Tampilkan postingan dengan label coklat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label coklat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 November 2014

Budidaya Tanaman Coklat, Penanaman, Pemeliharaan dan Pemupukan

Setelah bibit coklat telah siap dipindahkan ke lahan perkebunan, baik coklat yang telah disemaikan dengan cara konvensional ataupun yang dikecambahkan dengan teknik okulasi, maka haruslah terlebih dahulu dipersiapkan lahan tempat tumbuhnya coklat kelak, beberapa persiapan yang harus dilakukan sebelum melakukan penanaman agar coklat dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah yang banyak dan sehat diuraikan di bawah ini:

A. Penanaman
1. Melakukan penanaman tanaman pelindung untuk melindungi coklat dalam pertumbuhannya. Umumnya tanaman pelindung yang dipilih adalah Leucaena glauca dan Flemingia congesta, yang selain berfungsi sebagai pelindung juga dapat dijadikan sebagai mulsa penutup tanah. Penanaman pohon-pohon pelindung ini harus dilakukan 3 atau 4 bulan sebelum penanaman bibit dengan jarak 3 x 3 m dari lubang untuk penanaman bibit coklat nantinya.

2. Pembuatan lubang-lubang penanaman coklat dengan ukuran 60 x 60 x 60 cm, kemudian biarkan lubang tersebut untuk sementara waktu. Selama masa tersebut, isi lubang-lubang tersebut dengan bahan pupuk hijau yang tersedia, potongan rumput, pangkasan pohon pelindung atau lainnya yang mangandung bahan pupuk sejenis, tindakan tersebut diharapakan akan memperbanyak humus tanah. Menjelang musim penghujan ( bulan Desember ), kira-kira pada bulan Oktober - November tutuplah lubang-lubang tersebut dengan tanah yang diambil dari lapisan atas tanah disekitar lubang, sedangkan tanah bekas galian terdahulu digunakan untuk menutup lubang tempat mengambil tanah lapisan atas tadi.

3. Penanaman bibit coklat sebaiknya dilakukan pada akhir bulan November, untuk mencegah penggenangan air hujan sebaiknya di antara larikan-larikan tanaman dibuatkan rorak atau parit untuk mengalirkan air.

4. Pemangkasan pada tanaman pelindung sebaiknya dilakukan agar peredaran udara baik serta cahaya banyak masuk, bagian yang dipangkas adalah pada bagian atas ranting dan daun-daun pohon pelindung. Sisa-sisa pemangkasan sebaiknya digunakan untuk menutupi permukaan tanah yang berdekatan dengan tanaman coklat. Dengan demikian potongan tersebut akan berfungsi ganda sebagai mulsa tanah dan sebagai humus jika telah melapuk nantinya.

B. Pemeliharaan
Pemeliharaan yang biasanya dilakukan adalah penyiangan dan pemangkasan tanaman coklat. Penyiangan rumput yang tumbuh disekitar tanaman coklat (kurang lebih 1 m jarak dari batang tanaman ke arah luar) harus dilakukan karena: Rumput merupakan saingan berat tanaman coklat dalam mengambil unsur hara dan air yang diperlukan bagi tanaman coklat melalui pemupukan dan air hujan yang mengandung unsur hara. Namun, tidak berarti seluruh rumput yang tumbuh di lahan harus dibersihkan, selain untuk mencegah erosi juga lebih hemat tenaga (cukup lakukan pemangkasan tapi tidak perlu dicabut sampai ke akar-akarnya).

Selain penyiangan, pemangkasan tanaman coklat juga perlu dilakukan dengan tujuan agar:
1. Bentuk percabangan pohon coklat lebih seimbang, sehingga penyebaran daun akan merata dalam penerimaan sinar matahari.
2. Mengurangi dan menghilangkan cabang-cabang yang tidak diperlukan seperti tunas-tunas air, tunas sapu, cabang yang sakit, yang kering, cabang yang terlindung dan cabang yang tidak dapat berasimilasi sendiri.
3. Terjadinya aerasi yang baik.
4. Dapat meningkatkan produksi.
5. Pembentukan pohon yang baik dengan cabang-cabang yang dimilikinya merupakan cabang-cabang utama yang pertumbuhannya kuat dan berproduksi lebih baik.

C. Pemupukan
Bagi tanaman coklat, pupuk yang paling baik adalah pupuk organik, tetapi bukan berarti pupuk anorganik tidak diperlukan. Pupuk anorganik tetap dibutuhkan oleh tanaman coklat meskipun sifat dan manfaatnya tidak selengkap pupuk organik. 

Pemupukan tanaman coklat dengan pupuk anorganik sebaiknya jangan terlalu sedikit ataupun terlalu banyak. Sejak tanaman coklat berumur 1 tahun, pemupukan harus dilakukan 2 kali setahun, dengan dosis anjuran sebagai berikut:
1. Umur 1 tahun, pupuk N (ZA), 2 kali @ 25 gr, pupuk P 2 kali @ 12,5 gr, dan pupuk K 2 kali @ 12,5 gr.
2. Umur 2 tahun, pupuk N (ZA), 2 kali @ 50 gr, pupuk P 2 kali @ 25 gr, dan pupuk K 2 kali @ 25 gr.
3. Umur 3 tahun, pupuk N (ZA), 2 kali @ 100 gr, pupuk P 2 kali @ 50 gr, dan pupuk K 2 kali @ 50 gr.
4. Umur 4 tahun, pupuk N (ZA), 2 kali @ 200 gr, pupuk P 2 kali @ 100 gr, dan pupuk K 2 kali @ 100 gr. Dan seterusnya.

Sebaiknya pemupukan dilakukan pada awal musim hujan dan pada akhir musim hujan.

menanam-tanaman
(Sumber foto: ragambudidaya.blogspot.com)




Kamis, 06 November 2014

Teknik Pembibitan Tanaman Kakao (Thebroma cacao)

Pembibitan
Tanaman coklat dapat dikembangbiakkan dengan cara menggunakan bijinya atau harus disemaikan terlebih dahulu. Tetapi sekarang ini, coklat dapat juga dikembangkan dengan cara okulasi atau menempel, namun tetap harus menggunakan biji yang dibibitkan terlebih dahulu. 

Biji yang dapat dijadikan benih adalah biji-biji dari buah coklat yang tua dan baru saja dipetik, sebaiknya jangan menggunakan benih coklat yang tersimpan lama karena kurang bagus untuk dijadikan benih, serta jangan menggunakan biji yang telah berkecambah saat diambil dari kelopak buah. Setelah buah coklat dibelah, segera keluarkan biji-bijinya dan hilangkan lendir-lendir yang menempel pada biji coklat dengan cara menggunakan abu yang digosok-gosokkan pada biji coklat, gunakan kain lap yang bersih, kemudian cuci dengan air sampai bersih.

Sebaiknya tanah untuk perkecambahan telah dipersiapkan terlebih dahulu dengan menggunakan bedengan yang terdiri atas campuran antara tanah gembur yang di bagian atasnya telah dilapisi dengan pasir setebal kurang lebih 1 - 15 cm. Gunakan peneduh dengan jarak antara permukaan bedengan dengan peneduh kurang lebih 1,5 m dengan tujuan untuk melindungi bibit dari terpaan sinar matahari yang kuat dan butir-butir air hujan. Atur kemiringan peneduh sehingga air hujan yang mengenai peneduh dapat segera dialirkan ke tanah.

Biji-biji yang telah dibersihkan harus segera ditanam pada bedengan, cara menanamnya adalah mata tunas atau radikelnya harus berada di bagian bawah (jangan sampai terbalik karena bibit tidak akan tumbuh, kalau pun tumbuh akar naik ke atas kemudian berputar ke bagian bawah mencari tanah, dengan kata lain anda menyiksa tanaman). jarak tanam biji jangan terlalu rapat, kemudian tutup biji dengan pasir secukupnya. Lakukan penyiraman pagi dan sore hari setiap hari jika tidak turun hujan, hati-hati saat melakukan penyiraman agar posisi bibit tidak berubah, cara menyiramnya sama dengan cara menyiram bibit cengkeh.

Pada hari ke 12 hampir semua biji telah berkecambah. Dalam keadaan keping buah belum terbuka dan sepasang daun kecil belum terbentuk, pindahkan kecambah pada polybag yang telah disediakan terlebih dahulu, caranya sama dengan pemindahan bibit cengkeh.

Pemeliharaan
Setelah kecambah tumbuh dengan baik pada polybag, lakukan pemeliharaan dengan cara berikut:

1. Melakukan penyiraman pada waktu pagi dan sore hari dengan cara memercikkan air dengan hati-hati. Tetapi jika hujan, tidak perlu dilakukan penyiraman.

2. Setelah kecambah berumur satu minggu dalam polybag, lakukan pemupukan dengan takaran 1 sendok teh ZA untuk setiap bibit (kurang lebih 2 gram), berikan secara melingkar di bagian batang, jarak antara pupuk dengan batang kurang lebih 3 cm, tetapi jika ingin menggunakan pupuk cair buat campuran 25 gr ZA dilarutkan dalam air 20 liter, kemudian berikan 0,5 liter/kecambah, lakukan hati-hati agar jangan mengenai bagian daun dan batangnya.

Tempatkan polybag tersebut dengan teratur di bawah atap bedengan dan lakukan pemupukan seperti dosis di atas satu kali tiap 3 minggu. Pencegahan serangan penyakit dapat dilakukan dengan penyemprotan insektisida, sedangkan untuk pencegahan jamur yang mungkin mengganggu bibit tanaman dapat dicegah dengan menggunakan fungisida (coperoxychloride), jika ada bibit tanaman yang mati karena terserang jamur segera cabut dan bakar agar tidak menyebar ke bibit yang lain.

menanam-tanaman
(Sumber foto: www.indonetwork.co.id)

Jumat, 05 September 2014

Ekologi Tanaman Kakao (Theobroma cacao)

Coklat atau lebih dikenal dengan nama kakao merupakan tanaman penghasil bahan campuran minuman atau makanan seperti cake, roti dan lain sebagainya. 

Coklat masuk dalam anggota famili Streculiaceae. Coklat dapat tumbuh pada lintang 20 derajat lintang utara dan 20 derajat lintang selatan. Ada dua jenis coklat yang dipasarkan di dunia saat ini yaitu edel cacao atau fine flavoured cocoas dan bulk cocoas. Bulk cocoas adalah coklat yang berasal dari tipe Foraster sedangkan edel cacao berasal dari hibrida Coriolla dan Forestero.

Coklat akan tumbuh dengan baik di dataran rendah pada ketinggian 0 - 500 meter dari permukaan laut. Ketinggian yang terbaik untuk tanaman coklat adalah di bawah 300 meter di atas permukaan laut.

Suhu yang cocok untuk tanaman coklat ini adalah berada pada kisaran antara 26 sampai 28 derajat celcius. Pada daerah-daerah yang mempunyai kisaran suhu sampai jatuh di bawah 18 derajat celcius atau naik sampai 35 derajat celcius tidak baik untuk tanaman coklat.

Curah hujan yang baik untuk tanaman coklat adalah berkisar antara 1500 sampai 2000 mm per tahun dimana hujannya terbagi merata sepanjang tahun. Ternyata angka tersebut sedikit berbeda dengan kenyataan di Filipina, dimana curah hujan yang baik untuk tanaman coklat disana adalah antara 1600 sampai 2200 mm per tahun. Coklat sangat sensitif terhadap kekeringan dan mengalami moisture strea yang dapat menyebabkan pembungaan melambat, akibatnya produksi bunga  berkurang dan keguguran pada buah muda.
Angin yang terlalu kencang tidak baik untuk tanaman coklat. Jika suatu daerah sering diserang angin kencang maka daerah tersebut tidak ideal untuk tanaman coklat. Akibat yang ditimbulkannya selain kerusakan mekanis seperti dahan patah atau pohon tumbang, juga dapat mengakibatkan banyaknya energi hilang karena transpirasi yang tinggi. Keadaan tersebut tentu saja pada akhirnya akan menurunkan produksi buah.

Tanah yang disukai oleh coklat adalah tanah-tanah bersolum (lapisan) yang dalam dengan drainase yang baik pada top soil (permukaan tanahnya), porous dengan tekstur lempung berpasir yang kaya akan bahan organik. Reaksi tanah (kemasaman tanah) yang diinginkan oleh tanaman coklat adalah tanah netral dengan pH 6 sampai 7. Akan tetapi, tanaman coklat mempunyai kisaran toleransi yang cukup luas yaitu pH antara 4 sampai 7,4 untuk top soilnya dan 4 sampai 8,3 pada sub soil (lapisan tanah bawah).

Serangga hama pada tanaman kakao

Penggerek buah kakao (PBK) 

Hama yang menyerangnya Conopomorpha cramerella, harga kakao yang rendah biasanya selalu dihubungkan dengan adanya serangan hama Penggerek Buah Kakao (PBK) ini, serangga ini bisa dikatakan sebagai hama utama yang menyerang tanaman kakao.

Buah kakao terserang dapat dilihat dengan gejala belang kuning hijau atau kuning jingga dan terdapat lubang gerekan bekas keluar larva, pada saat buah dibelah biji-biji saling melekat dan berwarna kehitaman, biji tidak berkembang dan ukurannya menjadi lebih kecil, karena biji-biji saling melekat menyebabkan buah terserang jika dikocok tidak berbunyi, sedangkan buah sehat akan berbunyi, tanaman selain kakao yang dapat terserang yaitu rambutan.

Petani sulit mengidentifikasi apakah tanaman coklat  terserang hama PBK atau tidak, gejalanya hanya dapat dilihat ketika buah kakao/cokelat dibelah, apabila buah kakao dibelah terlihat isinya sudah tidak beraturan akibat gerekan larva dari dalam buah, petani akan menderita kerugian besar, sehingga upaya pembahasan PBK dan alternatif pengendaliannya menjadi penting.

Jika pada hamparan tanaman kakao terserang berat diprediksi tidak dapat menghasilkan produksi optimal, akibatnya buah kakao menjadi rusak dan cacat akibat serangan hama ini, dengan demikian perlu diupayakan semaksimal mungkin untuk mengendalikan serangan hama tersebut baik secara preventif maupun kuratif, setidaknya meminimalkan kerusakan dan kerugian.

Hama PBK biasanya meletakkan telurnya setelah matahari terbenam pada alur kulit buah kakao. Setelah telur menetas akan menjadi larva.

Pengendalian hama penggerek buah kakao

Pengendalian dapat dilakukan baik secara preventif maupun kuratif. serangan PBK dapat mencapai 0 % apabila dilakukan aplikasi 1 x insektisida yang telah direkomendasikan oleh Komisi Pestisida sebelum sarungisasi menggunakan kantong plastik.

Tindakan Pencegahan Serangan PBK

?Karantina

Metode karantina dilakukan bertujuan mencegah masuknya hama dari negara lain seperti Philipina dan Malaysia atau dari satu daerah ke daerah lain dengan cara menghindari masuknya buah yang terjangkit serta bahan maupun alat yang mengandung hama PBK.

Frekuensi Panen

Kakao yang dipanen sering kurang beresiko terserang hama PBK . Kulit buah yang telah dipanen perlu dikumpulkan dan dibenamkan ke dalam tanah sehingga mampu menekan populasi serta perkembangbiakan PBK karena banyak larva yang juga ikut terbenam bersama kulit buah menjadi kompos.

Pemangkasan

Pemangkasan kakao dapat dilakukan sebagai salah satu teknik pengendalian hama PBK, karena kanopi menjadi tidak terlalu rimbun. Kondisi kanopi yang rimbun sangat kondusif bagi pertumbuhan hama PBK. Dengan pertimbangan bahwa kelemahan imago PBK  tidak menyukai sinar matahari langsung, sehingga bila sering dilakukan pemangkasan teratur akan dapat menekan populasi hama karena distribusi sinar matahari pada bagian tanaman maupun areal kebun menjadi merata. Pemangkasan bentuk pohon kakao dilakukan dengan membatasi tinggi tajuk tanaman maksimum 4m memudahkan saat pengendalian dan panen.

Pemupukan

Apabila unsur hara yang dibutuhkan tanaman terpenuhi akan memperlancar proses metabolisme tanaman. Selanjutnya akan mempercepat masaknya buah, sehingga dapat mengurangi tingkat kerusakan buah dan memungkinkan frekuensi panen lebih sering. Pertumbuhan tanaman yang sehat akan meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama PBK.

Tindakan Kuratif Pengendalian  PBK

Sanitasi dan Sistem Rampasan.

Sanitasi berarti membersihkan areal kebun dari daun kering, ranting kering, kulit buah dan gulma yang berada di sekitar tanaman. Keadaan yang bersih menjadikan kondisi yang tidak sesuai bagi hama PBK.

Sistem Rampasan dimaksudkan memetik buah terserang PBK. Pada akhir panen, semua sisa buah kakao dipetik dan dimusnahkan. Daur hidup hama akan terputus, sehingga serangan pada periode berikutnya akan rendah.

Kondomisasi/ Pembungkusan.

Kondomisasi atau sarungisasi berarti membungkus buah kakao dengan plastik. Caranya yaitu ujung bagian atas kantong plastik diikatkan pada tangkai buah, sedangkan ujung buah tetap terbuka. Dengan cara penyelubungan buah tersebut, hama tidak dapat meletakkan telur pada kulit buah sehingga buah terhindar dari serangan larva. Pembungkusan dilakukan ketika buah berukuran kecil, 8-12 cm


Untuk menjaga stabilitas tingkat serangan hama PBK 0 % dapat dilakukan tindakan berikut :


  • Didahului dengan aplikasi insektisida satu kali pada saat panjang buah 8-12 cm, selanjutnya buah tersebut dibungkus plastik 

  • Panen sering, buah yang masak dijemur.

  • Disertai pemangkasan dan pemupukan sesuai dosis anjuran

menanam-tanaman
(Sumber foto: ragambudidaya.blogspot.com)

Sumber :
* BPPP Ketindan (Hama kakao)