Kamis, 03 September 2015

Wow, Ternyata Jebakan Kuning Ini Ampuh Sekali Untuk Cabai

Panduan singkat bercocok tanam, kali ini mencoba membahas jebakan, bukan jebakan batman lho, tapi jebakan khusus untuk serangga yang menjadi biang keladi penyakit tanaman cabai anda, jebakan kuning atau dikenal juga dengan istilah yellow traps, jerih payah anda bertanam cabai mulai dari benih hingga ia tumbuh dewasa, tentu dengan harapan buah cabai anda itu seharusnya tumbuh subur dan berbuah lebat, nah untuk bisa mencapai keinginan tersebut ada banyak cara yang harus kita tempuh, salah satu cara yang saya rekomendasikan tentu saja cara pengendalian penyakit cabai yang bersifat ramah lingkungan.

Sebelum kita lanjut ada baiknya kita bahas sedikit bagaimana cara bertanam cabai di areal pertanaman yang luas, beberapa hal yang perlu dipersiapkan dalam melakukan budidaya cabai merah;

1. Perispan lahan; secara umum cabai merah sanagt baik di tanam di dataran tinggi. Namun dengan berkembangnya teknologi pertanian saat ini cabai merah juga bisa diproduksi (ditanam) di dataran rendah bahkan di pinggir laut sekalipun seperti kota Padang. Luas lahan yang dibutuhkan untuk membudidayakan cabai merah adalah 7 pohon/ M2 maksimal 10 pohon / m2.

2. Pupuk kandang dan tepung dolomite, ini diperlukan untuk lahan pertanian yang sudah sering digunakan untuk membudidayakan tanaman holtikultura. Untuk lahan dari hutan yang baru dibuka atau jarang ditanami tanaman holtikultura maka pupuk kandang dan dolomite yang digunakan untuk pupuk dasar ini tidak diperlukan.

3. Plastik mulsa, penggunaan plastik mulsa ini terbukti telah meningkatkan produksi cabai merah kriting. Ukuran plastik mulsa ada yng 50 cm dan ada yang 100 cm.

4. Polibek, digunakan untuk menanam bibit cabai merah keriting. polibek yang digunakan adalh polibek kecil (polibek bibit).

Adapun prosedur memulai budidaya cabai merah kriting ini:

Penggemburan tanah, lahan yang digunakan untuk membudidayakan cabai merah kriting sebaiknya tanahnya digemburkan dengan menggunakan bajak manual atau mesin (jetor). Semkin gembur tanah semakin baik pertumbuhan cabai merah kriting. Alasan mengapa tanah untuk budidaya cabai merah keriting harus digemburkan adalah karena akar dari bibit cabai merah keriting masih terlalu lemah untuk menembus lapisan tanah yang keras.

Setelah tanah digemburkan campur dengan pupuk kandang ditambah tepung dolomite, guna tepung dolomite dalam budidaya cabai merah ini adalah untuk menstabilkan PH tanah. Adapaun cara mencapurkan pupuk kandang dengan tanah dan dolomite ini adalah, semakin merata campuran di semua area maka lahan tersebut akan semakin baik. Dan cara untuk menghemat pemakaian pupuk kandang dan dolomite adalah dengan mencampurkan pupuk kandang tersebut dan dolomite di area yang akan dijadikan undakan tempat menanam cabai.

Bentuklah bukitan-bukitan memanjang dengan jarak antara satu bukitan dengan bukitan lainnya sejauh 1 m dan tinggi bukitan tanah ini sekitar 30 cm. selanjutnya bungkus semua bukitan tanah dengan plastik mulsa dan biarkan selama 3 hari. Setelah tiga hari lakukan pelobangan pada mulsa sebagai tempat untuk menanam cabe merah, jarak antara satu lobang dengan lobang lainnya kurang lebih 20 cm dan yangpaling baik adalah 45 cm.

Setelah semua mulsa dilobangi biarkan lobang tersebut selama satu hari satu malam, setelah itu baru tanam bibit cabai merah, sebelum menanam buka terlebih dahulu polibek tempat bibit cabai tersebut.

Persiapan berikutnya adalah membuat perangkap kuning atau jebakan kuning untuk areal pertanaman cabai, bahan-bahan yang diperlukan untuk membuatnya adalah sebagai berikut ;

1. Botol bekas minuman, boleh diambil dari botol bekas minuman mineral.

2. Cat minya warna kuning.

3. Lem tikus

4. Kayu atau tiang penyangga.

Cara membuat jebakan kuning atau yellow traps ;

Botol bekas minuman dicat warna kuning, kemudian keringkan diterik matahari, sembari menunggu cat kering, siapkan kayu atau tiang penyangga, pasang kayu atau tiang penyangga di beberapa titik, sebisa mungkin tiang penyangga tersebut dipasang disetiap bedengan sebanyak lima buah, atau secukupnya, tergantung luasan lahan yang akan anda Tanami cabai.

Setelah cat kering, olesi dengan lem tikus diskeliling botol bekas minuman yang sudah di cat tadi, kemudian ratakan lem dengan kuas, sekarang jebakan kuning atau yellow trap anda sudah diap digunakan, tinggal anda pasang disetiap kayu tiang penyangga yang sudah dibuat tadi, foto dibawah ini salah satu contoh jebakan kuning atau yellow trap yang dipasang disekitar pertanaman cabai.

Wow, Ternyata Jebakan Kuning Ini Ampuh Sekali Untuk Cabai
(Foto : jebakan kuning atau yellow traps pada tanaman cabai polibeg, foto ini diambil dari salah satu rumah penulis tentang pertanian di kabupaten dharmasraya, provinsi sumatera barat)


Khasiat yang diperoleh ketika anda menerapkan jebakan kuning ini, adalah serangga malam yang umumnya memanfaatkan cabai sebagai tempat berkembang biak , menjadi lebih tertarik mendekat dan hinggap pada botol bekas minuman yang sudah dicat warna kuning ini, sehingga niat serangga tersebut untuk meletakkan telurnya pada daun atau buah cabai menjadi terhalang, ketika anggota tubuhnya sudah lengket ke lem tikus yang sudah diolesi pada botol warna kuning ini. 

Cara ini sangat kami anjurkan, karena cara pengendalian serangga dengan jebakan kuning ini merupakan salah satu model pengendalian serangga yang aman untuk lingkungan, atau para akademisi kampus mengatakan dengan istilah pengendalian hayati, kami pikir cukup demikian dulu tentang panduan singkat mengendalikan hama pada tanaman cabai, selamat mencoba, jika anda memiliki pertanyaan seputar pembahasan ini, jangan sungkan silahkan tanyakan pada kolom komentar.

Kamis, 20 Agustus 2015

Cara Membuat Pembibitan Melon Dengan Polibeg

Buah kuning yang satu ini selalu menjadi Favorit bagi kebanyakan anak-anak, apalagi jika disajikan dalam bentuk jus melon, nah untuk anda yang hobi bertanam menggunakan polibeg disekeliling pekarangan rumah, kali ini kita coba berbagi tentang panduan singkat membuat pembibitan buah melon.

Bibit melon bisa diperoleh di toko-toko pertanian, selain itu bibit melon yang baik bisa juga diambil dari biji melon yang biasa dibeli di tempat penjual buah, sangat dianjurkan untuk memilih bibit yang baik dan sehat, pasalnya ketahanan bibit turut mempengaruhi hasil dari produksi batang melon yakni Buah Melon.

Tahapan persiapan pembibitan melon sebagai berikut.

1. Siapkan biji melon yang sudah dipilih

2. Rendam biji melon didalam ember selama lebih kurang satu jam

3. Biji melon yang terapung dipisahkan dengan biji melon yang terbenam didalam ember

4. Biji melon yang terendam diambil dan dikering anginkan selama lebih kurang setengah jam

Pada tahapan perendaman ini, beberapa orang ada juga yang merendam kembali menggunakan cairan Em4, fungsinya untuk menciptakan ketahanan pada bibit dengan membangkitkan bakteri yang baik untuk kebutuhan nutrisi biji.

Setelah tahap perendaman, berikutnya kita mempersiapkan polibeg kecil untuk penanaman bibit, tanah yang digunakan untuk polibeg ini sebaiknya diambil dari tanah yang banyak mengandung humus, setelah polibeg kecil diisikan tanah, berikutnya tinggal dimasukkan biji melon.

"Selama biji melon berada dalam tahap pertumbuhan, sebaiknya letakkan posisi bibit tepat dilokasi yang mendapat langsung sinar matahari pagi, bibit melon yang mendapat siraman dari sinar matahari pagi pertumbuhan batangnya akan kokoh dan kuat, dibanding dengan bibit melon yang tidak mendapat sinar matahari pagi, berdasarkan pengalaman sendiri bibit melon sudah mengeluarkan thallusnya pada umur tiga hari dari awal penanaman".

Hal yang paling penting untuk diperhatikan, selama proses pertumbuhan adalah bagaimana agar bibit melon tidak kekeringan, pembibitan disiram sebanyak dua kali sehari, yakni pada pagi dan sore hari, dibawah ini bisa anda saksikan photo penampakan dari bibit melon yang baru berumur satu minggu.

Cara Membuat Pembibitan Melon Dengan Polibeg
(Bibit melon usia satu minggu setelah penanaman)

Jumat, 14 Agustus 2015

Bahan Dasar Tanah Polibeg Persemaian

Membuat tanaman tumbuh subur dan berbuah lebat selalu menjadi tujuan utama bagi petani dan penggiat bercocok tanam, karena dengan demikian jerih payah selama melakukan kegiatan pertanaman menjadi terobati, manakala tumbuhan yang kita tanam tersebut tumbuh dengan baik, namun tentu saja membuat keinginan yang demikian terwujud kita perlu melakukan usaha yang maksimal, saran saya yang terbaik untuk semua kegiatan menanam tanaman tersebut adalah, kita melakukan usaha bertanam tersebut dengan tetap mengedepankan konsep non pestisida dan ramah lingkungan.

"Sering rekan-rekan saya sesama petani bertanya, apakah mungkin untuk melakukan kegiatan bercocok tanam tersebut tidak menggunakan bahan kimia buatan? Jawabannya sangat mungkin sekali, orang-orang bercocok tanam selalu menginginkan bagaimana produksi dari tanamannya banyak, namun orientasi yang demikian membuat kita lupa bahwa hasil yang banyak itu apakah sehat untuk kita konsumsi, hal yang baik dan seimbang tentu saja dengan turut mempertimbangkan bahwa hasil yang banyak tersebut juga seharusnya sehat untuk kita konsumsi".

Pembahasan kita kali ini adalah tentang bagaimana kita mempersiapkan tanah persemaian benih tanpa menggunakan pestisida dan ramah lingkungan, untuk melakukan hal tersebut ada beberapa langkah yang perlu kita siapkan.

Bahan dasar tanah persemaian

1. Tanah yang baik kita ambil untuk persemaian adalah tanah yang banyak mengandung humus, untuk mendapatkan humus tanah tersebut bisa kita peroleh dari tanah yang terdapat pada SISA di SEKELILING PEMBAKARAN, ingat tanah yang kita ambil adalah tanah yang berada di SEKELILING PEMBAKARAN, bukan tanah yang terdapat pada pembakaran.

2. Setelah tanah di SEKELILING PEMBAKARAN diambil, kemudian tanah tersebut diayak dengan ayakan halus.

3. Berikutnya kita tinggal persiapkan polibeg pembenihan, setelah tanah diayak semprotkan air bekas cucian beras yang sudah dicampur dengan biang bakteri Em4, aduk tanah sampai rata, jika anda merasakan tanah tersebut terasa dingin itu tandanya adukan sudah bagus.

4. Kemudian masukkan biji yang akan kita jadikan benih.

5. Hal yang perlu diperhatikan berikutnya, kadar air dalam tanah yang sudah didalam polibeg, jangan membuat polibeg terlalu banyak air, karena dengan terlalu banyak air maka jamur juga akan aktif berkembang.

6. Setelah lima langkah diatas sekarang polibeg tinggal kita letakkan ditempat yang disinari cahaya matahari pagi.

Sekarang kita tunggu benih yang sudah disemai dalam polibeg tersebut keluar tallusnya, perlu juga diperhatikan menjelang benih tumbuh, siapkan juga polibeg besar tempat pemindahannya, sekian tips singkat bercocok tanam dari saya tentang bahan dasar tanah persemaian untuk polibeg, selamat mencoba.

Bahan Dasar Tanah Polibeg Persemaian


Mari kita selamatkan tanah dari kimia berbahaya, untuk generasi kita berikutnya.

Selasa, 28 Juli 2015

Beralih ke Usaha Pertanian Organik

Eri demikian nama lelaki paruh baya yang berprofesi sebagai petani cabe di Sungai Kambuik, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya. Ia sudah menghabiskan dana lima puluh jutaan agar areal seperempat hektar yang ia jadikan tempat bertanam cabe, bisa tumbuh dengan baik dan berbuah lebat, namun nasib berkata lain, ditengah perjalanannya areal pertanaman cabenya diserang berbagai penyakit dan hama, salah satunya penyakit virus kuning keriting dan Antraknosa.

Tim P3L-Dharmasraya berkunjung ke kebun Eri pada awal puasa Ramadhan Juni lalu, ia putus asa melihat areal perkebunan cabenya sudah tidak punya harapan lagi, ditengah kemelut yang mendera hatinya, tim P3L-Dharmasraya mencoba memberikan solusi terkait penyakit yang diderita tanaman cabenya.

Sebagaimana tujuan utama dari pejuang P3L-Dharmasraya yakni, usaha menciptakan pertanian organic, ramah lingkungan, dan memproduksi hasil tani yang sehat untuk dikonsumsi keluarga, tanpa ketergantungan kepada produk kimia, serta mempersiapkan lahan tanah yang baik untuk keberlangsungan anak cucu, kami menawarkan solusi yang kiranya baik untuk menyelamatkan cabe Eri yang sudah diserang berbagai penyakit tersebut.

Pada akhirnya dalam situasi yang sangat genting tersebut, kami menawarkan biang bakteri organic yang baik untuk mengatasi berbagai penyakit tersebut, biang bakteri itu terangkum dalam botol pupuk cair �Bio � Organik Herbafarm�, akhirnya Eri mencoba menyelamatkan tanaman cabenya dengan 2 botol pupuk cair herbafarm. 

Pada hari lebaran ketiga tepatnya hari selasa tanggal 21 Juli 2015, salah seorang tim P3L-Dharmasraya kembali memantau perkembangan cabe yang sudah diperlakukan Eri dengan pupuk cair Herbafarm tersebut, diluar dugaan setibanya tim di lokasi areal pertanaman cabe Eri terlihat buah cabe yang tumbuh lebat, meski daun terlihat kuning keritiang, usaha penyelamatan oleh herbafarm ini masih sanggup membantu cabe untuk berbuah lebat. 

Aher salah seorang Karyawan Eri kepada tim P3L-Dharmasraya, dilokasi mengatakan ia sudah berkali panen dengan situasi pertanaman yang demikian.

Ambo kira cabe ini hanya sekali saja berbuahnya, namun uda bisa lihat sendiri batang cabe itu berbunga lagi, dan kami sudah berkali-kali panen setelah pemberian pupuk cair Herbafarm ini�, katanya bersemangat.

Setelah mengamati dan mencatat perkembangan cabe Eri, tim kembali ke posko P3L di Sitiung, sebelum pulang Aher membeli tiga botol lagi pupuk cair Bio-Organik Herbafarm, ia juga berjanji pada periode berikutnya ia dan Eri akan kembali bertanam cabe dengan metode hidroponik, dan meminta kami (P3L-Dharmasraya) untuk mendampingi hingga panen.

Beralih ke Usaha Pertanian Organik
(Foto : Aher ditengah tanaman cabenya yang terserang berbagai penyakit Virus, namun masih berbuah lebat, berkat pemberian pupuk cair Bio-Organik Herbafarm yang ramah lingkungan)

Kamis, 25 Juni 2015

Meluruskan Konsep Bertanam Hidroponik

Meluruskan Konsep Bertanam Hidroponik

Alangkah populernya konsep bertanam dengan cara hidroponik akhir-akhir ini, betapa tidak konsep hidroponik menjanjikan hasil yang lebih baik, dibanding pertanaman konvensional, tentu saja bagi pelaku petani hidroponik hal tersebut bukan sesuatu yang buruk, dan hasil yang lebih baik dibanding bertanam secara konvensional menggunakan areal yang ada, sebenarnya hal itu perlu pengkajian ulang.

Bertanam secara hidroponik sangat popular didaerah perkotaan, pasalnya diperkotaan sulit untuk memperoleh lahan yang memadai untuk bercocok tanam, dan hal itu sangat bertolak belakang dengan suasana pedesaan, dimana di desa ketersediaan lahan masih cukup untuk bercocok tanam.

Tananam hidroponik dari asal katanya menjelaskan, bahwa perlakuan tanaman tersebut lebih terfokus kepada ketersediaan air, dengan mengabaikan unsur tanah orang-orang perkotaan juga bisa bercocok tanam, baik itu di atas rumah maupun di dindingnya, dengan kata lain tanah sudah tidak menjadi prioritas lagi.

Ilmu pertanian dan botani sudah menjelaskan bahwa tanah merupakan syarat utama untuk tumbuhnya suatu tanaman, meski dalam konsep hidroponik tanah hanya sebagai tempat berdirinya batang pokok tanaman, berikutnya ketersediaan unsur senyawa untuk pertumbuhan tanaman digantikan dalam bentuk cair, lebih jauh dari kedua hal tersebut tanaman sesungguhnya membutuhkan sosialisasinya dengan yang lain, seperti serangga liar dan mikroorganisme yang terdapat disekitar tanah pertanaman, konsep tersebut seakan terbantahkan oleh sistim hidroponik, dengan menganggap semakin berkurangnya interaksi sosial tanaman dengan lingkungan alamiahnya, maka kemungkinan tanaman akan tumbuh dengan subur dan baik lebih besar, padahal sebenarnya tidak demikian.

Alam semesta melahirkan berbagai serangga dan mikroorganisme yang berkesinambungan dengan tanaman, maka dari itu ada istilah penyerbukan yang diperbantukan oleh serangga, mikroorganisme yang membantu menguraikan zat makanan tanaman, itu pula mungkin yang sangat mendasari perbedaan bertanam secara hidroponik dengan konvensional di tanah, ketika usaha pertanaman lebih dititik beratkan kepada unsur air, sesungguhnya penggiat hidroponik agak sedikit usaha ekstra, karena memikirkan bagaimana unsur untuk tumbuhnya tanaman ini dirubah bentuknya ke air.

"Sebaik-baiknya pupuk cair lebih baik sebenarnya ketersediaan unsur alami yang terdapat di tanah, di dalam tanah terjadi penguraian yang komplek bagi kebutuhan tumbuh tanaman, hal itu belum lagi jika ditinjau dari segi biaya, ketika tanah yang normal menyediakan segala kebutuhan untuk tumbuhnya tanaman, maka biaya bagi pertanaman konvensional di tanah lebih ringan dibanding dengan pola hidroponik".

Jika anda bermaksud melakukan usaha pertanian dengan gaya hidroponik, alangkah bijaknya jika anda juga menganalisa lebih mendalam, mana yang lebih tepat cara yang anda tempuh dengan hidroponik atau dengan pola konvensional di pertanahan, karena bagaimanapun juga interaksi sosial tanaman dengan lingkungan alaminya merupakan sesuatu yang lebih penting, yang terkadang hal tersebut tidak diperoleh pada pola bertanam hidroponik.

Salam �

Selamatkan tanah dengan organik

Cara Membuat Singkong Tumbuh Dengan Banyak Umbi


Cara Membuat Singkong Tumbuh Dengan Banyak Umbi
(Summber foto : agroexpres.com)
Bertanam singkong atau ketela pohon tentu tidak asing lagi bagi kebanyakan masyarakat Indonesia, dari zaman dahulu kala singkong dikenal dengan tumbuhan perdu yang sangat mudah ditanam, bahkan ketika potongan batangnya dicampakkan ia juga akan tumbuh dengan baik, dan singkong bertahun tahun menjadi makanan pokok setelah beras bagi rakyat Indonesia.

Budidaya singkong tidak terlalu rumit, namun membuatnya tumbuh dengan baik menghasilkan umbi yang besar dan banyak, tentu membutuhkan keterampilan yang mumpuni sehingganya anda bisa panen dengan hasil melimpah, bagaimana cara membuatnya tumbuh dengan baik dan menghasilkan umbi yang banyak, kita akan coba bahas berikut ini.

Singkong atau dengan nama latinnya Manihot Utilissima termasuk dalam suku Euphorbiacieae, sebagai syarat tumbuh tanaman ini sanggup tumbuh pada tanah jenis apapun, namun belum tentu umbi yang dihasilkannya banyak, nah untuk membuat hasil umbi yang banyak kita membutuhkan beberapa teknik pemupukan, dengan memanfaatkan potensi lingkungan disekitar rumah tangga, anda bisa membuat tanaman ini menghasilkan umbi yang banyak, caranya yakni dengan menggunakan limbah rumah tangga, seperti dari sisa-sisa masakan yang bisa diurai, misalkan potongan sayur, kulit bawang dan aneka sisa produk rumah tangga lainnya, yang intinya semua itu bisa diurai oleh alam.

Membuat pupuk untuk singkong dari limbah rumah tangga tersebut cukup mudah, anda tinggal membuat sebuah lubang kemudian masukkan semua limbah rumah tangga tersebut, setelah terkumpul cukup banyak, kemudian tutup dengan plastic dan biarkan selama lebih kurang lima belas hari.

Setelah pengomposan selesai pada hari ke lima belas, buka kembali kompos dari olahan limbah rumah tangga tersebut, kemudian campurkan dengan tanah bekas unggunan sampah, sambil diaduk jika perlu tambahkan dengan air garam, atau cairan Em4, atau anda bisa juga memanfaatkan pupuk cair Bio Organik Herbafarm produksi sidomuncul.

Ketika pengadukan selesai tutup rapat kembali kompos limbah rumah tangga anda, kemudian diamkan selama lima hari, setelah itu kompos siap digunakan, cara perlakuannya adalah dengan menaburkan kompos disekeliling tanaman singkong, waktu terbaik memberikan kompos ini adalah ketika umur tanaman singkong sekitar satu bulan, kompos yang anda berikan tadi mengandung banyak mikroorganisme yang mampu mengurai unsur hara tanah, sehingga tanaman singkong anda mampu menyerap lebih banyak hara, dan pertumbuhannya akan baik, karena dengan suburnya tanaman singkong tidak terlepas dari peran umbinya yang tumbuh lebat dan banyak.

Ternyata jika kita mau memanfaatkan lingkungan rumah tangga tanpa menggunakan pupuk kimia, manfaatnya sangat banyak terutama bagi usaha pertanaman di lingkungan pekarangan anda, termasuk tanaman singkong ini, demikian tips ringan dari kami untuk membantu tanaman singkong anda menghasilkan umbi yang banyak, selamat mencoba.

Cara Membuat Singkong Tumbuh Dengan Banyak Umbi, kandungan gizi singkong
(Sumber foto : singkongday.wordpress.com)

Salam �

Selamatkan tanah dengan organic.

Selasa, 23 Juni 2015

Rahasia membuat tanaman cabe berbuah lebat selebat-lebatnya


Musim ramadhan tahun ini hampir semua harga kebutuhan pokok meroket naik, kenaikan tersebut menyengsarakan bagi masyarakat non tani, dan menjadi suatu kesenangan bagi petani cabe, terutama petani yang sedang dalam tahap panen hingga lebaran nanti, nah khusus bagi anda petani cabe, bagaimana caranya agar buah cabe anda tumbuh rimbun dan banyak? Pupuk apa saja yang digunakan agar cabe kesayangan anda berbuah lebat? Berikut kita coba bahas rahasianya.

Tanaman cabe merupakan tanaman yang mudah tumbuh dimana saja, tanaman yang masih tergolong dalam family "Solanacearum" ini, tidak banyak tuntutan untuk tumbuh asalkan kita rajin menyediakan air pada areal pertanamannya, maka ia akan tumbuh subur, apalagi jika dalam penanamannya dilakukan dengan cara organic atau ramah lingkungan, namun demikian jika ada pula diantara anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang cabe rawit dan bagaimana rahasianya agar cabe rawit anda sukses tumbuh dan menghasilkan buah yang banyak melimpah silahkan baca artikel kami disini [Rahasia sukses budidaya cabe rawit].

Rahasia membuat tanaman cabe berbuah lebat selebat-lebatnya
Rahasia bagaimana cara membuat tanaman cabe anda berbuah lebat selebat-lebatnya, dipengaruhi oleh beberapa factor.

1. Ketersediaan air dan unsur hara

Pengalaman saya beberapa kali menindaklanjuti penyelamatan lahan cabe yang sudah kritis, persoalan utamanya kebanyakan terletak pada kurangnya air, ketika tanaman cabe sudah memunculkan buah terkadang kita sudah percaya diri, padahal sesungguhnya pada saat itu cabe membutuhkan air yang cukup untuk melakukan pertumbuhan.

Demikian juga halnya dengan unsur hara, areal pertanaman cabe yang terlalu banyak diperlakukan secara kimia, besar kemungkinan unsur hara tanahnya banyak tertutupi oleh kadar kimia tersebut, anda bisa menemukan di artikel kami yang satu ini tentang cara praktis mengelola unsur hara tanah, untuk areal pertanaman sayuran, pada link [ini], disamping itu penggunaan bahan kimia untuk memperbaiki unsur hara tanah juga kurang bagus untuk kesehatan, demikian juga halnya dengan penggunaan pestisida kimia, juga sama buruknya untuk kesehatan sayuran,  bahaya unsur kimia dan pestisida kimia pada sayuran akibat penggunaan berlebihan, dapat anda baca selengkapnya di artikel yang ini [bahaya kimia dan pestisida untuk sayuran].

Oleh karena itu untuk membuat tanaman cabe anda berbuah lebat-selebat-lebatnya saya sangat menganjurkan, sebisa mungkin perlakukanlah tanah dan tanaman anda dengan cara organic, caranya juga tidak terlalu rumit, hanya dengan menggunakan pupuk kompos maka tanah dan tanaman anda akan tumbuh dengan baik, selain itu untuk mendapatkan pupuk kompos berkualitas juga paling mudah, bahkan dengan limbah rumah tangga pun anda sudah bisa menciptakan pupuk kompos berkualitas tinggi, simak pembahasan kami tentang pemanfaatan limbah rumah tangga untuk kompos pada artikel kami pada link ini [Cara mengolah limbah rumah tangga menjadi kompos berkualitas].

Namun dengan memperhatikan ketersediaan unsur hara saja tidak pula cukup, untuk membuat tanaman cabe mampu berbuah lebat, tidak bisa kita pungkiri pupuk juga berperan penting dalam produksi buah cabe, untuk itu disamping ketersediaan unsur-unsur hara, baik hara makro (N, P, K, Ca, Mg dan S) ataupun hara mikro (Zn, Fe, Mn, Co, dan Mo) yang cukup dan seimbang dalam tanah merupakan faktor penting untuk mendapatkan hasil cabai merah yang tinggi dengan kualitas yang baik.

Setiap unsur hara mempunyai peran spesifik di dalam tanaman. Kekurangan atau kelebihan unsur hara dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan menurunkan hasil. Jenis pupuk yang digunakan untuk menambah hara N, P, K dan S adalah Urea, ZA, TSP/SP-36, KCl, ZK (K2SO4). Untuk menambah hara Ca dan Mg dengan pemberian kapur atau dolomit. Sebagai sumber hara mikro umumnya dari pupuk kandang atau kompos.

Dalam budidaya cabai merah, pemakaian pupuk organik seperti pupuk kandang atau kompos merupakan kebutuhan pokok, di samping penggunaan pupuk buatan. Pupuk organik atau kompos, selain dapat mensuplai unsur hara bagi tanaman (terutama hara mikro), juga dapat memperbaiki struktur tanah, memelihara kelembaban tanah, mengurangi pencucian hara, dan meningkatkan aktivitas biologi tanah. Berbagai limbah pertanian, seperti limbah pabrik gula (blotong), limbah media jamur, limbah kebun dan limbah pasar, dapat digunakan sebagai pupuk organik, dan dalam dosis yang sama dapat memberikan hasil cabai merah yang tidak jauh berbeda dengan pupuk kandang atau kompos.

Dalam dosis yang sama, jenis pupuk kandang yang paling baik untuk penanaman cabai merah di dataran tinggi adalah pupuk kandang ayam, tetapi harganya lebih mahal. Menurut penelitian Subhan hubungan antara dosis pupuk kandang ayam dan hasil cabai merah bersifat linier.

Kebutuhan pupuk untuk penanaman cabai merah bervariasi, tergantung pada kultivar, jenis lahan, lokasi, musim tanam, dan jenis pupuk yang digunakan. Di bawah ini diuraikan kebutuhan pupuk untuk cabai merah pada berbagai jenis lahan dan sistem tanam.

A. Penanaman cabai merah pada lahan kering di dataran tinggi/ medium (jenis Andisol/ Latosol)

� Pemupukan dasar terdiri atas pupuk kandang kuda (20 - 30 t/ ha) atau pupuk kandang ayam (15 - 20 t/ ha) dan pupuk SP - 36 (300 kg/ha), yang dilakukan seminggu sebelum tanam. Pupuk kandang dihamparkan pada garitan-garitan atau lubang-lubang tanaman, di atasnya diletakkan pupuk SP-36. Pupuk susulan terdiri atas pupuk Urea (200-300 kg/ha), ZA (300-400 kg/ha) dan KCl (250-300 kg/ha), yang diberikan 3 kali pada umur 3, 6 dan 9 minggu setelah tanam, masing-masing sepertiga dosis. Pupuk susulan disebar di sekitar lubang tanaman, kemudian ditutup dengan tanah (Sumber : Hilman dan Suwandi 1992; Nurtika dan Hilman 1991; Rosliani et al. 1998).

Atau :

� Pemupukan dasar terdiri atas pupuk kandang kuda (20-30 ton/ha) dan pupuk NPK 16-16-16 (700-1000 kg/ha), yang diberikan satu minggu sebelum tanam. Pupuk susulan adalah NPK 16-16-16 (300-500 kg/ha), diberikan dengan cara dicor, yaitu pupuk dilarutkan dalam air (2 g/l), kemudian disiramkan pada lubang tanaman atau disekitar tanaman (100-200 ml per tanaman). Pupuk susulan diaplikasikan setiap 10-14 hari, yang dimulai sejak tanaman berumur satu bulan sesudah tanam (Sumber : Hidayat et al. 2003).

B. Penanaman cabai merah pada lahan sawah di dataran rendah (jenis Aluvial)

Seminggu sebelum tanam, pupuk kandang ayam (15-20 t/ ha) atau kompos (5-10 t/ ha) dan SP-36 (300-400 kg/ha) diberikan sebagai pupuk dasar. Pupuk susulan yang terdiri atas Urea (150-200 kg/ha), ZA (400-500 kg/ha) dan KCl (150-200 kg/ha) atau pupuk NPK 16-16-16 (1,0 t/ ha), diberikan 3 kali pada umur 0,1 dan 2 bulan setelah tanam masing-masing sepertiga dosis.

C. Penanaman cabai merah secara tumpanggilir dengan bawang merah

� Pupuk untuk bawang merah :

Pupuk kandang (10-20 t/ ha) dan SP-36 (200-250 kg/ha) diberikan 7 hari sebelum tanam dengan cara dihamparkan pada jalur-jalur penanaman. Pupuk susulan yang terdiri atas Urea (150-200 kg/ha), ZA (400-500 kg/ha) dan ZK (150-200 kg/ha) diberikan setengah dosis pada umur 7 serta 25 hari setelah tanam, dengan cara disebar di sekitar tanaman lalu ditutup dengan tanah.

� Pupuk untuk cabai merah :

Pupuk kandang (10-15 t/ ha) dan SP-36 (150-200 kg/ha) diberikan 7 hari sebelum tanam. Pupuk susulan yang terdiri atas Urea (100-150 kg/ha), ZA (300-450 kg/ha) dan KCl (100-150 kg/ha) diberikan sepertiga dosis pada umur 4, 7 serta 10 minggu setelah tanam cabai merah (Sumber : Nurtika dan Hilman 1991; Nurtika dan Suwandi 1992).

D. Penanaman cabai merah dengan sistem tumpangsari dengan kubis atau tomat

Sebagai pupuk dasar pupuk kandang (30-40 t/ ha) dan pupuk NPK 16-16-16 (700-1000 kg/ha) diberikan 7 hari sebelum tanam cabai merah, dengan cara dihamparkan pada jalur-jalur penanaman lalu ditutup dengan tanah, kemudian mulsa plastik hitam perak dipasang. Pupuk susulan, yaitu NPK 16-16-16 (300 - 500 kg/ha) diberikan dengan cara dicor, yaitu dilarutkan dalam air (2 g/l), kemudian disiramkan pada lubang-lubang tanam (100-200 ml per tanaman). Pupuk susulan diaplikasikan setiap 10-14 hari, yang dimulai pada 1 bulan sesudah tanam cabai merah. Satu bulan sesudah tanam cabai merah kubis atau tomat ditanam di antara tanaman cabai merah (Sumber : Hidayat et al. 2003).

2. Menggunakan pestisida kimia

Pestisida kimia sebenarnya tidak membasmi serangga hama, karena sesungguhnya pestisida kimia hanyalah menciptakan bentuk pertahanan baru bagi hama serangga, bahkan pestisida kimia juga mempercepat terjadinya pembuahan pada telur serangga hama, anda bisa membuat pestisida nabati dengan cara yang sangat sederhana dan mudah, bahan-bahannya juga cukup tersedia disekitar lingkungan anda, tidak ada salahnya anda mencoba membuat pestisida alami dari bawang putih, caranya bisa anda temukan pada artikel kami di link ini [Cara membuat pestisida nabati ampuh mudah dan murah meriah dengan memanfaatkan bawang putih].

Dengan memanfaatkan daun-daun tanaman yang biasanya banyak tumbuh disekitar lingkungan anda, anda juga bisa membuat pestisida nabati ampuh dan ramah terhadap lingkungan, pestisida nabati khusus untuk membasmi serangga penghisap, jenis kutu-kutuan, dan hama tanaman cabe lainnya, telah kami bahas pada link artikel ini [RAMUAN AMPUH PEMBASMI HAMA TANAMAN CABE], silahkan dibaca.

Kami menyadari sepenuhnya bahwa pestisida yang dibuat dari alam memanglah tidak memperlihatkan dampak kinerja secepat pestisida kimia, karena itu beberapa dari petani kita juga menggunakan pestisida kimia.

Untuk anda yang ingin menemukan cara lengkap mengobati tanaman cabe dari berbagai penyakit, kami telah sediakan artikel khusus yang membahas persoalan tersebut, silahkan baca di [Cara Mengatasi Berbagai Penyakit Pada Tanaman cabe], pada artikel tersebut kita bahas persoalan penyakit tanaman cabe, mulai dari biji, masa persemaian, masa pertumbuhan, masa produksi buah hingga gangguan dari lingkungan sekitarnya, karena seperti yang kita ketahui tanaman cabe rentan terhadap serangan berbagai penyakit disepanjang masa pertumbuhannya.

3. Penyiangan tanaman cabe

"Nah disinilah letak rahasianya, pada tanaman cabe sangat perlu sekali dilakukan penyiangan, namun penyiangan disini maksudnya tidak membasmi gulma secara keseluruhan, karna gulma juga berperan besar dalam metode pengendalian hama secara hayati pada areal pertanaman cabe, panyiangan yang paling utama diperhatikan adalah pada perakaran dan batang cabe, gulma yang tumbuh dekat perakaran cabe perlu di cabut, kemudian perhatikan daun-daun yang sudah kering dan mati pada bagian pangkal batang, jika terdapat daun-daun yang sudah mati dipangkas saja, demikian juga dengan tunas yang tidak penting sebaiknya dipangkas saja, hal ini karena yang kita fokuskan pada tanaman cabe adalah rimbunnya buah, maka dari itu pemangkasan penting dilakukan".

Selain pemangkasan yang perlu diperhatikan lagi adalah, memangkas buah dan daun yang terserang penyakit, seperti klorosis pada daun, busuk buah atau antraknosa pada buah.

Ketiga pokok diatas adalah rahasia suksesnya, jika anda mengiinkan tanaman cabe anda berbuah rimbun lebat selebat-lebatnya, buah cabe yang lebat menghasilkan produksi buah yang banyak dan harganya juga tinggi, sehingga menguntungkan bagi petani cabe, namun ada satu hal yang paling penting dari semua cara rahasia diatas, yakni jika tanaman cabe anda memberikan keuntungan yang berlipat ganda, jangan lupa keluarkan zakatnya sebanyak 2,5% untuk asnaf yang delapan, karena dibalik keberhasilan anda itu juga ada hak orang lain (anak yatim, fakir miskin dan asnaf delapan lainnya) yang harus anda tunaikan.

Selain dari rahasia ini, bagi anda yang ingin mencoba bertanam cabe dalam pot/ polybag secara hidroponik silahkan kunjungi artikel bermanfaat kami berjudul "Menanam cabe dalam pot secara hidropinik", mudah-mudahan anda menemukan ide untuk pola bertanam cabe kesayangan anda.

Demikianlah rahasianya, salam hangat �

Selamatkan tanah dengan Organik!!

Sumber : Panduan teknis cabai merah - Nani Sumarni dan Agus Muharam