Sabtu, 28 Mei 2016

Cara Membuat Buah Pinang Tetap Berat Ketika Dijual

Cara Membuat Buah Pinang Tetap Berat Ketika Dijual
Buah Pinang masak dibatang
Tanaman yang satu ini dipastikan bisa tumbuh dan hidup diseluruh wilayah Indonesia, meski harganya tidak terlalu menarik untuk dijadikan bisnis penopang penghasilan rumah tangga, namun tetap saja pinang banyak ditanam dan dibudidayakan masyarakat.

Ada banyak hal yang membuat pinang ditanam dan dipelihara, diantaranya sebagai pagar, sebagai patok batas, dan sebagai hiasan tergantung dari jenis pinangnya, namun yang umumnya dilakukan masyarakat Indonesia, pinang ditanam sebagai pengganti pagar halaman dan hiasan taman.

Buah pinang digunakan untuk pembuatan berbagai kebutuhan manusia, diantaranya sebagai campuran bahan pewarna, obat-obatan, dan juga sebagai bahan makanan sebagaimana banyak ditemukan di Papua dan wilayah timur Indonesia lainnya, dahulunya pinang sering digunakan orang sebagai buah simbolis ketika hajatan, sehingga ketika mengundang seseorang seringkali pinang diberikan sebagai bentuk penghormatan terhadap tamu yang akan diundang.

Batang pinang jika ditanam sekitar tiga atau empat batang, memanglah tidak bisa diandalkan untuk membantu ekonomi keluarga, hal ini karena harga pinang di pedangan pengumpul seringkali dibandrol sangat rendah, sehingga tidak terlalu menarik selera masyarakat untuk membudidayakannya dalam skala yang cukup luas, seperti tanaman karet atau kelapa sawit.

Di Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan misalnya, kebanayak buah pinang dibiarkan saja terbuang ketika jatuh dari tangkainya, hal ini mungkin karena disana tidak ada atau tidak banyak pedangan pengumpul yang menerima buah pinang, disamping itu harganya barangkali juga tidak terlalu menarik untuk dibicarakan, sedangkan di Provinsi Sumatera Barat, hampir ditiap kabupaten masyarakatnya mengumpulkan dan menjual buah pinang, meski harganya terkadang cuma dibandrol sekitar empat ribu rupiah perkilonya.

Buah pinang meski tidak termasuk kepada komoditi yang dibanggakan untuk menunjang ekonomi keluarga, tidak ada salahnya pula kita coba memberikan tips ringan, bagaimana buah pinang yang sudah dikupas kulitnya tetap berat ketika dijual kepada pedangan pengumpul, nah bagi anda yang suka atau hobi mengumpulkan buah pinang silahkan simak tips berikut ini.

Agar buah pinang tetap berat ketika dijual maka cara berikut ini bisa dimanfaatkan

1. Buah pinang yang akan dijual sebaiknya buah yang sudah matang seutuhnya, warna buah pinang yang sudah matang biasanya berwarna kuning orange.

2. Buah pinang yang akan dijual sebaiknya tidak dibelah dua, hal ini karena buah pinang yang bulat utuh akan lebih berat dibanding buah pinang yang sudah dibelah.

3. Jemur buah pinang dibawah terik sinar matahari langsung sampai kering, sehingga mudah untuk dikupas kulitnya, tips untuk mengupas buah pinang secara sederhana adalah dengan memanfaatkan batok tempurung kelapa, batok kelapa yang terdapat lobang ditengahnya dijadikan sebagai penahan ketika buah pinang dikupas dengan cara memukulnya.

4. Jangan simpan buah pinang didalam ruangan tertutup dalam jangka waktu dua hari, karena hal tersebut akan menimbulkan jamur pada bagian tengah buah pinang yang sudah dikupas kulitnya, jika sudah berjamur maka bagian dalamnya akan ikut terkorosi sehingga menurunkan kualitas berat buah pinang.

Nah, cukup mudah bukan cara membuat buah pinang tetap berat ketika akan dijual kepada pedangan pengumpul, selamat mencoba.


Salam �

Kamis, 14 April 2016

Cara Mudah Pembuatan Pupuk Organik Cair Untuk Buah

Banyak hal yang menarik dari perkembangan teknologi pemuliaan berbasis rakyat jelata di Group jejaring social facebook, salah satunya di Group Facebook �Surono Danu�, group yang beranggotakan 2.663 anggota ini (Diakses pada jumat/15/April /2016) terlihat antusias sekali mengupas berbagai persoalan pertanian, khususnya pertanian padi, group ini terkenal dengan merek produk padinya dengan merek sertani, ada berbagai ragamnya mulai dari sertani 1 sampai sertani 18, anda juga bisa mengikuti diskusi tentang berbagai persoalan pertanian di group ini, silahkan bergabung.

Karena resep membuat pupuk organic cair (POC) kita kali ini di ambil dari diskusi group tersebut, sebagai suatu langkah untuk turut berbagi pengetahuan kepada sesame petani di dunia, kami coba tayangkan resep pembuatan pupuk organic cair untuk buah ini, terima kasih yang mendalam sebelumnya kami sampaikan kepada akun facebook atas nama �Nur Ichsan Ichsan Icong�, atas kemurahan hati beliau turut membagi ilmu sederhananya untuk semua petani di dunia, mari kita simak berikut cara pembuatan Pupuk Organik Cair untuk Buah.

Bahan-bahan yang dipersiapkan untuk pembuatan POC buah

1. Pisang matang 2 buah

2. Kuning telur ayam 1 butir

3. 1 sachet madurasa

4. 1 kiter air kelapa

5. 1 liter air perasan kunyit

6. 1 botol yakult kecil

Cara pembuatan

Blender pisang, telur dan madu kemudian masukkan kedalam toples/drigen sekaligus campurkan dengan bahan-bahan lainnya seperti madurasa, air kelapa, air perasan kunyit dan yakult, setelah semua campuran dimasukkan kocok beberapa menit kemudian dibuka tutupnya, untuk mengeluarkan gas metan yang dihasilkannya, lakukan pengocokan berulang-ulang sampai semua campuran dirasa sudah merata, kemudian diamkan selama 1 hari (24 jam), dan paling bagus jika dilakukan pengendapannya selama satu minggu.

Kontrol proses pembuatan.


Sewaktu penyimpanan perhatikan proses fermentasinya, jika gas metan tinggi buka lagi tutup derigennya, kemudian tutup lagi.

Cara aplikasi.

Disemprotkan langsung ke buah, dengan dosis takaran 5 ml perliter air campuran.

Berikut ini foto penampakan untuk penggunaannya pada tanaman padi, yang diunggah oleh Nur Ichsan Ichsan Icong di Group Surono Danu.



Sumber : Nur Ichsan Ichsan Icong, diposting di group Facebook : Surono Danu

Minggu, 10 April 2016

Cara Membudidayakan Pepaya California

Pepaya California sendiri merupakan jenis pepaya unggulan dengan umur genjah. Karena merupakan jenis genjah, pepaya California bisa dipanen dalam waktu singkat yaitu dapat dipanen ketika berumur 7 bulan. Karena masa panen yang cukup singkat jenis pepaya ini memiliki batang yang lebih pendek dibanding dengan jenis pepaya yang lain. Dari buah pepaya California memiliki ciri-ciri berukuran 0,8 � 2 kg/buah, berkulit tebal, berbentuk lonjong buah matang berwarna kuning, rasanya manis, daging buah kenyal dan tebal.

Dari segi produktifitas, pepaya California memiliki produktifitas yang cukup tinggi. Seperti yang sudah dijelaskan diatas masa panen bisa dilakukan ketika berumur 7 bulan � 9 bulan dengan umur produktifitas hingga 4 tahun. Panen pepaya California bisa dilakukan empat kali setiap bulannya. Dalam setiap panen bisa menghasilkan 10-20 buah pepaya setiap pohonnya. Jika anda membudidaya pepaya California dalam lahan 1 hektar, dalam sekali panen bisa menghasilkan 2 ton pepaya California.

[Baca juga - Cara membuat singkong tumbuh dengan banyak umbi]

Penyemaian Benih Pepaya California
Bibit pepaya california

Bibit pepaya California dihasilkan dari penyemaian biji. Bisa didapat dari buah pepaya California yang matang dipohon atau beli di toko pertanian. Berikut ini langkah-langkah menyemai benih pepaya California :

Biji yang akan digunakan untuk benih direndam dalam air selama semalam. Setelah semalaman cek benih, yang digunakan untuk benih adalah yang tenggelam.
Biji yang sudah dipilih diperam dalam kertas Koran/kain basah selama seminggu, untuk pemeliharaan cukup menjaga kelembapan Koran atau kain.
Benih yang sudah diperam selama 1 minggu sudah siap untuk disemai didalam polibag, komposisi media tanam yang digunakan adalah tanah halus dan kompos dengan perbandingan 2:1
Bibit siap ditanam di lahan budidaya ketika sudah berumur 1-1,5 bulan.

Penanaman Bibit Pepaya California

Sebelum melakukan penanaman bibit lahan terlebih dahulu dibersihkan dari rumput liar. Langkah selanjutnya buat lubang tanam dengan jarak antar tanaman 2,5 M x 2,5 M atau 2,5 M x 2,75 M. Populasi tanaman perhektar antara 1.450 hingga 1.600 pohon. Lubang dengan campuran tanah dan pupuk kandang.

Lubang yang sudah dibuat selanjutnya dialiri dengan air. Dan bibit bisa ditanam langsung ke lubang tanaman. Waktu yang paling tepat dalam menanam bibit pepaya California adalah diwaktu sore hari.
Pemeliharaan Tanaman Pepaya California

Langkah-langkah perawatan tidak jauh berbeda dengan tanaman lainnya. Hanya perlu dilakukan penyiraman, pemupukan dan penyulaman ketika ada bibit yang mati.

Untuk mendapatkan produktifitas yang maksimal pemupukan harus dilakukan baik dengan pupuk organik maupun pupuk non organik. Pemupukan dilakukan ketika penanaman dengan memberi pupuk kandang atau pupuk kompos dengan takaran 40kg/ tanaman. Pemupukan dilakukan kembali dengan menggunakan pupuk NPK setenah bibit berumur 2 minggu dengan takaran 200 gram/pohon. Pemupukan dilakukan kembali dengan pupuk kandang dan NPK per tiga bulan sekali dengan takaran 500 gr NPK/pohon + 40 kg pupuk kandang/pohon. Khusus setelah tanaman berbuah bisa ditambah pupuk KCI untuk meningkatkan ketahanan dan kemanisan buah.

[Baca juga - Nutrisi dalam sayuran]

Panen dan Pasca Panen Pepaya California

Masa panen pertama bisa dilakukan diumur antara 7-9 bulan. Buah pepaya California yang sudah dapat dipanen adalah yang sudah matang dengan tanda ada warna semburat kuning pada kulit buah. Untuk panen dilakukan dengan cara memotong tangkai buah, untuk periode tanam bisa dilakukan setiap 10 hari sekali.

Demikian langkah-langkah budidaya pepaya California komplit. Semoga artikel ini dapat membantu anda dalam melakukan usaha budidaya pepaya California. Salam Budidaya.
Tags: bibit pepaya california, budidaya pepaya, Budidaya Pepaya California, harga pepaya california, manfaat pepaya california, Pepaya California.



*Sumber : e-Petani

Cara Pembuatan Pestisida Ampuh Murah Meriah Dari Bawang putih (Allium sativum L)

Cara kerja pestisida nabati sangat spesifik, hal ini juga menjadikannya sebagai suatu pengendalian hama penyakit yang menyenangkan, selain ramah lingkungan juga murah meriah dan tidak sulit mendapatkan bahan-bahannya. 

Cara kerja spesifik pestisida nabati diantaranya yaitu:

(1) merusak perkembangan telur, larva dan pupa. 
(2) menghambat pergantian kulit. 
(3) mengganggu komunikasi serangga. 
(4) menyebabkan serangga menolak makan. 
(5) menghambat reproduksi serangga betina. 
(6) mengurangi nafsu makan. 
(7) memblokir kemampuan makan serangga. 
(8) mengusir serangga. 
(9) menghambat perkembangan patogen penyakit.

Pestisida nabati mempunyai beberapa keunggulan dan kelemahan, keunggulan pestisida nabati adalah: 
(1) murah dan mudah dibuat sendiri oleh petani. 
(2) relatif aman terhadap lingkungan. 
(3) tidak menyebabkan keracunan pada tanaman. 
(4) sulit menimbulkan kekebalan terhadap hama. 
(5) kompatibel digabung dengan cara pengendalian yang lain. 
(6) menghasilkan produk pertanian yang sehat karena bebas residu pestisida kimia.

Sementara, kelemahannya adalah: 
(1) daya kerjanya relatif lambat. 
(2) tidak membunuh jasad sasaran secara langsung. 
(3) tidak tahan terhadap sinar matahari. 
(4) kurang praktis. 
(5) tidak tahan disimpan. 
(6) kadang-kadang harus diaplikasikan / disemprotkan berulang-ulang.

[Baca juga - Penyelamatan cabe yang sedang kritis (Hidup segan mati tak pula mau)]

Pestisida nabati dapat diaplikasikan dengan menggunakan alat semprot (sprayer) gendong seperti pestisida kimia pada umumnya. Namun, apabila tidak dijumpai alat semprot, aplikasi pestisida nabati dapat dilakukan dengan bantuan kuas penyapu (pengecat) dinding atau merang yang diikat. Caranya, alat tersebut dicelupkan kedalam ember yang berisi larutan pestisida nabati, kemudian dikibas-kibaskan pada tanaman. Supaya penyemprotan pestisida nabati memberikan hasil yang baik, butiran semprot harus diarahkan ke bagian tanaman dimana jasad sasaran berada. Apabila sudah tersedia ambang kendali hama, penyemprotan pestisida nabati sebaiknya berdasarkan ambang kendali. Untuk menentukan ambang kendali, perlu dilakukan pengamatan hama seteliti mungkin. Pengamatan yang tidak teliti dapat mengakibatkan hama sudah terlanjur besar pada pengamatan berikutnya dan akhirnya sulit dilakukan pengendalian.

Cara memanfaatkan ekstrak bawang putih untuk pestisida nabati
 
Bahan dan Alat :
85 gram bawang putih
50 ml minyak sayur
10 ml deterjen/sabun
950 ml air
Alat penyaring
Botol
Cara Pembuatan :
Campurkan bawang putih dengan minyak sayur. Biarkan selama 24 jam. Tambahkan air dan sabun. Aduk hingga rata. Simpan dalam botol paling lama 3 hari.
Cara Penggunaan :
Campurkan larutan dengan air dengan perbandingan 1 : 19 atau 50 ml larutan dengan 950 ml air. Kocok sebelum digunakan. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang OPT pada pagi hari
OPT Sasaran :
Ulat, hama pengisap, nematoda, bakteri, antraknos, embun tepung

Cara membuat ekstrak bawang putih
 
Bahan dan Alat :
2 siung bawang putih
Deterjen/sabun
4 cangkir air
Alat penumbuk/blender
Alat penyaring
Botol
Cara Pembuatan :
Hancurkan bawang putih, rendam dalam air selama 24 jam. Tambahkan air dan sabun. Saring. Masukkan dalam botol

[Baca juga - Bahan dasar tanah polybag persemaian]
Cara Penggunaan :
Tambahkan larutan dengan air dengan perbandingan 1 : 9 air. Kocok sebelum digunakan. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang ada pagi hari
OPT Sasaran :
Cendawan

Membuat Ekstrak minyak bawang putih
 
Bahan dan Alat :
100 gram bawang putih
2 sendok makan minyak sayur
10.5 liter air
10 ml deterjen/sabun
Deterjen
Cara Pembuatan :
Hancurkan bawang putih. Rendam dalam minyak sayur selama 24 jam. Tambahkan � liter air dan deterjen. Aduk hingga rata. Saring

Cara Penggunaan :
Tambahkan 10 liter air kedalam larutan. Aduk hingga merata. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang OPT pada pagi hari
OPT Sasaran :
Hama kubis, belalang dan kutudaun

Membuat Minyak bawang putih
Bahan dan Alat :
50 ml minyak bawang putih
950 ml air
1 ml deterjen/sabun
Cara Pembuatan :
Tambahkan sabun ke dalam minyak bawang putih. Aduk hingga rata. Tambahkan air. Aduk
Cara Penggunaan :
Semprotkan ke seluruh bagian tanaman yang terserang pada pagi atau sore hari
OPT Sasaran :
Ulat buah tomat
Ulat penggerek umbi kentang
Wereng padi
Nematoda 


*Sumber : E-Petani

Cara Membuat Pupuk Organik Cair Melalui Proses Kompos

Secara Umum terdapat dua macam tipe pupuk organik cair yang dibuat melalui proses pengomposan. Pertama adalah pupuk organik cair yang dibuat dengan cara melarutkan pupuk organik yang telah jadi atau setengah jadi ke dalam air. Jenis pupuk yang dilarutkan bisa berupa pupuk hijau, pupuk kandang, pupuk kompos atau campuran semuanya. Pupuk organik cair semacam ini karakteristiknya tidak jauh beda dengan pupuk organik padat, hanya saja wujudnya berupa cairan. Dalam bahasa lebih mudah, kira-kira seperti teh yang dicelupkan ke dalam air lalu airnya dijadikan pupuk.

Pupuk cair tipe ini suspensi larutannya kurang stabil dan mudah mengendap. Kita tidak bisa menyimpan pupuk tipe ini dalam jangka waktu lama. Setelah jadi biasanya harus langsung digunakan. Pengaplikasiannya dilakukan dengan cara menyiramkan pupuk pada permukaan tanah disekitar tanaman, tidak disemprotkan ke daun.
 
Kedua adalah pupuk organik cair yang dibuat dari bahan-bahan organik yang difermentasikan dalam kondisi anaerob dengan bantuan organisme hidup. Bahan bakunya dari material organik yang belum terkomposkan. Unsur hara yang terkandung dalam larutan pupuk cair tipe ini benar-benar berbentuk cair. Jadi larutannya lebih stabil. Bila dibiarkan tidak mengendap. Oleh karena itu, sifat dan karakteristiknya pun berbeda dengan pupuk cair yang dibuat dari pupuk padat yang dilarutkan ke dalam air. Tulisan ini bermaksud untuk membahas pupuk organik cair tipe yang kedua.
Sifat dan karakteristik pupuk organik cair

Pupuk organik cair tidak bisa dijadikan pupuk utama dalam bercocok tanam. Sebaiknya gunakan pupuk organik padat sebagai pupuk utama/dasar. Pupuk organik padat akan tersimpan lebih lama dalam media tanam dan bisa menyediakan hara untuk jangka yang panjang. Sedangkan, nutrisi yang ada pada pupuk cair lebih rentan terbawa erosi. Namun di sisi lain, lebih mudah dicerna oleh tanaman.

Jenis pupuk cair lebih efektif dan efesien jika diaplikasikan pada daun, bunga dan batang dibanding pada media tanam (kecuali pada metode hidroponik). Pupuk organik cair bisa berfungsi sebagai perangsang tumbuh. Terutama saat tanaman mulai bertunas atau saat perubahan dari fase vegetatif ke generatif untuk merangsang pertumbuhan buah dan biji. Daun dan batang bisa menyerap secara langsung pupuk yang diberikan melalui stomata atau pori-pori yang ada pada permukaannya.

Pemberian pupuk organik cair lewat daun harus hati-hati. Jaga jangan sampai overdosis, karena bisa mematikan tanaman. Pemberian pupuk daun yang berlebih juga akan mengundang hama dan penyakit pada tanaman. Jadi, ketepatan takaran harus benar-benar diperhatikan untuk mendapatkan hasil maksimal.

Setiap tanaman mempunyai kapasitas dalam menyerap nutrisi sebagai makanannya. Secara teoritik, tanaman hanya sanggup menyerap unsur hara yang tersedia dalam tanah tidak lebih dari 2% per hari. Pada daun, meskipun kami belum menemukan angka persisnya, bisa diperkirakan jumlahnya tidak lebih dari 2%. Oleh karena itu pemberian pupuk organik cair pada daun harus diencerkan terlebih dahulu.

Karena sifatnya sebagai pupuk tambahan, pupuk organik cair sebaiknya kaya akan unsur hara mikro. Sementara unsur hara makro dipenuhi oleh pupuk utama lewat tanah, pupuk organik cair harus memberikan unsur hara mikro yang lebih. Untuk mendapatkan kandungan hara mikro, bisa dipilah dari bahan baku pupuk.

Cara membuat pupuk organik cair

Siapkan bahan-bahan berikut: 1 karung kotoran ayam, setengah karung dedak, 30 kg hijauan (jerami, gedebong pisang, daun leguminosa), 100 gram gula merah, 50 ml bioaktivator (EM4), air bersih secukupnya.
Siapkan tong plastik kedap udara ukuran 100 liter sebagai media pembuatan pupuk, satu meter selang aerotor transparan (diameter kira-kira 0,5 cm), botol plastik bekas akua ukuran 1 liter. Lubangi tutup tong seukuran selang aerotor.

Potong atau rajang bahan-bahan organik yang akan dijadikan bahan baku. Masukkan kedalam tong dan tambahkan air, komposisinya: 2 bagian bahan organik, 1 bagian air. Kemudian aduk-aduk hingga merata.
Larutkan bioaktivator seperti EM4 dan gula merah 5 liter air aduk hingga merata. Kemudian tambahkan larutan tersebut ke dalam tong yang berisi bahan baku pupuk.
 

Tutup tong dengan rapat, lalu masukan selang lewat tutup tong yang telah diberi lubang. Rekatkan tempat selang masuk sehingga tidak ada celah udara. Biarkan ujung selang yang lain masuk kedalam botol yang telah diberi air.

Pastikan benar-benar rapat, karena reaksinya akan berlangsung secara anaerob. Fungsi selang adalah untuk menyetabilkan suhu adonan dengan membuang gas yang dihasilkan tanpa harus ada udara dari luar masuk ke dalam tong.

Tunggu hingga 7-10 hari. Untuk mengecek tingkat kematangan, buka penutup tong cium bau adonan. Apabila wanginya seperti wangi tape, adonan sudah matang.

Pisahkan antara cairan dengan ampasnya dengan cara menyaringnya. Gunakan saringan kain. Ampas adonan bisa digunakan sebagai pupuk organik padat.

Masukkan cairan yang telah melewati penyaringan pada botol plastik atau kaca, tutup rapat. Pupuk organik cair telah jadi dan siap digunakan. Apabila dikemas baik, pupuk bisa digunakan sampai 6 bulan.

Cara membuat pupuk organik cair perangsang daunn dan buah

Secara sederhana bisa dikatakan, untuk membuat pupuk perangsang daun gunakan sumber bahan organik dari jenis daun-daunan. Sedangkan untuk membuat pupuk perangsang buah gunakan bahan organik dari sisa limbah buah seperti sekam padi atau kulit buah-buahan.

 
* Sumber : e-Petani

Minggu, 31 Januari 2016

Obat Ampuh Mengatasi Hama Kutu Daun Pada Cabe

Hama yang satu ini sudah tidak asing lagi bagi para petani cabe, karena umumnya petani cabe mengalami �Diskriminasi� oleh kelakuan hama kutu daun ini, baiklah karena hama ini termasuk bandel dan harus dikendalikan agar tanaman cabe kesayangan anda tetap menghasilkan buah yang baik dan banyak, mari kita coba ungkap cara mengatasinya.

Kutu daun atau lebih populer dengan nama Bemicia Tabacci, paling senang menyerang tanaman dari family solanace, baik itu cabe maupun terong, namun demikia ia juga hobi merusak tanaman lainnya, perkembangannya meningkat manakala musim berganti ke hujan, ketika curah air tinggi kutu-kutu ini dengan mudahnya berkembang biak, pada tanaman cabe anda bisa temukan dibalik dedaunan cabe, kadangkala ia juga ditemani oleh semut hitam, yang katanya hobi memakan serbuk putih yang dihasilkan oleh kutu kebul.

Banyak cara yang diceriterakan oleh para blogger di dunia maya tentang cara terbaik mengendalikan hama kutu ini, semua trik tersebut sebenarnya bisa cobakan, namun dalam pembahasan kali ini kita akan melihat cara pengendalian kutu ini dengan model lain, dimana hampir sebagian petani kita tidak terlalu memperhatikan cara ini, cara tersebut adalah dengan memanfaatkan kondisi vegetasi tempat dilaukannya usaha budidaya cabe tersebut.

Namun sebeluk kita membahas model pemanfaatan vegetasi tersebut, ada baiknya kita jabarkan terlebih dahulu cara ampuh mengatasi hama kutu putih pada cabe ini.

1. Pengendalian dengan cara ekstrim

Cara ini adalah dengan memanfaatkan minyak tanah dan deterjen dalam mengendalikan kutu putih, agar lebih mudah kita anggap takaran penyajiannya untuk satu botol sprayer tangan, untuk takaran ini yang kita butuhkan adalah, deterjen atau sabun colek, kemudia air, dan minyak tanah.

Perlu pula kami sampaikan, minyak tanah sebenarnya berbahaya sekali untuk tanaman cabe, bahkan bisa mematikan tanaman cabe kesayangan anda, namun aromanya bisa dimanfaatkan untuk mengusir kutu kebul ini, oleh karena ini gunakan minyak tanah sedikit saja, karena fungsinya hanya untuk menciptakan aroma tidak sedap, dan kandungan minyaknya yang tidak baik untuk pencernaan kutu kebul.

Caranya :

Ambil deterjen secukupnya, kemudian campurkan dengan air sambil diaduk, pada mulanya air yang digunakan untuk mengaduk ini sedikit saja, kemudian ambil minyak tanah dengan takaran lebih kurang satu mili saja, atau bisa jadi lebih sedikit lagi, aduk lagi bersama deterjen kemudian diamkan sampai busanya hilang, setelah itu baru dicampurkan dengan air secukupnya untuk spayer tangan, selesai tahap ini anda bisa langsung semprotkan ke balik daun cabe.

2. Pengendalian dengan menggunakan serai

Pengendalian dengan cara ini tergolong mudah, ditambah lagi tanaman serai dengan mudah bisa ditemukan, untuk pengendalian dengan serai juga bermaksud memanfaatkan aroma dan rawa pahit yang dihasilkan oleh air perasan serai, berikut cara membuatnya.

(Foto : Serai yang sudah ditumbuh halus untuk membasmi kutu putih - sumber : warasfarm.wordpress.com)


Caranya :

Ambil serai sebanyak lebih kurang satu kilo, untuk ukuran pemakaian sprayer tadi, kemudian serai ini ditumbuk halus, kalau bisa sehalus-halusnya, atau anda juga bisa memanfaatkan blender atau peralatan lainnya, setelah itu serai direbus dengan air sebanyak tiga liter, kemudian ketika air rebusan sudah mendidih, kemudian angkat dan diamkan beberapa saat, setelah dingin tambahkan sabun deterjen sebanyak tiga sendok the, kemudian kocok dan semprotkan pada tanaman cabe anda.

Model pengendalian hama kutu daun pada cabe dengan memanfaatkan vegetasi lingkungannya, maksudnya adalah dengan membiarkan gulma tumbuh disekitaran batang cabe, membiarkan gulma tumbuh ini bukan berarti membiarkan tanaman cabe anda ditumbuhi semak, namun maksudnya adalah disekeliling batang cabe tersebut dibersihkan dari gulma, dengan radius dua jengkal tangan, pada intinya batang dan daun tanaman cabe tidak bersentuhan langsung dengan gulma.

Mengapa cara ini perlu juga diperhatikan, karena sifat kutu putih yang menyukai daun sebagai tempat hidupnya yang hakiki, maka demikian dengan membiarkan gulma tumbuh disekitar pertanaman cabe, diharapkan kutu kebul tidak terlalu leluasa langsung menuju tanaman cabe, atau jika perlu anda juga bisa menanam bunga-bunga yang berwarna cerah, sehingga kutu kebul lebih tertarik kepada bunga dari pada ke tanaman cabe kesayangan anda.

Memanfaatkan vegetasi disekitar pertanaman cabe untuk pembasmian serangga kutu putih ini sangat manjur, beberapa mitra tani cabe kami di kecamatan Timpeh Kabupaten Dharmasraya, telah membuktikannya dan menyarankan agar petani-petani cabe lainnya tidak mensepelekan keberadaan gulma ini.

Obat Ampuh Mengatasi Hama Kutu Daun Pada Cabe


Nah bagaimana pemirsa, mudah bukan cara mengendalikan hama kutu putih ini, selamat mencoba.

Rabu, 13 Januari 2016

Cara Ekstraksi Jernang Suku Kubu

Suku Kubu atau yang lebih populer dikenal dengan suku anak dalam (SAD), merupakan suku pedalaman yang menggantungkan seluruh hidupnya dari hasil hutan, baik itu hewan liar sebagai buruan, buah-buahan hutan dan �hal-hal lain� yang diproduksi oleh hutan.

Sebagai suku yang memanfaatkan hasil hutan, salah satu tanaman yang dimanfaatkan suku kubu sebagai sumber pendapatan adalah buah rotan, atau lebih dikenal dengan buah jernang, dalam bahasa latinnya dikenal dengan nama �Daemonorops Draco BL�, dikalangan pasar gelap dikenal dengan istilah �Darah Naga� dan banyak istilah lainnya.

Buah jernang dimanfaatkan sebagai bahan mentah berbagai produk, diantaranya untuk obat-obatan, bahan pewarna, dan lain sebagainya, di pasar gelap hasil ekstrak buah ini diekspor ke berbagai Negara, ke China, India, Malaysia, dan Jepang, karena pemasaran getah jernang tidak diatur oleh Negara Indonesia, harga getah ini dibandrol antara Rp 700.000/kg s/d Rp 1.000.000/kg, tergantung kualitas yang dihasilkan.

Tanaman rotan penghasil buah jernang bagi suku kubu sangat sensitive, mengingat pesaing mereka dalam mendapatkannya tidak hanya dari sesama kalangan suku kubu, namun juga dari orang luar (masyarakat kampung), karena itu biasanya ketika musim buah jernang suku kubu sibuk didalam hutan dan mereka semakin sulit ditemukan.

Pendampingan suku kubu yang dilakukan perkumpulan peduli kabupaten Dharmasaraya bersama SSS-Pundi Jambi, mencatat berbagai perkembangan dan fenomena kehidupan suku ini di hutan pedalaman Dharmasraya, salah satunya cara mereka mengolah buah jernang.

Selama pendampingan hampir tidak pernah terdengan suku kubu melakukan budidaya rotan penghasil buah jernang ini, mak Marni salah seorang dari komunitas suku kubu pernah mengatakan, sulit untuk membudidayak rotan penghasil jernang ini, sebab belum tentu setiap bibit yang ditanam tersebut menghasilkan buah jernang, karena itu yang bisa mereka lakukan hanyalah menjaga agar tumbuhan tersebut tidak ditebang, dan �menjaganya� dari pandangan orang luar.

Karena banyaknya pesaing dari orang luar, biasanya kelompok suku kubu lebih awal menjaga �permata� mereka ini, dimana biasanya musim jernang pada bulan September � Desember, mereka mulai berpindah masuk lebih dalam kehutan pada bulan agustus.

Studi penelitian yang dilakukan Totok K Waluyo, Teknik Ekstraksi Tradisional Dan Analisis Sifat-Sifat Jernang Asal Jambi, menyatakan jernang adalah resin yang merupakan hasil sekresi buah rotan jernang, resin tersebut menempel dan menutupi bagian luar buah rotan.

Ekstraksi buah jernang oleh suku kubu biasanya dilakukan dengan cara ekstraksi kering, berikut ini cara ekstraksi buah jernang.

Cara ekstraksi buah jernang

Alat dan bahan : ambung (keranjang rotan), kayu penumbuk, lembaran plastic untuk penampung.

1. Buah jernang dilepaskan dari tandannya

2. Buah jernang kemudian dimasukkan kedalam ambung

3. Kemudian ditumbuk perlahan-lahan

4. Jernang yang keluar melalui celah-celah ambung ditampung dengan plastik

Serbuk hasil ekstraksi dimasukkan kedalam plastik, lebih kurang tiga puluh menit hasil ekstraksi akan mengeras dan menggumpal.

Tidak semua jenis rotan menghasilkan buah jernang, rotan yang menghasilkan buah jernang diantaranya adalah, Daemonorops draco BL.; D. draconcellus BECC.; D. mattanensis BECC.; D. micrantus BECC.; D. motleyi BECC.; D. propinquess BECC.; D. rubber BL.; D. sabut BECC.; D. micracanthus BECC. dan lain-lain Jenis-jenis tersebut tersebar di pulau Sumatera (Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan dan Bengkulu), Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur.
Cara Ekstraksi Jernang Suku Kubu


Credit :

- Tatok K Waluyo - TEKNIK EKSTRAKSI TRADISIONAL DAN ANALISIS SIFAT-SIFAT JERNANG ASAL JAMBI
- SSS - Pundi Jambi
- Perkumpulan Peduli, Dharmasraya