Peronosclespora Maydis, memusnahkan tanaman terinfeksi, penanaman sesuai musim, dan rotasi tanaman
Tikus (Rattus argritiventer)
Hama ini biasanya menyerang tanaman jagung manis yang ditanam di lahan sawah. Tikus memakan tongkol muda yang sedang matang susu, umumnya tikus memakan tongkol dari ujung hingga pertengahan pangkal. Pengendalian hama tikus secara organik adalah dengan memburu dan membasmi tikus dari sarangnya
Belalang (Valanga nigricornis)
Hama ini banyak berkembang didataran rendah yang berupa padang rumput atau pesawahan. Beberapa musuh alami belalang adalah Systoechus sp, burung dan laba-laba. Selain itu patogen seperti Metarhizium anisopliae merupakan musuh belalang
Kutu Daun (R. maidis)
Hama ini mengeluarkan embun madu pada daun yang berubah menjadi jelaga warna hitam. Noda-noda tersebut akan menghambat daun melakukan fotosintesis. Musuh alami hama ini adalah Lysiphlebus mirzaiCoccinella sp. dan Micraspis sp. Kultur teknis yang bisa dilakukan untuk menghindari serangan hama ini dengan melakukan polikultur tanaman atau menumpangsarikan jagung manis dengan tanaman lain
Ulat Tongkol (H. armigera)
Hama ini menyerang tongkol jagung. Pada awalnya imago meninggalkan telur pada rambut-rambut jagung. Setelah larva tumbuh akan masuk kedalam tongkol. Hama ini mempunyai kebiasaan berpindah-pindah, sehingga kerusakan yang ditimbulkan pada tongkol jagung bisa lebih banyak dibanding jumlah larvanya. Pencegahan terhadap hama ini adalah dengan menerapkan pengolahan tanah yang baik. Pengolahan tanah yang akan mengurangi populasi ulat tongkol berikutnya. Musuh utama dari hama ini adalah Trichogramma spp. yang merupakan parasit telur dan Eriborus argentiopilosa parasit pada larva muda.
Penggerek batang jagung (O. furnacalis)
Hama ini menyerang tanaman pada vase vegetatif maupun generatif. Kerusakan tanaman terjadi karena larva menggerek bagian batang tanaman untuk mendapatkan makanan. Penggerek batang jagung bisa dikendalikan secara teknis dengan mengatur rotasi tanam seperti dengan kedelai dan kacang tanah. Selain itu bisa juga dengan dengan memotong bunga jantan dan menerapkan waktu tanam yang tepat. Pembasmian hayati dengan memanfaatkan musuh alami seperti Trichogramma spp. atau predator alami Euborellia annulata yang memangsa larva

Cara Panen Jagung Manis

Jagung manis mulai berbunga setelah 50 hari. Sepuluh hari sebelum panen utama, sebaiknya dilakukan panen jagung muda. Pada masa ini akan tumbuh dua tongkol jagung, petik tongkol yang paling bawah. Pemanenan tongkol muda dimaksudkan agar asupan nutrisi pada tongkol utama tercukupi, sehingga hasilnya maksimal. Selain memetik tongkol muda, papaslah daun bagian bawah sebanyak 2-3 helai. Apabila muncul kembali tunas-tunas buah muda sebelum panen utama, petiklah sebagai panen tambahan. Panen utama budidaya jagung manis bisa dilakukan setelah tanaman berumur 65-75 hari.

Metode panen seperti ini cocok dilakukan untuk jenis tanaman jagung manis satu tongkol. Jenis ini digunakan luas oleh para petani di Indonesia, seperti varietas Seleksi Dramaga-2 (SD-2). Ada juga varietas jagung manis 2 tongkol, dimana dua tongkol jagung dibiarkan tumbuh hingga panen akhir.

Demikian pembahasan singkat tentang varietas jagung manis yang ditanam dengan cara organic, sampai jumpa pada artikel selanjutnya.

Elha Amalia Baso

Jumat, 12 Agustus 2016

Rahasia Sukses Budidaya Cabe Rawit

�Kecil-kecil cabe rawit biar kecil pedes rasanya� demikian kata pepatah, cabe-cabean yang satu ini memang seksi sekali rasanya, kalau tidak ada dia di menu santapan rasanya seperi ditinggal pergi kekasih, karena itulah mengapa cabe rawit menjadi sesuatu yang penting untuk diperhatikan di pasaran Indonesia.

Dalam sejarah dunia tanaman cabe rawit atau dalam bahasa latinnya Capsicum frutescens, ia berasal dari benua paman sam amerika sana, entah bagaimana cabe rawit ini bisa sampai di Indonesia, namun demikian ia sangat cocok dikembangkan di Indonesia yang beriklim tropis, terutama di sepanjang garis khatulistiwa.

Selain itu cabe rawit juga sangat bagus ditanam di dataran tinggi dengan ketinggian 0 � 500 meter dari permukaan laut, meski demikian tidak tertutup pula kemungkinan Lombok rawit ini ditanam di daerah ketinggian 1000 meter dari permukaan laut, namun untuk daerah ketinggian ini produksi cabe biasanya kurang.

Penduduk tani Indonesia bertanam berbagai jenis cabe rawit, umumnya cabe rawit hijau dan putih, mengapa petani Indonesia lebih menyukai bertanam cabe rawit, karena bertanam cabe rawit tidak terlalu besar resikonya dibanding menanam cabe besar, cabe rawit dikenal juga dengan tanaman bandel, dan umur produksinya bisa mencapai setahun, anda bisa bayangkan jika merawat cabe besar selama satu tahun berapa biaya yang akan dikeluarkan untuk pupuk dan lain sebagainya, sementara semakin tua ia semakin berkurang tingkat produksinya.

Agar usaha pertanaman cabe rawit anda sukses besar, perlu diperhatikan teknis pengolahannya, dimulai semenjak pemilihan bibit, pengolahan tanah, perawatan, dan melindunginya dari berbagai ancaman penyakit dan termasuk juga ancaman dari maling cabe.
rahasia lainnya tentang caranya agar tanaman cabe berbuah lebat

Dibawah ini kita coba bahas satu persatu bagaimana jurus rahasianya agar budidaya cabe rawit bisa sukses, dan mendatangkan keuntungan berpuluh kali lipat. Maka dari itu simak baik-baik

1. Pemilihan benih cabe rawit unggul

Dalam memilih benih cabe sangat saya sarankan memilih benih yang sesuai dengan kondisi tanah di daerah anda, untuk mengetahui benih yang sesuai dengan kondisi lahan ditempat anda, caranya sangat mudah, yakni dengan menanam bibit cabe rawit yang sudah dibudidayakan sebelumnya oleh petani lokal, jika anda menanam cabe rawit dalam skala besar, setidaknya anda tidak membuang waktu dan uang untuk membuktikan keunggulan varietas bibit cabe rawit yang baru, apalagi bibit tersebut diperoleh dari sales yang belum mengerti dengan keadaan pertanahan di daerah anda.

Cara berikutnya yang paling mudah, gampang, dan murah meriah untuk mendapatkan benih cabe-cabean (Cabe rawit) ini, adalah dengan menyeleksi benih cabe rawit kepunyaan anda sendiri.

Jadi bagi anda yang sebelumnya sudah melakukan penanaman cabe rawit, benihnya bisa diperoleh dari hasi panen sebelumnya, untuk memilih benih cabe rawit yang baik caranya juga cukup mudah, hanya dengan menyisakan satu pokok batang yang tumbuh sehat dan baik buahnya, kemudian buah pada panenan terakhir tersebut dibiarkan sampai kering, untuk kemudian diambil bijinya, pada buah yang sudah kering biji yang akan diambil tersebut sebaiknya biji yang terdapat pada bagian tengah buah, dan jangan lupa untuk memastikan biji-biji cabe rawit tersebut bisa tumbuh, maka sebaiknya lakukan perendaman terlebih dahulu didalam air bersih, biji yang terendam dalam air bisa dijadikan sebagai calon bibit, kemudian setelah itu jemur biji yang terendam dibawah sinar mentari selama lebih kurang tiga hari.

Agar biji cabe rawit bisa menghasilkan panen yang melimpah, usaha untuk membuatnya berhasil juga dipengaruhi dari perlakuan awal untuk persiapan benih, salah satunya adalah dengan memeilharanya biji calon benih dari serangan jamur, untuk mengantisipasinya anda bisa memberikan fungisida pada biji cabe rawit, setelah itu simpan benih ditempat yang memiliki sirkulasi udara, cara ini bisa membuat biji benih bertahan lama, namun harus pula anda ingat semakin lama disimpan daya tumbuh biji benih akan semakin berkurang.

2. Cara penyemaian benih cabe rawit yang baik

Jika lahan yang akan anda gunakan untuk membudidayakan cabe rawit selua satu hektar, maka benih yang dibutuhkan sekitar 0,5 kg, untuk penanaman yang baik benih cabe rawit perlu disemaikan terlebih dahulu untuk dijadikan bibit, berikut ini prosedur penyemaian benih cabe rawit yang baik.

a. Pasang atap tempat naungan benih untuk menghindari terik matarahi langsung, kucuran air hujan yang terlalu deras, dan terpaan angin kencang.

b. Siapkan polybag ukuran kecil sekitar 5 x 10 sebagai media penyemaian

c. Isi polybag dengan tanah, arang sekam, dan kompos, perbandingannya 1:1:1, agar campurannya merata dengan baik, sebaiknya lakukan pengayakan terlebih dahulu 

d. Rendam benih dengan air hangat sekitar 5 jam, hal ini bertujuan untuk merangsang pertumbuhan benih cabe rawit

e. Setelah itu masukkan benih cabe rawit kemudian tutup dengan tanah

f. Siram benih setiap pagi dan sore, sebaiknya penyiraman ini dilakukan dengan hati-hati agar air siraman tidak merusak media tanam benih

g. Kemudian biarkan benih tumbuh, biasanya dalam seminggu bibit sudah mulai muncul, dan bibit cabe rawit ini bisa dipindahkan ke areal pertanaman setelah daunnya berjumlah 4 atau 6 helai, atau kira-kira sudah berumur 1 bulan.

3. Cara pengolahan tanah dan penanam bibit cabe rawit

Untuk menghemat waktu, tenaga dan biaya, pengolahan tanah yang baik sebaiknya dilakukan bersamaan dengan proses pembibitan, dengan demikian ketika bibit siap tanam lahan sudah tersedia dan siap dipakai, ada beberapa tahapan yang dilakukan untuk mengolah tanah.

a. Mencangkul atau membajak tanah 

Tanah yang dicangkul atau dibajak sebaiknya sedalam 40 cm

b. Perhatikan kondisi areal yang akan dijadikan tempat penanaman cabe rawit

Jika tanah terlalu asam sebaiknya netralkan terlebih dahulu dengan dolomite

c. Membuat bedengan

Bedengan yang disiapkan lebarnya lebih kurang 100 - 120 cm dengan tinggi 30 � 40 cm, perhatikan jarak antar bedengan, usahakan jarak antar bedengan selebar 60 cm

d. Pemberian pupuk pada bedengan

Saran saya sebaiknya berikan pupuk organic dari kotoran ternak, bila tanah kurang subur bisa pula ditambahkan urea, SP36 dan KCL, untuk pupuk kandang takarannya sekitar 15 � 20 ton/hektar

e. Buat lubang tanam pada bedengan

Untuk satu bedengan lubang tanam dibuat dua baris dengan jarak antar baris 60 cm, usahakan pembuatan lubang ini berbentuk zig-zag tidak sejajar, hal ini dilakukan untuk beberikan ruang yang cukup untuk matahari menyinari cabe rawit anda, dan memberikan sirkulasi udara yang baik untuk semua pertanamannya.

f. Pemindahan bibit ke lubang tanam

Ketika sudah cukup umur bibit cabe rawit dalam polybag dipindahkan ke lubang tanam, sebaiknya penanaman ini dilakukan pada waktu pagi dan sore hari, usahakan juga penanaman dalam satu bedengan selesai dalam sehari.

4. Merawat cabe rawit

Merawat cabe rawit memang lebih mudah daripada merawat cabe besar, cabe rawit tidak perlu terlalu sering disiram, penyiramannya dilakukan jika musim kemarau agar tanaman tidak terlalu kering, cabe rawit jika terlalu kering ia juga akan mati, untuk itu sebaiknya berikan perendaman air disekitar bedengan setiap dua minggu sekali, ingat hal ini dilakukan bila terjadi musim kemarau.

Untuk pemupukan juga tidak terlalu rumit, pemupukan susulan boleh diberikan ketika umur tanam bibit 1 bulan semenjak bibit dipindahkan dari tempat pembenihan, untuk pupuk yang diberikan bisa pupuk organic cair atau kompos, dengan takaran pupuk kompos sebanyak 500 � 800 gram dan untuk pupuk cair yang sudah diencerkan diberikan sebanyak 100 ml pertanaman, bisa juga ditambahkan urea dan NPK.

Perawatan lainnya adalah penyiangan gulma, perlu pula diperhitungkan terkadang gulma juga bermanfaat untuk cabe rawit, dengan syarat ketinggian gulma tidak melebihi tinggi tanaman cabe rawit, hal ini dikarenakan gulma juga berfungsi untuk menahan serangga hama. Namun untuk hasil yang benar-benar maksimal sebaiknya gulma-gulma itu disingkirkan saja.

Jika anda ingin mengetahui rahasia lainnya tentang caranya agar tanaman cabe berbuah lebat, baca juga artikel pilihan kami disini [Rahasia membuat tanaman cabe berbuah lebat selebat lebatnya]

5. Memperhatikan serangan hama dan penyakit

Cabe rawit sebenarnya cukup tahan dari serangan hama dan penyakit, namun demikian bukan berarti cabe rawit betul-betul terbebas dari serangan hama dan penyakit, sama halnya dengan cabe besar, hama dan penyakit yang menyerang cabe besar juga bisa menyerang cabe rawit, diantaranya adalah serangga aphid, lalat buah (Drosophila melanogaster), kepik, dan serangga lainnya.

Sedangkan untuk penyakit yang perlu diwaspadai untuk tanaman cabe rawit adalah ketika musim hujan tiba, pada musim itu banyak serangga yang numpang berteduh dibalik daun cabe rawit dan serangga ini berpotensi sekali menjadi vector penyebaran penyakit, seperti virus kuning, virus Gemini dan berbagai jenis virus lainnya, dan untuk menanggulangi hama dan penyakit ini bisa dilakukan metode dibawah ini

a. Memberikan ramuan ampuh pengusir hama dan penyakit
Ramuan ampuh untuk mengusir hama dan penyakit ini telah kami bahas pada artikel sebelumnya, bagi anda yang belum tahu silahkan baca disini [Cara membuat ramuan ampuh pengendali hama penghisap dan serangga vector penyakit]

Ramuan ini bekerja dengan cara menciptakan rasa tidak nyaman pada serangga, karena pada umumnya penyakit yang terdapat pada tanaman cabe berasal dari serangga vector, maka dengan memberikan ramuan ini anda sudah mendapat dua keuntungan sekaligus, yakni mengusir hama dan menghindari tanaman cabe rawit dari kemungkinan serangan penyakit yang disebabkan oleh serangga vektor.

b. Memberikan ramuan ampuh pestisida nabati dari tanaman serai
Untuk kegunaan dan cara membuatnya bisa anda baca disini [Obat ampuh mengatasi hama kutu kutuan pada daun cabe]

Musim panen cabe rawit

Biasanya cabe rawit sudah mulai menampakkan buah yang bisa dipanen setelah ia berumur 2,5 � 3 bulan semenjak bibit ditanam, panen ini bisa terjadi selama 6 bulan lebih, bahkan untuk umur tanaman cabe bisa mencapai 24 bulan, dan selama itu anda tetap bisa memanen buah cabe rawit, namun tentu saja semakin tua umurnya semakin berkurang pula produksi buahnya.

Budidaya cabe rawit yang baik selama 12 bulan mampu menghasilkan produksi sekitar 30 ton/hektar, wow luar biasa bukan.

Bagaimana bro, anda tertarik untuk membudidayakan cabe rawit, biayanya tidak terlalu mahal bahkan tergolong paling murah dibandingkan dengan membudidayakan cabe besar (Capsicum annum), selamat mencoba.

Salam �

Kamis, 11 Agustus 2016

Cara Menanam Kentang Yang Baik Di Daerah Pegunungan

Bicara soal kentang saya jadi ingat snack kepuruk kentang chitathos, waktu kecil saya doyang sekali beli snack chitatos, meski harganya lebih mahal dibanding snack anak kampong biasanya, maklumlah dikampung snack yang paling favorit itu adalah ubi bakar, dan sewaktu kecil tidak pernah terpikirkan oleh saya kalau kentan itu kebanyakan tumbuhnya di daerah pegunungan yang dingin dan sejuk.

Karena memang kentang tumbuh subur didaerah yang beriklim dingin, jika ditanam diaerah yang suhu udaranya tinggi bisa menyebabkan tanaman tidak dapat membentuk umbi, ketinggian daerah yang baik untuk pertumbuhan kentang adalah kisaran 1000 � 2000 meter dari permukaan laut, dengan suhu 14 � 22 derajat celcius, dan kentang akan tumbuh dengan baik jika curah hujan berada pada 1000 � 15000 mm, bila hujan terlalu tinggi maka bisa-bisa kentang mengalami kebusukan pada umbinya.

Didalam disiplin ilmu botani kentang (Solanum tuberosum L.) termasuk tanaman berkeping dua (dikotil) dari keluarga Solanaceae, tanaman ini bisa dikembang biakan dengan cara vegetative melalui umbi. 

Orang-orang di zaman colonial tepatnya pada abad ke � 18 mereka melakukan budidaya kentang ini di daerah cibodas, lembang, pangalengan dan tengger, lalu lama kelamaan usaha budidaya kentang ini menyebar sampai ke wilayah sumatera yakninya di dataran tinggi sungai penuh - kerinci, hingga kini budidaya kentang sudah dilakukan di banyak tempat di Indonesia, selain itu prospek nilai jual kentang juga cukup tinggi.

Untuk melakukan penanam kentang ada beberapa tahapan yang perlu kita lakukan, tahapan tersebut seperti yang kita bahas dibawah ini.

Mempersiapkan bibit kentang

Sebelum melakukan penanaman umbi kentang sebaiknya disimpan terlebih dahulu selama lebih kurang tiga bulan, tujuannya adalah untuk mengetahui umbi kentang sudah mampu bertunas dengan baik, halo ini disebabkan karena umbi kentang memiliki masa dormasi, kemudian umbi yang sudah bertunas dilakukan seleksi pemangkasan.

Jika tunas memiliki panjang lebih dari 2 cm sebaiknya dibuang saja, karena tunas yang panjang juga tidak baik untuk dibudidayakan secara komersil, dan berat umbi yang baik untuk bibit berkisar antara 30 - 50 gram perbuah.

Pengolahan tanah untuk budidaya kentang

Memperhatikan kondisi tanah sebelum dilakukan penanaman sangat penting, bagaimana kondisi tanah yang akan ditanami kentang tersebut, apakah kondisi tanah gembur atau padat, jika tanahnya padat maka perlu dilakukan pengolahan tanah dengan membajak, dan jarak kedalamannya lebih kurang 30 cm.

Setelah dilakukan pembajakan tanah, diamkan selama 2 � 3 hari, pada hari kedua atau ketiga setelah itu dilakukan penggaruan sedalam lebih kurang 5 cm, kemudian diamkan tanah tersebut selama satu minggu, jika kondisi tanah juragan gembur tidak usah dilakukan pembajakan cukup lakukan penggaruan saja, setelah itu diamkan selama satu minggu, hal ini sebenarnya bertujuan untuk memperbaiki aerasi tanah.

Kentang merupakan tanaman yang manja dan sensitive, oleh karena itu perlu pula diperhatikan kondisi kelembapan tanah, keadaan tanahnya tidak boleh terlalu basah dan tidak pula boleh terlalu kering, [disini letak rahasianya, terkadang petani tidak terlalu memperhatikan kelembapan tanah areal pertanaman kentang], bila tanahnya terlalu basa siapkan parit sebagai irigasinya, jika terlalu kering tanahnya maka rajinlah melakukan penyiraman.

Ketika satu minggu masa penantian tanah selesai, kemudian tanah diratakan dan dibuat garitan selebar lebih kurang 80 cm dengan ketinggian 5 cm, lalu kemudian berikan pupuk.

Penanaman kentang

Untuk menanam kentang tidak terlalu susah, umbi kentang yang telah dipangkas diletakkan dalam garitan, lalu buat jarak tanam sekitar 20 � 30 cm, setelah umbi diletakkan timbun dengan tanah sehingga terbentuk seperti gundukan setinggi 10 � 15 cm, biarkan bagian kiri dan kanannya embentuk parit untuk drainase.

Cara pemupukan tanaman kentang

Pupuk yang sebaiknya digunakan untuk tanaman kentang adalah pupuk kandang, atau boleh juga dibuat lubang tempat pemberian pupuk, hal ini gunanya untuk mengantisipasi tergerusnya pupuk, pemberian pupuk kandang sebaiknya 20 � 50 ton per hektar, ini tergantung pula dari tingkat kesuburan tanahnya, selain pupuk kandang bisa juga ditambahkan NPK sebanyak 350 kg per hektar, NPK ini cukup disebar atau dimasukkan kedalam lubang-lubang yang sudah disediakan dekat umbi kentang yang ditanam.

Cara memelihara tanaman kentang

Karena kentang merupakan tanaman yang manja dan sensitive, maka pemeliharaan kentang dilakukan dengan beberapa kegiatan.

1. Penyiraman (jika tanah padat dan kering)

Untuk daerah yang lembab dan sering turun hujan, penyiraman tidaklah terlalu penting, namun jika keadaan tanah terlihar kering barulah penyiraman dilakukan, tapi wajib diperhatikan kondisi tanahnya, jangan pula anda menyiramnya terlalu basah apalagi sampai tergenag airnya. 

2. Mengendalikan gulma

Perhatikan gulma yang tumbuh, biasanya setelah satu bulan penanaman gulma mulai terlihat, jika demikian bersihkan dengan sabit, kemudian penyiangan gulma berikutnya dilakukan setelah umur tanaman dua bulan.

3. Mengendalikan hama dan penyakit.

Pengendalian hama dan penyakit merupakan hal yang sangat penting dalam budidaya kentang. Produktifitas tanaman kentang sangat dipengaruhi oleh kondisi kesehatan tanaman. Penyemprotan fungisida maupun insektisida dimulai sejak tanaman berumur 10 hari. Interval penyemprotan dilakukan dua kali seminggu, atau tergantung dari gejala kerusakan yang terlihat.

Obat-obatan yang diberikan berupa fungisida (dithane dan vondozeb) dan insektisida (hostathion). Konsentrasi yang dianjurkan sesuai dengan petunjuk penggunaan pada label. Selain dengan penyemprotan, pengendalian hama dan penyakit bisa dilakukan juga dengan rotasi tanaman. Lakukan pergiliran tanaman dengan tanaman kacang-kacangan atau palawija. Waktu rotasi tanaman diperlukan sekurang-kurangnya 2-3 tahun, baru lahan bisa ditanamai tanaman kentang lagi.

Jenis-jenis hama dan penyakit yang biasa ditemukan dalam budidaya kentang di Indonesia antara lain:

� Busuk daun (Phytophthora infestans)

� Penyakit layu bakteri (Pseudomonas Solanacearum)

� Bercak lunak (Altenaria Solani)

� Penyakit layu fusarium (Fusarium Oxysporum)

� Virus gulung daun (PLRV)

� Root knot nematodes (Meloidogyne Spp.)

� Ulat gulung (Phthorimae Operculella)

� Pekung (Rhizoctonia Solani)

� Virus (Virus X, Virus Y, Virus S)

� Oteng-oteng (Epilachna Puntata)

� Ulat tanah (Agrotis Ipsilon)

� Kutu daun hijau (Myzus Persicae dan Aphis Nasturtii)

� Orong-orong (Cryllotalpa Sp.)

Masa Panen kentang

Umur tanaman kentang sampai siap panen bergantung pada jenis kentang, tinggi lahan dan musim, umumnya satu siklus budidaya kentang sampai umbi siap dipanen antara 80-120 hari.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika panen kentang.

* Jangan panen kentang terlalu dini atau terlalu tua. 

Panen yang terlalu dini, membuat kualitas kentang rendah karena pembentukan karbohidrat dalam umbi masih belum optimum. Sedangkan pemanenan yang terlalu tua meningkatkan resiko umbi kentang terserang penyakit dan rusak.

Untuk memastikan kesiapan panen kentang, lakukan uji coba yakni dengan menggali umbi kentang secara acak, pengambilan contoh harus dilakukan secara merata sehingga mewakili lokasi tanam. 

Umbi yang sudah diambil dilihat tingkat kematangannya, atau, bila kita sudah terampil bisa pula dengan cara memperhatikan bentuk dan warna daun kentang, tanaman yang siap panen, warna hijau daunnya mulai pudar dan terlihat kering.
Cara Menanam Kentang Yang Baik Di Daerah Pegunungan
(Ilustrasi : penyakit karat daun)
Proses panen bisa dilakukan dengan garpu, dalam hal ini harus diperhatikan benar jangan sampai garpu melukai bagian umbi. Apabila takut umbi rusak terkena sosokan garpu, pemanenan bisa dilakukan dengan kored, atau cangkul tangan, dengan alat ini resiko kerusakan lebih kecil, namun kekurangannya proses panen bisa jadi lebih lama, setelah umbi digali, biarkan beberapa saat atau jemur untuk beberapa saat, sehingga lapisan tanah yang menyelimuti umbi mudah dibersihkan, kemudian kemas umbi kentang kedalam karung atau keranjang.

Demikianlah cara menanam kentang di daerah pegununan nan seger, sampai jumpa di artikel lainnya.

Salam �

Minggu, 10 April 2016

Cara Membudidayakan Pepaya California

Pepaya California sendiri merupakan jenis pepaya unggulan dengan umur genjah. Karena merupakan jenis genjah, pepaya California bisa dipanen dalam waktu singkat yaitu dapat dipanen ketika berumur 7 bulan. Karena masa panen yang cukup singkat jenis pepaya ini memiliki batang yang lebih pendek dibanding dengan jenis pepaya yang lain. Dari buah pepaya California memiliki ciri-ciri berukuran 0,8 � 2 kg/buah, berkulit tebal, berbentuk lonjong buah matang berwarna kuning, rasanya manis, daging buah kenyal dan tebal.

Dari segi produktifitas, pepaya California memiliki produktifitas yang cukup tinggi. Seperti yang sudah dijelaskan diatas masa panen bisa dilakukan ketika berumur 7 bulan � 9 bulan dengan umur produktifitas hingga 4 tahun. Panen pepaya California bisa dilakukan empat kali setiap bulannya. Dalam setiap panen bisa menghasilkan 10-20 buah pepaya setiap pohonnya. Jika anda membudidaya pepaya California dalam lahan 1 hektar, dalam sekali panen bisa menghasilkan 2 ton pepaya California.

[Baca juga - Cara membuat singkong tumbuh dengan banyak umbi]

Penyemaian Benih Pepaya California
Bibit pepaya california

Bibit pepaya California dihasilkan dari penyemaian biji. Bisa didapat dari buah pepaya California yang matang dipohon atau beli di toko pertanian. Berikut ini langkah-langkah menyemai benih pepaya California :

Biji yang akan digunakan untuk benih direndam dalam air selama semalam. Setelah semalaman cek benih, yang digunakan untuk benih adalah yang tenggelam.
Biji yang sudah dipilih diperam dalam kertas Koran/kain basah selama seminggu, untuk pemeliharaan cukup menjaga kelembapan Koran atau kain.
Benih yang sudah diperam selama 1 minggu sudah siap untuk disemai didalam polibag, komposisi media tanam yang digunakan adalah tanah halus dan kompos dengan perbandingan 2:1
Bibit siap ditanam di lahan budidaya ketika sudah berumur 1-1,5 bulan.

Penanaman Bibit Pepaya California

Sebelum melakukan penanaman bibit lahan terlebih dahulu dibersihkan dari rumput liar. Langkah selanjutnya buat lubang tanam dengan jarak antar tanaman 2,5 M x 2,5 M atau 2,5 M x 2,75 M. Populasi tanaman perhektar antara 1.450 hingga 1.600 pohon. Lubang dengan campuran tanah dan pupuk kandang.

Lubang yang sudah dibuat selanjutnya dialiri dengan air. Dan bibit bisa ditanam langsung ke lubang tanaman. Waktu yang paling tepat dalam menanam bibit pepaya California adalah diwaktu sore hari.
Pemeliharaan Tanaman Pepaya California

Langkah-langkah perawatan tidak jauh berbeda dengan tanaman lainnya. Hanya perlu dilakukan penyiraman, pemupukan dan penyulaman ketika ada bibit yang mati.

Untuk mendapatkan produktifitas yang maksimal pemupukan harus dilakukan baik dengan pupuk organik maupun pupuk non organik. Pemupukan dilakukan ketika penanaman dengan memberi pupuk kandang atau pupuk kompos dengan takaran 40kg/ tanaman. Pemupukan dilakukan kembali dengan menggunakan pupuk NPK setenah bibit berumur 2 minggu dengan takaran 200 gram/pohon. Pemupukan dilakukan kembali dengan pupuk kandang dan NPK per tiga bulan sekali dengan takaran 500 gr NPK/pohon + 40 kg pupuk kandang/pohon. Khusus setelah tanaman berbuah bisa ditambah pupuk KCI untuk meningkatkan ketahanan dan kemanisan buah.

[Baca juga - Nutrisi dalam sayuran]

Panen dan Pasca Panen Pepaya California

Masa panen pertama bisa dilakukan diumur antara 7-9 bulan. Buah pepaya California yang sudah dapat dipanen adalah yang sudah matang dengan tanda ada warna semburat kuning pada kulit buah. Untuk panen dilakukan dengan cara memotong tangkai buah, untuk periode tanam bisa dilakukan setiap 10 hari sekali.

Demikian langkah-langkah budidaya pepaya California komplit. Semoga artikel ini dapat membantu anda dalam melakukan usaha budidaya pepaya California. Salam Budidaya.
Tags: bibit pepaya california, budidaya pepaya, Budidaya Pepaya California, harga pepaya california, manfaat pepaya california, Pepaya California.



*Sumber : e-Petani

Rabu, 13 Januari 2016

Cara Ekstraksi Jernang Suku Kubu

Suku Kubu atau yang lebih populer dikenal dengan suku anak dalam (SAD), merupakan suku pedalaman yang menggantungkan seluruh hidupnya dari hasil hutan, baik itu hewan liar sebagai buruan, buah-buahan hutan dan �hal-hal lain� yang diproduksi oleh hutan.

Sebagai suku yang memanfaatkan hasil hutan, salah satu tanaman yang dimanfaatkan suku kubu sebagai sumber pendapatan adalah buah rotan, atau lebih dikenal dengan buah jernang, dalam bahasa latinnya dikenal dengan nama �Daemonorops Draco BL�, dikalangan pasar gelap dikenal dengan istilah �Darah Naga� dan banyak istilah lainnya.

Buah jernang dimanfaatkan sebagai bahan mentah berbagai produk, diantaranya untuk obat-obatan, bahan pewarna, dan lain sebagainya, di pasar gelap hasil ekstrak buah ini diekspor ke berbagai Negara, ke China, India, Malaysia, dan Jepang, karena pemasaran getah jernang tidak diatur oleh Negara Indonesia, harga getah ini dibandrol antara Rp 700.000/kg s/d Rp 1.000.000/kg, tergantung kualitas yang dihasilkan.

Tanaman rotan penghasil buah jernang bagi suku kubu sangat sensitive, mengingat pesaing mereka dalam mendapatkannya tidak hanya dari sesama kalangan suku kubu, namun juga dari orang luar (masyarakat kampung), karena itu biasanya ketika musim buah jernang suku kubu sibuk didalam hutan dan mereka semakin sulit ditemukan.

Pendampingan suku kubu yang dilakukan perkumpulan peduli kabupaten Dharmasaraya bersama SSS-Pundi Jambi, mencatat berbagai perkembangan dan fenomena kehidupan suku ini di hutan pedalaman Dharmasraya, salah satunya cara mereka mengolah buah jernang.

Selama pendampingan hampir tidak pernah terdengan suku kubu melakukan budidaya rotan penghasil buah jernang ini, mak Marni salah seorang dari komunitas suku kubu pernah mengatakan, sulit untuk membudidayak rotan penghasil jernang ini, sebab belum tentu setiap bibit yang ditanam tersebut menghasilkan buah jernang, karena itu yang bisa mereka lakukan hanyalah menjaga agar tumbuhan tersebut tidak ditebang, dan �menjaganya� dari pandangan orang luar.

Karena banyaknya pesaing dari orang luar, biasanya kelompok suku kubu lebih awal menjaga �permata� mereka ini, dimana biasanya musim jernang pada bulan September � Desember, mereka mulai berpindah masuk lebih dalam kehutan pada bulan agustus.

Studi penelitian yang dilakukan Totok K Waluyo, Teknik Ekstraksi Tradisional Dan Analisis Sifat-Sifat Jernang Asal Jambi, menyatakan jernang adalah resin yang merupakan hasil sekresi buah rotan jernang, resin tersebut menempel dan menutupi bagian luar buah rotan.

Ekstraksi buah jernang oleh suku kubu biasanya dilakukan dengan cara ekstraksi kering, berikut ini cara ekstraksi buah jernang.

Cara ekstraksi buah jernang

Alat dan bahan : ambung (keranjang rotan), kayu penumbuk, lembaran plastic untuk penampung.

1. Buah jernang dilepaskan dari tandannya

2. Buah jernang kemudian dimasukkan kedalam ambung

3. Kemudian ditumbuk perlahan-lahan

4. Jernang yang keluar melalui celah-celah ambung ditampung dengan plastik

Serbuk hasil ekstraksi dimasukkan kedalam plastik, lebih kurang tiga puluh menit hasil ekstraksi akan mengeras dan menggumpal.

Tidak semua jenis rotan menghasilkan buah jernang, rotan yang menghasilkan buah jernang diantaranya adalah, Daemonorops draco BL.; D. draconcellus BECC.; D. mattanensis BECC.; D. micrantus BECC.; D. motleyi BECC.; D. propinquess BECC.; D. rubber BL.; D. sabut BECC.; D. micracanthus BECC. dan lain-lain Jenis-jenis tersebut tersebar di pulau Sumatera (Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan dan Bengkulu), Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur.
Cara Ekstraksi Jernang Suku Kubu


Credit :

- Tatok K Waluyo - TEKNIK EKSTRAKSI TRADISIONAL DAN ANALISIS SIFAT-SIFAT JERNANG ASAL JAMBI
- SSS - Pundi Jambi
- Perkumpulan Peduli, Dharmasraya

Jumat, 29 Mei 2015

Panduan Praktis Pengelolaan Tanah untuk Bertanam Sayuran

COLLECTIE TROPENMUSEUM 'Bemestingsproef van bi...
COLLECTIE TROPENMUSEUM 'Bemestingsproef van bibit in ingegraven potten TMnr 10012056 (Photo credit: Wikipedia)
Tanah walaupun dilihat sepintas sama, tetapi memiliki sifat-sifat yang berbeda antara satu jenis tanah dengan jenis tanah yang lainnya. Bahkan, dalam setiap jengkal tanah memiliki sifat yang berbeda, apalagi jikalau tanah tersebut berbeda tempat. Oleh karena itu, ketika kita hendak bertanam sayuran harus diperhatikan cara pengelolaan tanah tersebut, khususnya dalam segi karakteristik wilayah. Berikut panduan praktis dalam pengelolaan tanah.

Tipe tanah dan pengolahan Lahan

Tipe tanah yang dimaksud disini adalah sifat kimia dari tanah tersebut seperti apakah terlalu banyak mengandung pasir, debu (lempung) ataukah terlalu banyak mengandung liat. Tipe tanah dan lahan utama yang mungkin dihadapi dalam usaha pertanian sayuran di daerah tropika khususnya adalah sebagai berikut:

Areal atau daerah datar atau lempungan rendah dengan pengelolaan sebagai masalah utama. Daerah demikian dapat terdiri dari beberapa jenis tanah Inceptisol, Entisol (yang merupakan tanah-tanah muda yang masih berkembang), Mollisol (tanah-tanah lunak atau tanah dengan solum dangkal), tanah Vertisol (tanah dengan sifat plastis yang mudah mengembang dan mengerut), dan di kawasan dengan intrusi garam serta tanah Aridisol (tanah di daerah dengan curah hujan yang rendah atau kering). Kebanyakan tanah ini adalah tanah masam (pH di bawah 7), tetapi tanahVertisol dan Aridisol dapat mendekati netral atau basa. Kebanyakan tanah-tanah tersebut berasal dari fraksi yang sangat mudah lapuk daribahan induknya dan sangat sukar dikelola, kecuali Vertisolyang berasal dari bahan induk basalt. Beberapa tanah marin atau tanah di daerah pantai, bila dikelola, dapat menjadi sangat masam (tanah sulfat masam). Beberapa daerah rendah mungkin juga mempunyai lapisan gambut di lapisan subsoilnya. 

Tanah-tanah pasir koluvial, daerah dengan kontur datar atau sedikit berbukit dengan pengatusan yang lebih baik, atau terbentuk dari hasil endapan sedimen di dekat atau diantara bukit-bukit atupun didaerah atas dataran banjir (flood plain). Beberapa tanah koluvial berasal dari bahan letusan gunung api atau batu kapur sehingga dari segi pengolahannya lebih mudah ditangani.
Tanah-tanah pedalaman berbukit, mencakup daerah landai sedang sampai curam yang dalam pengelolaannya memerlukan penterasan konstruksi bedengan untuk budidaya sayuran. Tanah dalam kategori ini adalah tanah Oxisol, Alfisol dan Ultisol. Tergantung bahan induknya, tanah-tanah ini dapat mudah atau sukar diolah dan mantap atu sangat peka terhadap erosi

Banyak tanah dataran yang mengandung fraksi debu yang sangat mudah lapuk memiliki sifat yang kurang baik, yaitu mengeras jika kering. Sifat ini akan menghalangi pertumbuhan semai dan memerlukan pengolahan permukaan tanah yang intensif untuk memecah keraknya. Untuk pengolahan tanah jenis ini dapat digunakan mulsa untuk menjaga agar permukaan tanah tetap basah. 

Tanah-tanah tersebut juga dapat menjadi sangat lekat dan sukar diolah ketika basah. Dalam kondisi basah, juga sangat sulit untuk berjalan atau menggunakan peralatan di tanah tersebut, karena tanah melekat pada alas kaki dan roda kendaraan serta mesin-mesin. Untuk melakukan kegiatan pertanian sangat diperlukan papan-papan untuk berjalan. Ini dapat berupa papan pendek biasa yang panjangnya 1-2 m, dilengkapi dengan gelang-gelang kaki sehingga dapat dipindah-pindahkan atau dibuat permanen. 

Masalah utama lainnya (khususnya pada tanah lempung dan berpasir) adalah kerentanannya yang besar terhadap erosi. Hujan lebat selama beberapa hari dapat melarutkan banyak tanah. Oleh karena itu, solusi untuk masalah ini adalah penggunaan mulsa. Pemberian mulsa organik pada bedengan yang baru ditanami selalu menguntungkan pada tanah yang bertekstur halus. Pada akhirnya, mulsa akan terurai tetapi pada saat itu tajuk tanaman akan sudah menutup tanah dengan baik. Bila bedengan diberi mulsa jerami, kompetisi gulma akan ditekan selama beberapa minggu sesudah pengolahan tanah. Setelah itu, apabila tanaman tumbuh baik, mulsa boleh di sisihkan karena sudah tidak dibutuhkan lagi untuk menutup permukaan tanah.

Panduan Praktis Pengelolaan Tanah untuk Bertanam Sayuran

Selasa, 02 Desember 2014

Cara Mudah Memperbanyak Tanaman Buah Dengan Stek

Umumnya bibit buah-buahan diperbanyak dengan stek jarang dilakukan orang, karena stek tumbuhnya lambat dan hasilnya kurang memuaskan. Namun sebenarnya tidak demikian asalkan ada tempat yang cukup menjamin kelembapan, suhu udara, cuaca dan air yang cocok untuk pertumbuhan stek.

Cara mudah untuk membuat stek
1. Sediakan bak kayu atau pot yang ada penutasan airnya, pada dasar bak atau pot diberi lapisan pacahan batu bata atau genteng setebal lebih kurang sepuluh sentimeter.
2. Gunakan media pasir yang bersih dicampur dengan sekam padi dengan perbandingan 3 : 1
3. Tutup rapat tempat penyetekan dengan kain atau plastik putih.
4. Letakkan ditempat yang teduh.
langkah penyetekan seperti diatas sudah cukup memenuhi syarat iklim.

Macam bentuk stek
a. Stek batang/cabang
untuk membuat stek ranting atau pucuk dilakukan dengan cara potong pangkal daun sepanjang lebih kurang 25 cm, sisakan daun paling atas sebanyak 2 lembar, semua stek dipotong tepat dibawah mata/buku, dipotongnya berbentuk tumit atau martil. hal ini dimaksud agar setelah ditanam akar mudah keluar dan tidak mudah goyang, ujung potongan bagian pangkal ditempeli dengan tanah lembek yang besarnya kira-kira sebesar buah kemiri. bisa dilakukan untuk buah-buahan jambu biji dan jeruk.
c. Stek akar.
Stek akar ini bisa dikerjakan untuk tanaman buah seperti jambu biji, sukun dan lainnya, akar yang besarnya 1 - 2 cm, kemudian akar ini dipotong-potong lagi sepanjang 4 - 5 cm, kemudian ditanam dengan cara mendatar rata dengan permukaan pasir/tanah.

Cara membuat stek yang baik.
Cabang yang akan di stek dipotong sepanjang 30 - 40 cm, daunnya dibuang ( stek seperti ini juga bisa dilakukan untuk jambu air, delima, apel, anggur, dan ceremai), semua stek ditanam dengan cara memiringkan dengan sudut 60 derjat.

Untuk mempercepat akar keluar sebaiknay dibantu dengan zat perangsang tumbuh yang diperdagangkan seperti merek Rhizopon A, RHizopon B, Rootone dan lain sebagainya.

Setelah semua stek ditanam kemudian disiram, menyiram sebaiknya dilakukan dengan spayer kecil, karena penutup kain atau plastik mempunyai sifat menahan air, jadi penyiraman tidak perlu dilakukan setiap hari.

Setelah stek-stek tumbuhtunas dan berakar banyak, pindahkan pada wadah atau pot dengan cara dicungkil secara hati-hati, kemudian pindahkan ke wadah berisi tanah dan pupuk kandang, karena ujung stek ditempeli tanah, akar yang tumbuh biasanya banyak.

menanam tanaman


Selasa, 11 November 2014

Kandungan Buah Jambu Biji

Jambu biji (Guava, Psidium guajava) secara literatur berasal dari Amerika tengah, tanaman ini dapat tumbuh baik didataran rendah maupun di dataran tinggi, umumnya ditanam di pekarangan dan di ladang-ladang, pohon jambu biji merupakan tanaman perdu yang banyak bercabang, tingginya dapat mencapai 12 m, besarnya buah bervariasi dari yang berdiameter 2,5 cm sampai dengan 10 cm.

Jambu yang digemari oleh kebanyakan masyarakat ini umumnya berdaging lunak dan tebal, rasanya manis, berbiji sedikit dan buahnya berukuran besar, beberapa jenis jambu biji yang diunggulkan antara lain jambu pasar minggu, jambu bangkok, jambu palembang, jambu sukun, jambu apel, jambu sari, jambu merah, dan jambu merah getas.

Beberapa jenis jambu biji yang banyak dikenal antara lain :
1. Jambu biji manis
Bentuk buah bulat meruncing ke pangkalnya, kulit buahnya tipis dan jika matang berwarna kuning muda, dagingnya putih, bijinya banyak rasanya manis dan harum baunya.
2. Jambi biji gembos atau jambu biji susu
Bentuk buahnya bulat agak lonjong dengan meruncing kepangkalnya, kulitnya tebal dan jika buah matang berwarna agak kuning, daging buahnya putih, bijinya tidak banyak, rasa kurang manis dan harum baunya.
3. Jambu biji delima
Bentuk buah bulat dan bermoncong dipangkalnya, kulitnya agak tebal, daging warnanya merah, berbiji banyak dan rasanya manis.
4. Jambu biji piit (pipit)
Bentuknya bulat kecil-kecil, kulitnya tipis, buah matang berwarna kuning, daging buahnya putih rasanya manis dan harum baunya.
5. Jambu biji perawas
Bentuk bulat lonjong lebih besar dari empat jenis jambu diatas, kulit tebal, buah matang berwarna kuning, dagingnya merah, bijinya tidak banyak, rasanya agak asam, baunya harum seperti jambu biasanya.
6. Jambu biji sukun
Bentuknya bulat besar, kulit tebal, buah matang berwarna kuning, hampir tidak berbiji, rasanya hambar, harum baunya.

Dari berbagai jenis jambu biji diatas, jambu biji mengandung vitamin C paling tinggi dan juga mengandung vitamin A, dibanding buah-buahan lainnya seperti jeruk manis yang mempunyai kandungan vitamin C 49 Mg/100 g, kamdungan vitamin C jambu biji dua kali lipat, vitamin C ini sangat baik sebagai zat antioksidan, sebagian besar vitamin C jambu biji terkonsentrasi pada kulit dan daging bagian luarnya yang lunak dan tebal, kandungan vitamin C jambu biji mencapai puncaknya menjelang matang.

Selain sebagai pemasok andal vitamin C, jambu biji juga kaya serat, khususnya pectin (serat larut air), yang digunakan untuk bahan pembuat gel atau jelly, manfaat penting lainnya adalah untuk menurunkan kolesterol yaitu dengan mengikat kolesterol dan asam empedu dalam tubuh dan membantu pengeluarannya.

Kandungan vitamin dalam jambu biji
1. Energi : 49,00 kal, kandungan Vitamin A, jumlah 25 SI.
2. Protein : 0,90 gr, kandungan vitamin B1, jumlah 0,05 mg.
3. Lemak : 0,30 gr, kandungan Vitamin B2, jumlah 0,04 mg.
4. Karbohidrat : 12,20 gr, kandungan vitamin C, jumlah 87,00 mg.
5. Kalsium : 14, 00 mg, kandungan Niacin, jumlah 1,10 mg.
6. Fosfor : 28,00 mg, kandungan serat, jumlah 5,60 gr.
7. Besi : 1,10 mg, kandungan air, jumlah 86 gr.

Jambu biji juga mengandung tannin, yang menimbulkan rasa sepat pada buah tetapi juga berfungsi memperlancar pencernaan, sirkulasi darah, dan berguna untuk menyerang virus.

Jambu biji juga mengandung kalium yang berfungsi meningkatkan keteraturan denyut jantung, mengaktifkan kontraksi otot, mengatur pengiriman zat-zat gizi lainnya ke sel-sel tubuh, mengendalikan keseimbangan cairan pada jaringan dan sel tubuh serta menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida darah, serta menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi), menurut Dr, James cerda dengan memakan jambu biji 0,5 - 1 kg/hari selama empat minggu resiko terkena penyakit jantung akan berkurang sebesar 16 %.

Dalam jambu biji juga ditemukan likopen yaitu zat nirgizi potensial lain selain serat, likopen adalah karatenoid (pigmen penting dalam tanaman) yang terdapat dalam darah (0,5 mol perliter darah) serta memiliki aktifitas anti oksidan. riset-riset epidemiologis likopen pada studi yang dilakukan peneliti Italia, mencakup 2.706 kasus kangker rongga mulut tekek, khususnya pada jambu biji yang daging buahnya berwarna merah, berbiji banyak dan berasa manis mempunyai efek memberikan perlindungan pada tubuh dari beberapa jenis kangker.

Disamping manfaat jambu biji untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah serta mencegah munculnya kangker, meperkuat daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit, meningkatkan kesehatan gusi, gigi dan pembuluh kapiler serta membantu penyerapan zat besi dan penyembuhan luka, jambu biji juga berkhasiat anti radang, anti diare dan menghentikan pendarahan, misalnya pada penderita demam berdarah dengue (DHF)

Kandungan kimia daun jambu biji berupa tanin dapat mengawetkan telur ayam ras, tanin akan bereaksi dengan protein yang terdapat dalam kulit telur yang mempunyai sifat menyerupai kolagen kulit hewan sehingga terjadi proses penyamakan kulit berupa endapan berwarna cokelat yang dapat menutup pori-pori telur dan kulit telur tersebut menjadi impermeable (tidak dapat tembus) terhadap has dan udara dan pengawetan telur ayam ras dengan memanfaatkan daun jambu (Psidium guajava L) merupakan biaya pengolahan yang murah dan mutu telur ayam ras bertahan selama lebih kurang satu bulan.

Manfaat Buah jambu Biji
1. Obat diabetes Melitus
Untuk mengobati diabetes berikut caranya :
a. Sediakan satu buah jambu biji setengah masak.
b. Buah jambu biji dibelah menjadi empat bagian, kemudian rebus dalam 1 liter air sampai mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya, kemudian diminum dua kali sehari, pagi dan sore.
2. Obat penyakit Maag
Caranya ;
a. ambil delapan lembar daun jambu biji segar.
b. rebus daun tersebut didalam 1, 5 liter air sampai mendidih, kemudian disaring airnya, minum air tersebut tiga kali sehari, pagi, siang, dan sore.
3. Obat sakit perut
Caranya ;
a. sediakan lima lembar daun jambu biji, satu potong akarnya, satu potong kulit dan batangnya
b. rebus dalam 1,5 liter air sampai mendidih, kemudian saring airnya, air tersebut diminum dua kali sehari, pagi dan sore.
4. Obat sakit perut atau diare pada bayi yang masih menyusui
Caranya ;
a. sediakan jambu biji yang masih muda dan garam secukupnya
b. kemudian dikunyah oleh ibu yang menyusui anak tersebut. airnya ditelan dan ampasnya dibuang.
5. Obat masuk angin
Caranya ;
a. sediakan sepuluh lembar daun jambu biji yang masih muda
b. satu butir cabai merah
c. tiga buah asam
d. gula kelapa secukupnya
e. garam secukupnya
f. semua bahan diatas direbus bersama dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian disaring dan diambil airnya, minum air saringan tersebut sebanyak dua kali sehari
6. Beser (sering kencing) berlebihan
Caranya ;
a. satu genggam daun jambu biji yang masih muda
b. tiga sendok bubuk beras yang digoreng tanpa minyak (sangrai)
c. kedua bahan tersebut diatas direbus bersama dengan 2,5 gelas air sampai mendidih, hingga diperkirakan air rebusan tersebut tinggal satu gelas kemudian disaring, air tersebut diminum setiap tiga jam sekali sebanyak tiga sendok makan
7.Obat prolapsisani
Caranya ;
a. satu genggam daun jambu biji,
b. satu potong kulit batang jambu biji
c. semua bahan diatas direbus bersama dengan dua gelas air sampai mendidih, kemudian disaring airnya,
d. air saringan yang masih hangat tersebut digunakan untuk mengompres selaput lendir pusar pada bayi
8. Obat sariawan
Caranya ;
a. satu genggam daun jambu biji,
b. satu potong kulit batang jambu biji
c. kedua bahan diatas direbus bersama dengan dua gelas air sampai mendidih kemudian disaring airnya, minum air tersebut dua kali sehari
9. Obat sakit kulit
Caranya ;
a. satu genggam daun jambu biji yang masih muda
b. tujuh kuntum bunga jambu biji
c. kedua bahan diatas ditumbuk sampai halus
d. gosok ke bagian kulit yang sakit
10. Obat luka baru
Caranya ;
a. tiga buah pucuk daun jambu biji
b. kunyah daun tersebut sampai halus
c. tempelkan pada bagian luka, khasiatnya agar tidak mengeluarkan darah terus menerus.

menanam tanaman


* Diolah dari berbagai sumber.

Senin, 20 Oktober 2014

Budidaya Tanaman Kentang (Solanum tuberosum)

Budidaya
Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika melakukan budidaya tanaman kentang ini adalah sebagai berikut:

1. Kentang menyukai tanah yang diolah dengan baik, gembur dan memiliki drainase yang baik.

2. Umbi yang baik untuk bibit adalah umbi yang sebesar telur utuh, telah bertunas baik.  Umbi bibit harus ditanam langsung dalam pupuk kandang, kira-kira sedalam 20 - 25 cm, kemudian  umbi ditutup kembali dengan tanah bedengan hingga kedalaman 10 - 12 cm, agr kegiatan budidaya seperti penyiangan, pemupukan, penyemprotan dan pembubungan lebih mudah. Umbi yang telah bertunas dengan baik memiliki banyak keuntungan seperti pertumbuhan yang lebih cepat sehingga waktu serangan patogen terbawa tanah  seperti Rhizoctonia solani lebih pendek. Idealnya, tunas harus meilki panjang 2 - 3 cm serta kuat dan hijau. Hal dapat tercapai dengan menyimpanya dalam gudang yang memiliki ventilasi dan pencahayaan yang baik, akan lebih baik jika di letakkan dalam kotak 'chitting' yang dibuat dengan baik yang memungkinkan dapat dilakukan pemriksaan umbi secara periodik. Umbi yang busuk harus dibuang. Karena kultivar-kultivar berbeda-beda masa dormansinya, varietas yang bertunas cepat memerlukan perlakuan penyerbukan dengan menghambat pertunasan (sprout depressant). Fusarex sangat baik untuk hal ini, selain dapat juga berfungsi sebagai pelindung dari penyakit busuk kering (Fusarium solani var. coeruleum). JIka memungkinkan umbi-umbi besar sebaiknya jangan dipotong-potong untuk bibit, karena kemungkinan kerugian oleh bakteri busuk basah dan jamur tanahakan sangat besar. Jika hal tersebut tidak dapat dihindarkan, maka potongan-potongan tersebut harus dirawat dengan baik sebelum penanaman.

3. Sebaiknya guludan atau bedengan dibuat terpisah dengan jarak 60 cm.

4. 15 - 20 ton/ha pupuk organik matang harus disebar merata pada dasar bedengan. Selain itu harus ditambah dengan 200 kg/ha pupuk majemuk 12:12:17:2 + UM. Jika pupuk organik tidak tersedia, maka pupuk majemuknya dapat ditambah menjadi 400 kg/ha. Hal terpenting yang harus diingat saat melakukan pemupukan dengan bahan organik adalah  jangan menebarnya di atas permukaan tanah karena manfaat bahan organiknya akan hilang karena proses oksidasi.


5. Pembubunan harus dilakukan minimal dua kali, pertama kali ketika tanaman mencapai tinggi 20 cm dan kedua pada saat sebelum tajuk daun menutupi setengah ruang antar bedengan. Pada saat itu jika diperlukan, dapat diberikan tambahan pupuk dalam lajur pada bedengan sebelum pembubunan untuk memastikan tidak ada pupuk yang hilang saat hujan turun.  Selain itu, keuntungan lain dari pembubunan adalah jika di daerah tropika, saat hawar daun dan ngengat umbi aktif pembubunan yang baik akan mengurangi kemungkina spora hawar dan larva ngengat umbi mencapai umbi, dan membantu menghindarkan kemungkina kerugian besar dalam penyimpanan nantinya.

Perlindungan Tanaman
Tanaman kentang rentan terhadap hama dan penyakit. Hawar basah (Phytophthora infestans) merupakan penyakit jamur yang paling serius menyerang kentang; jika menyerang saat awal berarti akan terjadi kehilangan besar-besaran hasil panen jika tidak dilakukan tindakan pengendalian. Penggunaan varietas yang resisten kini telah tersedia, tetapi karena jamur telah bervariasi, maka ketahanannya kadang sulit terutama ketahanann yang diatur oleh gen mayor kentang. Bahan kimia masih sangat diperlukan untuk m,engendalikan penyakit ini dan beberapa diantaranya yang cocok untuk untuk penyakit ini adalah Ridomil MZ, Dithane M-45, captafol, dan Difolatan. Ridomil MZ harus digunakan bergantian dengan fungisida spektrum lebar untuk menghindari ketahanan jamur terhadap komponen Metaloksilnya. Lagi-lagi pembubunan merupakan hal penting untuk melindungi umbi terhadap infeksi. Jika hawar ini datang pada stadia yang lanjut (tua), cukup melakukan penyemprotan dengan herbisida seperti paraquat dan diquat. Jika mungkin, sebainya dikuti dengan penyemprotan senyawa tembaga. Dan sebainya mencelup umbi bibit dalam fungisida seperti Aretan atau Captan sebelum dikeringkan dan disimpan.

Hawar kering (Alternaria solani) dapat menyebabkan kerontokan daun yang parah,  penggunaan zineb dapat mengendalikannya. Kudis hitam (Rhizoctonia solani) merupakan penyakit yang paling luas penyebarannya dari semua penyakit kentang yang muncul dalam kondisi yang panas dan lembab, dapat menyebabkan kerugian berat pada tanaman melalui infeksi-infeksi tunas yang muncul pertama kemudian menyebar ke batang dan leher akar, sehingga tanaman menjadi layu. Penanggulangannya dengan menggunakan fungisida Rizolex pada bibit atau benih.

Penyakit layu bakteri (Pseudomonas solanacearum) merupakan penyakit paling serius di daerah tropika panas, dan sampai sekarang belum ada varietas yang resisten terhadap penyakit ini. Pengendalian yang dapat dilakukan adalah melalui penggunaan benih bersih, pergiliran dengan tanaman yang tidak rentan dan jika terjadi penimbuna penyakit, lakukan dua atau tiga hari bero (masa istirahat lahan) disertai dengan pengolahan tanah yang sering, hal ini untuk mendedah bakteri terhadap panas matahari. Bakteri busuk basah (Erwinia spp.) dapat menyebabkan kerugian besar saat penyimpana, di lapangan bakteri ini menimbulkan penyakit kaki hitam. Oleh karena itu, lagi-lagi bibit yang bersih dan pencelupan dengan fungisida untuk umbi bibit, yang harus dipilih secara teliti dan bebas cacat akan membatasi infeksi.

Virus mozaik dan daun menggulung kadangkal ditemukan juga dalam pertanaman kentang, infeksi berat dari kedua virus tersebut dapat mengurangi hasil sampai 80%. Sebaiknya gunakan bibit yang bersertifikat, teapi jika tidak tersedia, petani harus membuang semua tanaman yang menunjukkan gejala infeksi virus ini serta mengendalikan vektor-vektornya terutama serangga afid.

Hama ngengat umbi kentang (Phythorimaea operculla) dapat sangat merusak baik di lapangan maupun dalam penyimpanan kentang. Pengendaliannya dapat dilakukan dengan pembubunan bedengan yang baik, pada infeksi berat, bahan kimia diperlukan untuk pengendaliannya. Alangkah lebih baik, jika menggunakan perangkap cahaya untuk menangkap ngengat yang bertelur.

menanam-tanaman
(Sumber foto: dodi-merangin.blogspot.com)