Kamis, 04 September 2014

Cara Bercocok Tanam Kangkung (Ipomoea aquatica)

Tanaman kangkung atau biasa juga disebut kang kong merupakan tanaman yang dapat tumbuh dengan cepat serta memberikan hasil panen dalam waktu 4 sampai 6 minggu setelah tanam. Bahkan di dataran rendah tropika, kangkung sudah dapat dipanen ketika berumur 25 hari dan mampu menghasilkan lebih dari 20 ton/ha daun segar. Sedangkan pertanaman komersial mampu menghasilkan 15 ton/ha sepanjang beberapa kali melakukan panen berturut-turut. Sedangkan jika ditanam di daerah pegunungan membutuhkan waktu 40 hari untuk satu kali panen, sehingga kangkung dapat dimasukkan dalam pergiliran dengan pertanaman tiga bulanan dengan dua atau tiga kali penanaman selama periode tanam tersebut.

Ada dua macam kultivar atau jenis kangkung yang telah dikenal, yang pertama adalah kangkung darat, yang ditanam di lahan kering dengan menggunakan biji, atau lebih dikenal dengan nama kangkung cina. Sedangkan varietas yang lainnya adalah varietas yang tumbuh liar di sawah dan tempat berair lainnya.

Budidaya Kangkung

Jika bercocok tanam dengan menggunakan biji dengan ukuran diameter sekitar 3mm, dapat disebar dalam baris-baris berjarak 15 cm dengan jarak tanam kira-kira 5 cm antar masing-masing biji. Kultivar atau varietas yang berbiji dapat tahan terhadap tanah lembab dan tumbuh baik saat musim hujan.

Kapur kurang dibutuhkan dalam pertanaman kangkung, kecuali jika ditanam pada tanah yang sangat masam. Dosis pupuk yang dapat dianjurkan untuk kangkung adalah sebagai berikut:

1. Dengan pupuk organik: 20 ton/ha dan 250 kg/ha urea yang diberikan selama dua minggu pertama, yang diberikan dengan cara disiramkan.
2. Tanpa pupuk organik: 200 kg/ha pupuk majemuk 12:12:17:2 + UM sebagai pupuk dasar dan 250 kg/ha urea dengan cara pemberian seperti di atas.

Dalam sistem pergiliran tiga kali pertanaman yaitu tiga pertanaman berturut-turut masing-masing selama 25 - 28 hari, pertanaman pertama ditumbuhkan dari biji dan dua pertanaman berikutnya adalah hasil dari pertumbuhan kembali tunas-tunas yang telah dipanen sebelumnya. Untuk hasil panen yang baik, diperlukan penyiraman teratur dan sering pada cuaca kering.

Perlindungan Tanaman
Tanaman kangkung tahan dan memerlukan hanya sedikit perlindungan. Penyakit jamur yang biasanya menyerang kangkung adalah karat putih (Albugo ipomoeae - panduratae). Penyakit ini peka terhadap Dithane M-45 atau Benlate, tetapi jika benih diberikan perlakuan kimiawi dengan thiram dan kehigienisannya diperhatikan, maka penyakit ini tidak menjadi masalah. Serangga yang biasanya menyerang adalah serangga pemakan daun yang dapat dikendalikan dengan penyemprotan strategis senyawa organofosfat yang dilakukan jauh sebelum waktu panen.
menanam-tanaman
(Sumber foto: saranaagri.wordpress.com)

Rabu, 03 September 2014

Ekologi Tanaman Padi (Oryza sativa)

Padi merupakan salah satu tanaman sereal yang terpenting. Tanaman ini merupakan bahan makanan pokok hampir separuh penduduk duni, sedangkan di Indonesia merupakan bahan makanan pokok utama.

Pembungaan padi dipengaruhi oleh dua faktor ekologi yaitu suhu dan fotoperiodisma atau fotoperiode.

Suhu rata-rata yang dibutuhkan tanaman padi selama pertumbuhannya adalah antara 20 - 30 derajat celcius, walaupun demikian di jepang padi dapat tumbuh dengan baik dimusim panas pada suhu 21 derajat. Lebih rinci lagi tanaman padi menghendaki suhu minimum pada saat perkecambahan 11 - 13 derajat celcius dan untuk berbunga antara 22 - 23 derajat dan pada saat pembentukan bulir antara 20 - 21 derajat. Bahkan padi dapat tumbuh di ketinggian 3300 meter di Himalaya. Suhu juga berpengaruh terhadap kecepatan masak tanaman padi, semakin rendah suhu rata-ratanya semakin lama proses masak tanaman padi tersebut.

Fotoperiode sangat berpengaruh pada keadaan setelah fase vegetatif dasar. Di daerah tropis hal ini tidak begitu menentukan karena umumnya panjang hari relatif sama. Padi termasuk tanaman heliopytes, oleh karena itu intensitas cahaya  yang tinggi sangat diinginkan, terutama pada stadia generatif. 

Curah hujan yang dikehendaki oleh tanaman padi adalah curah hujan yang merata selama  pertumbuhan, sekitar 25 - 30 mm/ tahun.

Tanah-tanah yang cocok untuk tanaman padi adalah tanah-tanah lempung berliat sampai liat, namun tanah-tanah Alluvial juga baik untuk tanaman padi. Kisarana pH antara 4,5 - 8,7, jika dilihat dari kisaran pH yang disukai oleh padi, ternyata tanaman padi mempunyai kisaran toleransi yang luas terhadap kemasaman tanah. Selain hal di atas, air juga sangat penting untuk tanaman padi terutama pada periode vegetatif dan pembentukan bulir.

menanam-tanaman
(Sumber foto: pertaninak.blogspot.com)

Pengaruh Fotoperiode (Lamanya Penyinaran Matahari) Terhadap Pertumbuhan Tanaman

Fotoperiode adalah lamanya atau masa pencahayaan harian matahari, yang berubah-ubah sepanjang tahun. Kisaran fotoperiode yang dialami di suatu daerah berbanding lurus atau meningkat seiring dengan meningkatnya garis lintang wilayah tersebut, misalnya di daerah khatulistiwa panjang hari hampir konstan sepanjang tahun, tetapi garis lintang yang ekstrim di daerah tropika, panjang hari bervariasi antara 10 jam pada musim dingin hingga 14 jam pada musim panas.
Pengaruh Fotoperiode (Lamanya Penyinaran Matahari) Terhadap Pertumbuhan Tanaman
(Ilustrasi)

Berbunga dan berbuahnya jenis tanaman tertentu dipengaruhi oleh fotoperiode. Beberapa akan berbunga jika panjang hari berkurang dan lainnya akan berbunga jika panjang hari bertambah. Pembentukan umbi lapis dan umbi batang merupakan proses pertumbuhan lain yang dipengaruhi oleh fotoperiode. Beberapa spesies sayuran yang dipengaruhi oleh fotoperiode dijelaskan sebagai berikut:

Kerabat Bawang
Ada dua tipe bawang: bawang hari panjang, membentuk umbi hanya dalam hari yang relatif panjang pada daerah garis lintang tinggi; dan yang kedua bawang tropika, membentuk umbi pada garis lintang tropika. Untuk masing-masing keadaan, pembentukan umbi dan perkembangan reproduksi dipacu panjang hari yang spesifik. Berbagai kultivar berbeda dalam kebutuhan lama penyinaran, dan dianjurkan untuk memilih yang dapat membentuk umbi di lokasi yang akan digunakan, kecuali jika bawang itu hanya diusahakan sebagai bawang daun (spiring onions) atau bawang hijau.

Kerabat Legum
Banyak spesies dan varietas legum bersifat fotoperiodik seperti kedelai, beberapa varietas kacang tunggak dan kecipir serta legum lain tertentu merupakan tanaman hari pendek atau lama penyinaran mataharinya pendek dan tidak akan berbunga kecuali jika harinya cukup pendek. Di lokasi sekitar khatulistiwa, yang fotoperiodenya tidak pernah lebih dari sekitar 12  setengah jam atau kurang dari 11 jam, kebanyakan kultivar kedelai berbunga sangat awal (dalam 30 hari) dan ini menimbulkan masalah untuk perkembangan daun yang cukup. Bagi kedelai di daerah selatan khatulistiwa, perlu digunakan jarak tanam yang rapat, sekitar 30 cm untuk memperoleh hasil yang memuaskan. Kacang tunggak dan kecipir, menunjukkan tanggapan yang beraneka ragam dalam pembungaan, tergantung dari kultivar; beberapa diantaranya relatif tidak peka terhadap fotoperiode, sedangkan yang lainnya akan berbunga hanya pada fotoperiode yang pendek atau berkurang. Kebanyakan kultivar kacang buncis relatif tidak peka terhadap fotoperiode.

Kentang
Kentang membutuhkan hari pendek untuk pembentukan umbi (tubersation). Meskipun kentang tidak cocok untuk dataran rendah sekitar khatulistiwa karena penyakit layu bakteri, pada ketinggian yang lebih tinggi kentang dapat ditanam dan mudah membentuk umbi. 

Banyak kultivar baru terutama kerabat legum, dihasilkan dari persilangan  untuk bersifat hari netral, maksudnya mereka tidak peka terhadap fotoperiode dan dapat ditanam pada musim apapun. Pengalaman setempat sangat membantu untuk menentukan varietas yang cocok untuk tiap lokasi tanam.

Okra
Beberapa varietas okra (Abelmoshus esculentus) peka terhadap fotoperiode dan berbunga hanya pada hari pendek

Beberapa jenis tanaman diatas merupakan tanaman lingkungan tropika yang sangat dipengaruhi oleh lamanya masa pencahayaan hari, hal ini menjadi panduan penting untuk menentukan jenis tanaman apa yang sebaiknya ditanam di daerah beriklim tropik.

Sekian dulu pembahasan kita, sampai jumpa di artikel lainnya.
Salam ...

Senin, 01 September 2014

Cara Budidaya Tanaman Melon (Cucumis melo)

Secara tradisional melon dianggap lebih cocok dibudidayakan di daerah subtropika dan iklim sedang dengan iklim kering saat dilakukan pertanaman musim panas. Tetapi pada kenyataannya dapat diperoleh hasil yang tinggi dan kualitas buah yang baik ketika ditanam di dataran rendah tropika. Seperti pada semangka, hari-hari yang cerah dan unsur hara Kalium yang cukup (sebaiknya gunakan sulfat kalium) diperlukan untuk mendapatkan buah yang manis.

Berikut disajikan hasil dan sifat-sifat khas buah beberapa varietas melon yang ditanam pada para-para kerangka A setinggi 1 m di dataran rendah tropika.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kultivar                   Hasil (ton/ha)      Rata2 berat buah (g)                  Sifat Khas Buah
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
New Diamond            47,5                  1036                               Manis, aroma sedang,  
                                                                                                   daging hijau, pola jaring
Green Ball                  46,6                  949                                 Manis, sedang, daging hijau, halus     
Sugar Ball                   47,0                 934                                 Manis, sedang, daging hijau, halus
Milky way                  39,2                  1175                               Manis, sedang, daging jingga, halus
Red Green                  44,1                  898                                 Manis, sangat enak, daging merah
                                                                                                    jambu, halus
Silver Star                  46,6                  1400                               Manis, sedang, daging hijau, halus
Farmers Yellow 1       23,3                  145                                Kecil, tajam/pedas, cocok untuk acar
Farmers Yellow 2      35,8                   215                                Kecil,tajam/pedas, cocok untuk acar
Jade                            29,2                  226                                 Kecil, tajam/pedas, cocok untuk acar
Hales Best                  44,1                  869                                 Manis, aroma baik, daging jingga, 
                                                                                                     pola jaring
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
                                                                                                                  
Budidaya Melon
Pada budidaya melon yang intensif dianjurkan agar tanaman dipelihara pada para-para kerangka A yang pendek (1 m) untuk mendapatkan hasil yang tinggi dan buah dengan kualitas baik. Cara penanaman, jarak tanam dan pemupukannya sama seperti pada budidaya tanaman mentimun. Melon secara normal merupakan tanaman dataran rendah tropika bernilai tinggi, cocok juga untuk di tanam secara hidroponik dan pergiliran dengan tanaman-tanaman lainnya. Umur tanaman ini di dataran rendah tropika berkisar antara 12 sampai 14 minggu.

Perlindungan Tanaman Melon
Tanaman Melon juga dapat diserang oleh hama dan penyakit, tetapi dapat dilindungi dengan cara yang sama dengan perlakuan terhadap semangka, tetapi tanaman melon jauh lebih rentan terhadap kerusakan yang disebabkan oleh lalat buah. Buah yang telah masak juga sangat disukai oleh berbagai mamalia dan burung.

menanam-tanaman
(Sumber foto: bisnisukm.com)


Ekologi Tanaman Karet (Hevea brasiliensis)

Hevea brasiliensis atau lebih dikenal dengan nama tanaman karet merupakan tanaman perkebunan yang menghasilkan bahan baku karet untuk industri. Karet berasal dari suatu lembah di daerah Amazon brasilia. Sekarang, negara-negara yang menjadi penghasil karet utama dunia adalah Indonesia dan Malaysia, serta negara-negara tropis lainnya seperti Vietnam, Ceylon,Brasil.

Tanaman karet dapat tumbuh pada berbagai variasi suhu, curah hujan dan ketinggian tempat. Walaupun demikian, ketinggian tempat yang diinginkan oleh karet adalah antara 0 - 700 meter dari permukaan laut, dengan kisaran suhu antara 25 - 28 derajat celcius. Tentu saja ketinggian tempat berpengaruh pada umur dapat sadap karet. Dimana, jika karet ditanam pada ketinggian di atas 800 meter di atas permukaan laut, tanaman baru matang sadap diumur sekitar 10 tahun sedangkan pada ketinggian di bawah 200 meter dari permukaan laut, umur matang sadap yaitu sekitar 6 tahun.

Tanah yang cocok untuk tanaman karet adalah tanah-tanah yang tidak padat, tidak tergenang air serta memiliki aerasi yang baik. Karet menyukai tanah-tanah masam dan dapat tumbuh baik pada pH tanah dengan kisaran antara 4 - 6,8.

Ditinjau dari aspek penyakit, kelembaban yang terlalu tinggi, baik kelembaban tanah atau kelembaban udara sangat membahayakan tanaman karet. Penyakit-penyakit seperti cendawan akar dan batang sering berkembang dalam kondisi lembab. Akan tetapi, jika suhu terlalu kering, tanaman karet juga tidak tahan karena tanaman karet merupakan tanaman yang dikenal sensitif terhadap kekeringan. Tanaman karet yang mengalami kekeringan akan terlihat merontokkan daunnya. 

Curah hujan untuk tanaman karet adalah 1500 mm/tahun dan merata sepanjang tahun, akan tetapi lebih disenangi curah hujan antara 2500 - 4000 mm/tahun, yang penting pada pagi hari terutama saat penyadapan tidak ada hujan yang turun di pagi hari.

Angin yang kencang tidak baik untuk tanaman karet. Selain menimbulkan kerusakan mekanis seperti dahan patah-patah atau batang tumbang, juga dapat menurunkan produksi lateks. Hal ini disebabkan karena terlalu banyak transpirasi yang terjadi.

menanam-tanaman
(Sumber foto: yopiepangkey.wordpress.com)

Minggu, 31 Agustus 2014

Cara Membuat Vertical Garden, Taman Vertikal

menanam-tanaman
(Sumber foto: goodshomedesain.com)


Pernah kah sobat bloger membayangkan memiliki taman yang disusun dalam bidang vertikal?. Nah kalau belum, sekarang ini telah dikembangkan di kota-kota besar namanya Vertical Garden atau taman vertikal, tentu saja fungsinya sama seperti taman-taman pada umunya memberikan tambahan oksigen, sebagai ruang hijau terbuka dan dapat mengurangi suhu. Hampir mirip dengan hirdoponik, bercocok tanam tanpa tanah, bahkan vertical garden ini bisa dibuat di tembok-tembok rumah, selain unik juga menambah keindahan rumah sobat bloger. 

Sebelum kita membahas cara membuatnya, sebaiknya sobat bloger tahu terlebih dahulu tentang media yang digunakan, yaitu nonwoven geotextile dan velt dari bahan sabuk kelapa. Velt sabuk kelapa dibuat dalam bentuk papan dengan ukuran 50 cm dan tebal 30 cm. Lebih unggul dalam hal menyimpan air daripada geotextile, dan mudah didapatkan dengan harga yang relatif terjangkau.

Berikut cara membuat vertical garden:

1. Buat konstruksi di bagian belakang (frame baja ringan) dengan rongga sekitar 7 cm dari tembok. Ini penting agar media tanam langsung bersentuhan dengan tembok karena akan lembab. Ukuran frame sekitar 0,5 m x 1 m. Jika terlalu luas, misalnya 1 m x 1 m, karpet akan melengkung di bagian tengah sehingga air akan mengalir tidak rata.
2. Setelah frame siap, taruh media tanam (geotextile atau velt sabuk kelapa) sebanyak dua lapis. Sobek larisan depan dengan jarak 12 cm. Diantara lubang tadi, buatlah jahitan jelujur vertikal agar media tanam tidak melorot ke bawah.
3. Karena adanya jarak antarlubang maka tidak semua media tanam langsung tercover oleh tanaman, tetapi lama kelamaan media tanam akan tercover oleh tanaman jika telah tumbuh. Pilih tanaman yang seimbang antara tajuk tanaman dengan akar. Jika tajuknya terlalu besar, daun akan layu dan jatuh, setelah sebulan kemudian baru tanaman akan tumbuh dengan baik. Lebih baik memilih tanaman dengan tajuk yang lebih kecil  agar akar cukup mampu menopang daun sehingga daun tidak layu. Ini merupakan konsep keseimbangan tanaman yang harus sobat bloger ketahui.
4. Masukkan tanaman ke dalam lubang yang telah dibuat. Bisa menggunakan rockwool yang digulung, tapi dapat juga langsung ditanam. Yang terpenting tanaman telah memiliki akar yang bagus, yang sebelumnya ditanam dalam polybag (tumbuh baik dalam polybag, media bagus (remah dan banyak rongga). Masukkan sebagian media dari polybag ke dalam lubang. Hal ini akan membantu akar tidak terlalu terganggu sehingga tanaman tidak membutuhkan penyesuaian yang lama.
5. Pengairan menggunakan sistem drip irigasi. Idealnya, pipa pengairan berjarak 3 m dari atas. Dengan menggunakan timer otomatis, waktu penyiraman dapat disetel, misalnya 5 kali sehari, masing-masing 2 menit. Gunakan nosel sebagai pressure regulator agar tekanan air sama shingga kucurannya rata. Tetesan air bisa langsung jatuh ke tanah atau didaur ulang kembali ke atas. Jangan lupa tempatkan tanaman yang tahan kering di bagian tas dan tanaman basah dibagian bawah.

Beberapa hal yang perlu sobat bloger perhatikan dalam vertical garden ini:
1. Seperti apa pun panasnya, biasanya tanaman hanya mendapat sinar matahari selama setengah hari karena arah gerak matahari. Akibatnya, ada masa ketika tanaman terlihat kurang subur karena tidak mendapatkan sinar matahari seharian.
2. Pemupukan dapat dilakukan secara otomatis. Caranya, campurkan pupuk ke dalam tandon ar, lakukan seminggu sekali.
3. Pemangkasan dapat dilakukan setiap 6 bulan sekali, khususnya untuk VG berpola tertentu.
4. Cek nosel setiap 6 bulan sekali. Begitu pun dengan filter sebaiknya periksa secara periodik. Bersihkan 2 minggu sekali jika kualitas airnya bagus.

menanam-tanaman
Ilustrasi bahan vertical garden
(Sumber foto: tabloidnova.com)

Rabu, 27 Agustus 2014

Budidaya Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea)

Kacang tanah (Arachis hypogaea) merupakan tanaman lahan tegalan yang banyak diproduksi sebagai cemilan di pasaran. Banyak kultivar dari kacang tanah ini yang tumbuh dan memberikan hasil yang baik pada tanah gembur yang lepas atau dalam guludan (bedengan). Cara budidaya untuk varietas tipe semak sama dengan cara membudidayakan kedelai, dengan jarak tanam yang dianjurkan sekitar 30 x 15 cm.

Kacang tanah memerlukan pasokan kalsium yang cukup (seperti semua jenis tanaman legum), jika tidak maka biji tidak akan terbentuk dan polong yang dihasilkan akan kosong atau pops. Sekitar 200 kh/ha pupuk majemuk 12:12:17:2 + UM dianjurkan untuk pemupukannya, ditambah dengan sedikit urea (60 kg/ha) yang diberikan pada bulan pertama untuk memastikan pertumbuhan awal yang baik sebelum terbentuknya pembintilan. Untuk kebutuhan kalsiumnya, dianjurkan 200-300 kg/ha gips, diberikan setengah saat tanam dan sisanya pada permulaan terbentuknya ginofor. Pada umumnya lebih baik jika menanam kacang tanah setelah pertanaman sebelumnya mendapatkan pemupukan yang baik.

Perlindungan Tanaman

Penyakit-penyakit yang paling serius pada pertanaman ini adalah karat (Puccinia arachidis) dan bercak daun yang lazim dijumpai (Cercospora arachidicola) dan Cercosporidium personatum. Metode pengendaliannya yang utama adalah dengan cara kebersihan kebun yang baik dan pergiliran tanaman, tetapi sekarang telah tersedia fungisida khusus untuk karat daun ini. Untuk noda-noda Cercospora, belerang sudah cukup murah untuk petani kecil, tetapi fungisida dengan spektrum lebar lebih efektif. Penyakit jamur lain yang juga menyerang adalah busuk akar dan busuk leher akar (Corticium rolfsii, Thanatephorus cucumeris) dan busuk tajuk tanaman (Aspergillus niger). Fungisida tembaga dapat mengendalikan kedua jamur tersebut. Tanaman ini juga rentan terhadap layu bakteri, sehingga perlu berhati-hati jika melakukan pergiliran tanaman dengan tanaman kerabat Solanaceae. 

Kandungan air (lengas) dalam biji yang akan disimpan dan selama penyimpanan selanjutnya adalah penting untuk diperhatikan dalam mengendalikan infeksi biji oleh Aspergillus flavus, yaitu jamur yang menghasilkan racun yang sangat karsinogen, aflatoxin, karena itu sangat penting menurunkan kandungan air dalam biji secepat mungkin sampai di bawah 9%, setelah panen dan kemudian disimpan baik dengan mempertahankan kandungan air yang sama.

Virus roset adalah penyakit berbahaya, pemusnahan (eradikasi) tanaman singgang (liar) dan pengendalian vektor (Aphis craccivora dan Aphis gossypii) adalah hal mutlak yang harus dilakukan.

Banyak serangga dapat merusak pertanaman; yang menyerang bagian-bagian tanaman yang terdapat dalam tanah, terutama polongnya, pada umumnya adalah yang paling mengkhawatirkan meliputi rayap, uret, kutu putih, kumbang dan serangga penggerek polong lainnya. Situasi setempat harus diperhatikan terutama sekali pada saat pertumbuhan polong.

menanam-tanaman
(Sumber foto: greenmorish.com)