Tampilkan postingan dengan label kubis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kubis. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 September 2014

Cara Budidaya Tanaman Kubis Daun Cina, Pak Choi (Brassica chinensis)

Ada dua tipe yang umum untuk Kubis cina ini yaitu pak choi dan choi sam dengan cara budidaya yang hampir sama. Pak choi dikenal dengan nama kubis putih cina, karena memiliki tangkai daun putih yang khusus, walaupun beberapa varietas memiliki tangkai daun yang hijau. Sedangkan varietas choi sam adalah kubis cina berbunga, ciri utamanya adalah tumbuhnya yang tegap dan cepat tumbuh atau biasa dikenal dengan nama sawi hijau.

Budidaya
Cara yang dianjurkan untuk membudidayakan tanaman ini adalah sebagai berikut:
  1. Benih disemaikan terlebih dahulu di dalam kotak-kotak atau bedengan persemaian jika menginginkan panen dalam jangka waktu 4 minggu. Jika dilakukan penyebaran langsung memerlukan enam minggu untuk menunggu waktu siap panen. Sebaiknya  tidak menggunakan polybag pada saat penyemaiannya karena hanya akan membuang biaya yang lebih banyak. 
  2. Tanaman semai dapat dipindah tanam sejak umur tiga minggu dengan jarak tanam 15 cm, dan diberikan naungan selama lima hari pertama. Jika bibit semai besar yang digunakan, tanaman sudah dapat dipanen pada 25 hari setelah pindah tanam dengan hasil panen mencapai 30 ton per ha. Dari pertanaman enam minggu dapat dipanen hasil sebanyak 50 ton per ha.
  3. Pemupukan dapat dilakukan dengan pemberian pupuk dasar 1 ton/ha kapur pada kebanyakan tanah masam dengan pH dibawah 5,5. Untuk semua Cruciferae daun dapat digunakan sampai 20 ton/ha per tahun kompos atau pupuk kandang yang matang. Sayuran ini tidak memerlukan pupuk majemuk jika telah menggunakan pupuk kandang. Jika tidak, dianjurkan melakukan pemupukan dasar dengan menggunakan pupuk majemuk 12:12:17:2 sebanyak 200 kg/ha setiap pertanaman. Kebutuhan nitrogen untuk tanaman ini agar tanggap baik adalah dengan takaran sampai 250 kg/ha pupuk urea.
  4. Urea sebaiknya diberikan melalui penyiraman pada tanaman sepanjang waktu pertumbuhannya sampai satu minggu sebelum panen. Penyiraman yang sering dapat memacu pertumbuhannya.
Perlindungan Tanaman
Spesies ini memiliki rentang penyakit yang sama dengan kubis-kubis barat. Busuk basah Erwinia dapat menjadi parah jika tanaman terluka pada saat kegiatan budidaya . Penyakit akar pekuk dapat sangat parah dan menyebabkan pertumbuhan kerdil yang nyata. Tetapi penyakit bercak daun Alternaria biasanya tidak menjadi masalah. Penyakit rebah semai Pythium spp. akan merusak jika air terlalu banyak diberikan, maka dianjurkan untuk melakukan penyiraman fungisida tembaga.

Tanaman ini umumnya kurang rentan terhadap hama, umumnya tanaman ini diserang oleh ngengat punggung intan meskipun begitu pengaruhnya terhadap tanaman tidak serius. Karena tanaman ini tumbuh cepat, pemeliharaan bedengan benih yang bersih merupakan satu-satunya persyaratan untuk pengendalian gulma.

kompas musafir
(Sumber foto: www.theguardian.com)

Jumat, 01 Agustus 2014

Cara Bertanam Kubis (Brassica oleracea)

Budidaya
Kubis dapat ditanam dihampir semua jenis tanah dan sangat toleran pada tanah lempng berat. Kubis juga tanggap baik terhadap kapur, dan tentu saja hal ini akan mengurangi penyakit akar pekuk. Membudidayakan tanaman Kubis (Brassica oleracea) dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
1. Benih terlebih dahulu harus disemaikan dalam kotak-kotak atau kantong-kantong kertas ataupun polybag yang berisi tanah di pembibitan dan dipindahtanamkan pada umur empat minggu. Polybag dengan ukuran kira-kira 6 x 4  cm sesuai untuk semai dengan umur 3 - 4 minggu, atau dapat juga dibiarkan lebih lama jika jarak antar polybag dijauhkan jaraknya sekitar 8 cm. 

2. Berikan siraman ringan untuk menghindari penyakit rebah semai dan atau perlakuan tanah dengan thiram atau captan. Tanah dapat juga disterilisasikan dengan panas. Sangat dianjurkan untuk menggunakan perlakuan (perawatan) benih seperti menggunakan thiram atau Ceresan (kalomel bila terdapat penyakit akar pekuk), terutama bila sumber benih tidak diketahui.

3. Setelah pemindahtanaman, tanaman semai harus diberikan naungan selama kira-kira satu minggu. Setelah tumbuh dengan baik, penyiraman rutin secara teratur akan mendorong pertumbuhan kubis. Varietas-varietas tertentu seperti "Y.R. Cross" dan "K.k. Cross" tidak dianjurkan untuk ditanam pada tanah gambut karena adanya kecendrungan timbulnya penyakit busuk hati di tanah tersebut, meskipun telah diberikan tambahan boron dan pemupukan yang cukup. Varietas terbaik untuk tanah demikian adalah "Spring Light". Kompos dan bahan organik busuk juga baik untuk kubis dengan takaran 20 ton/ha per tahun, sebagai tambahan pada pupuk anorganik. Kapur diperlukan sebanyak 2 ton/ha yang dapat bertahan sampai beberapa tahun kecuali jika tanahnya sangat masam.

Perlindungan Tanaman
Penyakit akar pekuk (Plasmodiophora brassicae) yang dapat masuk dalam biji, merupakan penyakit penting dan pengendaliannya yang terbaik masih dengan menggunakan 'kalomel' (merkuri klorida), yang juga dapat memberikan perlindungan terhadap tempayak akar. Pemberian kapur juga dapat menghalangi penyakit akar pekuk. Di daerah yang bebas penyakit akar pekuk, perlakuan benih dengan thiram mungkin dapat digunakan untuk melindungi terhadap penyakit terbawa benih lain. Alterinaria brassicae dan A. brassicicola adalah penyakit daun yang umum merusak kubis dan penyakit kaki hitam (Leptophaeria maculans) dapat menjadi penyakit penting di daerah tropika pada ketinggian yang lebih tinggi. Higiene atau kebersihan, benih dan perlakuan benih akan dapat mengendalikan semua penyakit tersebut.

Dua penyakit bakteri penting lainnya adalah penyakit busuk hitam (Xanthomonas campestris) dan penyakit busuk buah (Erwinia spp.). Keduanya dapat menyebabkan pembusukan seluruh bagian tanaman. Pergiliran tanaman, kebersihan lahan serta benih yang bersih adalah hal mutlak. Perlakuan air panas pada benih (25 menit pada suhu 50 derajat celcius untuk kubis atau 15 menit untuk Cruciferae lainnya) ditambah perlakuan benih dengan senyawa merkuri akan menghilangkan bakteri.

Hama tropika utama adalah ulat punggung intan (Plutella xylostella). Berbagai insektisida akan mengendalikannya sama baiknya dengan Bacillus thuringiensis, suatu bakteri pengendali hayati. Serangga dapat cepat menjadi tahan terhadap insektisida kimia dan akan bijaksana untuk menggunakan insektisida berbeda secara bergantian, terutama yang berasal dari kelompok insektisida yang berbeda. Perangkap cahaya di dekat bedengan dengan baskom yang berisi air di bawahnya akan menangkap ngengat dalam jumlah besar. berbagai kumbang pemakan daun, ulat dan afid merupakan hama umum dan dapat dikendalikan dengan berbagai zat kimia.

Pada tanah gambut, penyemprotan hara mikro dan borak mungkin diperlukan. Untuk pengendalian gulmanya, Amels dan Prefar sudah cukup baik.

menanam - tanaman
Penyakit busuk hitam
(Sumber foto: trubushijau.blogspot.com)