Tampilkan postingan dengan label hama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hama. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Agustus 2014

Budidaya Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea)

Kacang tanah (Arachis hypogaea) merupakan tanaman lahan tegalan yang banyak diproduksi sebagai cemilan di pasaran. Banyak kultivar dari kacang tanah ini yang tumbuh dan memberikan hasil yang baik pada tanah gembur yang lepas atau dalam guludan (bedengan). Cara budidaya untuk varietas tipe semak sama dengan cara membudidayakan kedelai, dengan jarak tanam yang dianjurkan sekitar 30 x 15 cm.

Kacang tanah memerlukan pasokan kalsium yang cukup (seperti semua jenis tanaman legum), jika tidak maka biji tidak akan terbentuk dan polong yang dihasilkan akan kosong atau pops. Sekitar 200 kh/ha pupuk majemuk 12:12:17:2 + UM dianjurkan untuk pemupukannya, ditambah dengan sedikit urea (60 kg/ha) yang diberikan pada bulan pertama untuk memastikan pertumbuhan awal yang baik sebelum terbentuknya pembintilan. Untuk kebutuhan kalsiumnya, dianjurkan 200-300 kg/ha gips, diberikan setengah saat tanam dan sisanya pada permulaan terbentuknya ginofor. Pada umumnya lebih baik jika menanam kacang tanah setelah pertanaman sebelumnya mendapatkan pemupukan yang baik.

Perlindungan Tanaman

Penyakit-penyakit yang paling serius pada pertanaman ini adalah karat (Puccinia arachidis) dan bercak daun yang lazim dijumpai (Cercospora arachidicola) dan Cercosporidium personatum. Metode pengendaliannya yang utama adalah dengan cara kebersihan kebun yang baik dan pergiliran tanaman, tetapi sekarang telah tersedia fungisida khusus untuk karat daun ini. Untuk noda-noda Cercospora, belerang sudah cukup murah untuk petani kecil, tetapi fungisida dengan spektrum lebar lebih efektif. Penyakit jamur lain yang juga menyerang adalah busuk akar dan busuk leher akar (Corticium rolfsii, Thanatephorus cucumeris) dan busuk tajuk tanaman (Aspergillus niger). Fungisida tembaga dapat mengendalikan kedua jamur tersebut. Tanaman ini juga rentan terhadap layu bakteri, sehingga perlu berhati-hati jika melakukan pergiliran tanaman dengan tanaman kerabat Solanaceae

Kandungan air (lengas) dalam biji yang akan disimpan dan selama penyimpanan selanjutnya adalah penting untuk diperhatikan dalam mengendalikan infeksi biji oleh Aspergillus flavus, yaitu jamur yang menghasilkan racun yang sangat karsinogen, aflatoxin, karena itu sangat penting menurunkan kandungan air dalam biji secepat mungkin sampai di bawah 9%, setelah panen dan kemudian disimpan baik dengan mempertahankan kandungan air yang sama.

Virus roset adalah penyakit berbahaya, pemusnahan (eradikasi) tanaman singgang (liar) dan pengendalian vektor (Aphis craccivora dan Aphis gossypii) adalah hal mutlak yang harus dilakukan.

Banyak serangga dapat merusak pertanaman; yang menyerang bagian-bagian tanaman yang terdapat dalam tanah, terutama polongnya, pada umumnya adalah yang paling mengkhawatirkan meliputi rayap, uret, kutu putih, kumbang dan serangga penggerek polong lainnya. Situasi setempat harus diperhatikan terutama sekali pada saat pertumbuhan polong.

menanam-tanaman
(Sumber foto: greenmorish.com)

Minggu, 15 Juni 2014

Nematoda Sebagai Hama Pengganggu Tanaman

Selain serangga, Eriopydiae, Tikus, Siput dan Keong, sebagai hama pengganggu tanaman, masih ada jenis hewan lainnya yang juga menjadi hama pengganggu tanaman, yaitu Nematoda.

Nematoda adalah cacing-cacing bulat  yang ramping, biasanya kurang dari 2 mm panjangnya, yang umumnya terdapat dalam tanah.

Di kebun-kebun sayuran, dengan jenis tanaman dari suku Meloidogyne mengandung spesies-spesies hama penting yang menyebabkan bintil-bintil akar yang telah dikenal pada sejumlah jenis tanaman, termasuk kerabat Brassica (kubis-kubisan), yang kadang keliru membedakannya dengan penyakit akar pekuk (clubroot). Suku ini sering terlibat dengan keparahan yang meningkat dari banyak penyakit layu layu dengan mempermudah masuknya patogen seperti Fusarium spp. atau penyakit layu bakteri (Pseudomonas solanacearum) melalui luka-luka makan. Spesies lain seperti Pratulenchus, Rorylenchus, Ditylenchus dan Helycotilenchus terlibat dalam kelemahan tanaman secara umum dan sering tidak diperhatikan meskipun kehilangan hasilnya dapat cukup besar. Perhatian khusus diperlukan terhadap nematoda dalam sistem irigasi. Spesies-spesies seperti Xyphenema, Longidorus, dan Trichodorus adalah vektor-vektor dari beberapa penyakit virus. tetapi mereka berarti penting dalam pertanian sayuran.

Untuk pengendaliannya, fumigan-fumigan tanah umum cukup efektif, meskipun sangat beracun. Berbagai nematisida butiran sekarang tersedia yang kurang berbahaya dalam aplikasinya (Terracur, Nemacur, Vydate, dan Temik). Fitosanitasi dan pergiliran tanaman merupakan kunci-kunci untuk menghindari menimbunnya nematoda yang merusak. Terdapat juga beberapa tanaman penjebak (trap crop) yang berhasil baik dengan cepat dapat menurunkan populasinya, atau dapat juga dengan menambahkan bahan organik pada tanah.

Karena terdapat banyak spesies saprofit dan karena beberapa diantaranya bersifat prasitik tersembunyi dan membahayakan, dianjurkan untuk mengadakan analisis tanah terhadap hama ini, terutama jika pertanaman tidak berhasil tumbuh subur tanpa ada hama atau penyakit yang jelas.

menanam-tanaman
(Nematoda, Hama Pengganggu Tanaman)

Beragam Hama Pengganggu Tanaman

Pada bagian pertama kita telah membahas tentang Serangga, jika anda belum sempat membacanya dapat dibaca kembali disini, maka bagian dua ini kita akan membahas tentang Eriophydiae dan Tikus serta mamalia yang menjadi hama bagi tanaman.

Eriophydiae
Atau disebut juga tungau, mencakup suatu kelompok penting hama sayuran yaitu tungau laba-laba (spider mites). Ukurannya  kecil dan berwarna kekuningan atau merah. Spesies yang paling umum adalah Tetranychus cinnabarius dan Tetranychus urtica. Keduanya adalah spesies yang kosmopolitan dan polifag yang dapat merusak kerabat Cucurbita dan legum. Mereka dapat dikendalikan dengan banyak insektisida, tetapi ada beberapa yang tidak efektif, karena perbedaan fisiologi dari kelompoknya.

Tikus dan Mamalia (Binatang menyusui) lainnya
Hewan-hewan ini dapat menyusahkan jika populasinya terus bertambah. Tikus lorong  (Mole rats atau Tachyorytes splendeus) merupakan hama penting di daerah-daerah tertentu di Afrika yang menimbulkan kerusakan besar terhadap tanama-tanaman umb-umbian; dan mereka juga sulit untuk ditangkap. Untuk spesies yang lain, pemasangan umpan dengan antikoagulan berhasil baik, tetapi dalam keadaan tahan, mungkin harus menggunakan fosfit seng; dan yang disebut akhir ini juga dapat digunakan untuk hama binatang menyusui lainnya, tetapi kurang manusiawi.

Siput dan Keong
Merupakan hama yang tersebar luas di dunia dan pemakan lahap sayuran daun hijau. Bekicot raksasa Afrika (Achatina spp.) dalam jumlah besar dapat menghancurkan dan sekarang tersebar luas di Timur Jauh sejak diintroduksi sebagai makanan enak yang disukai. Karena mereka makan pada malam hari, penggunaan obor yang baik dan seember air panas merupakan pengendalian yang murah (cost effective). Untuk keong-keong yang lebih kecil umpan dan semprotan metaldehid berhasil baik.
menanam-tanaman
(Tikus, salah satu hama tanaman)
Pembahasan tentang nematoda akan dibahas dalam artikel tersendiri pada bagian 3

Hama Pengganggu Tanaman

Hama merupakan penyebab utama kerugian dalam produksi sayuran, baik oleh kerugian langsung maupun penurunan kualitas, selain penyakit tanaman tentunya.Terdapat beberapa golongan umum hama yaitu: Serangga, Eriophydiae, Tikus dan Mamalia, Siput dan Keong serta Nematoda.

Serangga merupakan kelompok dominan dari hama, tetapi tikus, siput, tikus mondok, dan burung semuanya dapat merusak biji, akar dan daun secara langsung. Di beberapa negara, monyet, landak dan babi hutan dapat menyebabkan kerugian besar,m terutama bagi petani yang lahannya berbatasan dengan hutan atau hutan rimba. Jika kerugian ini tidak tertahankan mungkin perlu untuk memburu hama-hama tersebut.

Ada delapan ordo yang paling penting dari serangga, maka pada tulisan ini akan dibahas secara tuntas ordo-ordo yang dimaksud.

1. Orthoptera
Merupakan hama yang mengunyah, dan mencakup belalang, jangkrik (locust), dan orong-orong. Mereka merupakan serangga yang sangat aktif dan dapat sangat mengganggu dalam usaha pertanian yang berdekatan dengan hutan atau padang rumput liar. Orong-orong menerowong di bawah permukaan tanah dan memakan akar-akar tanaman.

2. Isoptera
Rayap adalah contoh dari ordo ini, merupakan endemik di daerah tropika, tetapi biasanya merupakan hama dari bangunan kayu, tonggak pagar, para-para dan sebagainya. Mereka juga menyerang tanaman berkayu terutama tanaman yang lemah.

3. Thysanoptera
Contohnya, trips. Merupakan serangga penusuk dan penghisap kecildengan panjang 1 - 10 mm, dan biasanya kekuningan, coklat atau hitam. Mereka mempunyai sayap, tetapi biasanya berjalan di atas jaringan tanaman. Beberapa sangat aktif dan dikenali dari kebiasaannya membalik ke atas ujung abdomennya. Mereka bertanggungjawab atas penularan banyak virus, termasuk layu bercak daun pada tomat. Trips tembakau (Thrips tabaci) menyerang tanaman bawang merah, Cucurbita dan Crucifera.

4. Hemiptera
Suatu kelompok serangga penghisap dan penusuk, meliputi banyak hama sayuran penting. Ini mencakup:

Serangga bersisik (scale insects) dan kutu putih duduk (melekat) di permukaan tanaman. Mereka dapat seperti sisik, seperti gal, atau dalam hal kutu putih, tertutup oleh lapisan putih seperti lilin. Pengendalian ketiganya akan dipercepat dengan penambahan minyak parafin (white oil) pada insektisidanya. Mereka mempunyai rentang tanaman yang luas dan seringkali karena kurang hati-hati diintroduksi pada bahan tanaman. Mereka juga mengeluarkan embun madu dan dirawat oleh semut, yang lagi-lagi mengarah pada jamur jelaga. Kelompok ini biasanya tidak mengganggu sayuran yang tumbuh cepat, tetapi dapat menyerang yang tumbuh selama lebih dari tiga bulan; mereka lebih berbahaya pada pohon buah-buahan dan tanaman hias yang mengayu.

Kutu daun (aphids), biasanya dikenal para petani sayuran dan terutama pada bagian tunas-tunas muda. dimana mereka menghisap sari tanaman, bahkan beberapa kepik menyerang akar. Kelompok ini mengeluarkan cairan manis yang dikenal sebagai 'honey dew' (embun madu) dan substansi berlilin putih yang melindungi serangga terhadap semprotan. Embun madu menarik semut dan juga merupakan medium yang sangat baik untuk pertumbuhan berbagai jamur jelaga yang dapat menyebabkan kerugian kualitas yang sangat besar. Kutu (aphids) juga merupakan vektor penting banyak virus; Aphis fabae, misalnya dapat menularkan tiga puluh jenis virus, termasuk mosaik buncis dan mentimun. Mereka pada umumnya dapat dikendalikan dengan insektisida yang ditambah zat pembasah (wetting agent).

Lalat putih, adalah serangga kecil bertabur serbuk lilin putih. Yang paling terkenal adalah Bemisia tabaci yang mempunyai rentang inang yang luas, termasuk kerabat legum, Cruciferae, dan Cucurbita; mereka juga menularkan virus pada buncis dan tomat.

Berbagai kutu tanaman dan kutu perisai merupakan hama aktif sayuran dan pemakan cairan tanaman. Nezara viridula merupakan hama yang tersebar luas pada banyak sayuran tropika. Bahkan beberapa jenis kutu memiliki warna yang cantik.

Wereng (jassids) adalah serangga pemalu yang sering tidak diperhatikan, tetapi beberapa spesies seperti Cicadulina spp merupakan vektor virus garis pada jagung di Afrika dan beberapa bagian Asia. Empoasca lybica menyerang okra, tomat, terong, buncis, dan Cucurbita di beberapa bagian Afrika dan Timur Tengah.

5. Lepidoptera
Ini adalah ngengat dan kupu-kupu yang ulatnya menyebabkan kerusakan berat dengan memakan daun dan menggerek ke dalam buah serta jaringan-jaringan batang. Seperti pada banyak kelompok lain, mereka dapat cepat mendapatkan ketahanan terhadap zat-zat kimia modern, dan yang kemudian merupakan masalah dalam pengendalian. Oleh karena itu, kebersihan merupakan hal yang penting. Sekali hama ini mencapai taraf dewasa, pengendaliannya akan jauh lebih sulit dan buah menjadi rusak sehingga tidak dapat dipasarkan. Kadang-kadang terjadi (outbreaks) perjangkitan epidemik ulat-ulat pemakan daun. Ini cukup mudah dikendalikan pada taraf muda dengan insektisida kontak. Dalam skala kecil, dapat dipertimbangkan untuk memungutnya dengan tangan dan meremas massa telur-telurnya, misalnya pada kupu kubis.

6. Coleoptera
Berbagai kumbang menyerang tanaman baik dalam bentuk dewasa maupun larvanya. Mereka biasanya menggigit jaringan dan seringkali makan pada malam hari. Larvanya dapat menggerek ke dalam jaringan dan daun. Larva kelompok 'cockchafers' (kumbang keabu-abuan), yang merupakan tempayak putih terkenal dengan kerakusan selera makan akar tanaman, mereka sulit untuk dikendalikan.

7. Diptera
 Lalat buncis (Ophiomyia phaseoli), yang belatungnya menyerang leher akar dan tangkai daun buncis, dan berbagai lalat buah (Dacus spp,.) yang menyerang Cucurbita merupakan hama lalat utama pada sayuran. Mereka dapat dikendalikan dengan zat-zat kimia, tetapi kebersihan jauh lebih penting.

8.Hymenoptera
Semut mempengaruhi sayuran terutama karena merawat berbagai Hemiptera, Athalia spp. terkenal sebagai hama Cruciferae di Afrika Timur. Pengendalian dengan penyemprotan sarangnya dengan DDT (tetapi DDT telah dilarang di banyak negara dan bahkan bila penggunaannya diizinkan, harus digunakan sesedikit mungkin).

menanam-tanaman
( Semut dari Ordo Hymenoptera)


Pembahasan tentang Epriophydiae, Tikus dan Mamalia lainnya, serta siput dan keong akan dibahas pada tulisan selanjutnya.