Sabtu, 14 Februari 2015

Cara Membuat Pupuk Kompos Menggunakan Mikro Organisme Lokal

Pupuk Kompos seringkali bukan sesuatu yang favorit bagi petani, hal ini dikarenakan membuat Kompos membutuhkan waktu yang agak lama dibanding menggunakan pupuk kimia, padahal ada banyak manfaat jika petani menggunakan pupuk Kompos, selain ramah lingkungan hasil panen juga setara dibanding menggunakan pupuk kimia. Berikut ini kita akan coba bahas cara membuat pupuk Kompos menggunakan Mikro Organisme Lokal atau dikenal juga dengan istilah MOL, cara pembuatan pupuk Kompos menggunakan MOL ini penulis rangkum dari keterangan ketua Perhimpunan Petani Peduli Lingkungan (P3L) Mr. Paryoto di Kabupaten Dharmasraya Sumatera Barat.

Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang pembuatan Kompos menggunakan MOL, ada baiknya kita jelaskan secara ringkas terlebih dahulu, apa itu MOL. MOL merupakan kumpulan dari Mikro Organisme berupa bakteri atau jamur (Fungi), Mikro Organisme ini diperoleh dari segala jenis buah-buahan yang sudah membusuk, jadi pembuatan pupuk Kompos kali ini bisa dikatakan pembuatan Kompos menggunakan Buah-buahan busuk.

CARA MEMBUAT KOMPOS MENGGUNAKAN MOL


Bahan dasar yang dibutuhkan diantaranya adalah MOL (Micro Organisme Lokal), MOL itu terdiri dari

1. Buah-buahan busuk untuk segala jenis buah,
2. Air kelapa,

Untuk bahan Komposnya sendiri terdiri dari

1. kotoran sapi atau kerbau,
2. Jerami,
3. Dedak padi,
4. Arang sekam,
5. Dolomit (kapur murni),
6. Sampah basah,
7. dan serbuk gergaji,

Kemudian untuk pengaduk atau bahan blendingnya MOL dicampur dengan Sluri, yakni limbah Biogas dari kotoran sapi,

Cara pembuatan

Semua bahan yang sudah disebutkan tadi dicampur diaduk sambil di taburi MOL yang sudah di campur dengan Sluri, kemudian bahan yang sudah diaduk tersebut didiamkan selama lima hari, setelah lima hari diaduk kembali sambil dicampurkan dengan MOL, demikian selanjutnya, jadi pengadukan dilakukan per lima hari selama lima belas hari.

Dari cara pengolahan tersebut Kompos yang sudah jadi diayak kemudian hasil ayakan di tutup rapat dengan plastik selama sepuluh hari, sementara itu Kompos yang masih berbentuk bongkahan digiling baru kemudian di diamkan dan ditutup dengan plastik selama sepuluh hari, setelah kompos terlihat basah dan dingin kemudian tampak ada tanda-tanda cacing yang berkembang biak, maka Kompos siap dikemas kedalam karung yang didalamnya dilapisi plastik agar tidak menguap.

Biaya pembuatan Kompos menggunakan MOL ini tidaklah terlalu mahal, bahkan bahan-bahan yang dibutuhkan cukup tersedia disekitar lingkungan kita, apalagi jika anda tinggal di Desa, nah Karen kebetulan kelompok P3L menggiatkan pembuatan Kompos menggunakan MOL ini, dari keterangan ketuanya Mr Paryoto menjelaskan, �Karena Kompos kami diproduksi dalam skala besar maka tentunya kami memakai biaya tenaga dan bahannya, namun demikian perkilonya kami menjual kepada petani seharga seribu perak, siapapun yang berminat membeli silahkan datang ke Rumah Kompos kami di Kabupaten Dharmaraya,� imbuhnya.

menanam tanaman
(Pengolahan Kompos di Rumah Kompos P3L, blok B Sitiung I, Dharmasraya)

Jumat, 30 Januari 2015

Daftar Pestisida yang Umum Digunakan untuk Sayuran

Mengobati tanaman dari penyakit dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya juga dengan menggunakan senyawa kimia, meski dalam beberapa kampanye penggunaan senyawa kimia harus dikurangi, namun untuk mengembalikan kondisi tanaman kepada keadaan yang sehat terkadang juga diperlukan pestisida.

Untuk anda yang membutuhkan referensi tentang pestisida yang digunakan untuk perlakukan benih dan pengobatan penyakit pada masa vegetatif tanaman, berikut ini kita sajikan tabel pengobatan penyakit untuk perlakuan pada benih dan pencelupan bagian vegetatif.

No Zat Kimia Terkandung Merek DagangSifat Dan Rentang PengendalianTindakan Keamanan
1 Merkuri organik Ceresan M, Agallol, Aretan, Tillex, Panogen, QuintexSpektrum lebar, non sistemik, untuk jamur tanah penyebab rebah semai, busuk leher akar dan patogen daun terbawa tanahBeracun, gunakan topeng muka dan sarung tangan
2 Merkuri an organik Calomel, Cyclesan,BatlleSpektrum lebar, non sistemik, hama dan penyakit tanah akar termasuk pekukSangat beracun hindari tertelan dan kontak kulit
3 a. Ditiokarbamat, Captan
b. Mancozeb maneb
c. Thiram zineb
Orthocide, Capton, Santhane Dithane M-45, Manzate Dithane M-22, Agrox, Trianzone, Afrocobre Arasan, Tersan, Thirasam Dithane Z-78, Polyram-ZSistemik, non sistemik, semua fungisida serba bisa, juga dipakai luas sebagai pelindung daun terhadap berbagai penyakitUmumnya tidak beracun tetapi dianjurkan memakai topeng muka dan sarung tangan
4 Chloramil SpergonSpektrum lebar, NC, perawat benih yang sangat baikDaya racun rendah
5 Tecnazene Fusarex, FolosonNon sistemik, khusus untuk busuk fusarium pada kentang dalam simpanan dan Botrytis pada sayuran, juga penghambat pertunasan pada kentangTidak beracun
6 Tolklofos metil RizolexNon sistemik, baik sekali untuk Rhizoctania spp, sebagai perawat benih atau dicampur dalam tanahDaya racun rendah
7 Senyawa-senyawa sistemik Benomil Benlate, Afungil, Benosan, ArboralSpektrum lebar, tak mengendalikan fikomisetes, misalnya embun tepung, Pythium sppUmumnya tidak beracun tetapi gunakan topeng muka dan sarung tangan
8 Karbendazin, Thiabendazol Bavistin, Derosal, Delsene Tecto, Martec, Storite, MycozolSpektrum lebar, tak mengendalikan fikomisetes, misalnya embun tepung, Pythium spp, Berguna untuk perawatan sayuranpasca panenUmumnya tidak beracun tetapi gunakan topeng muka dan sarung tangan
9 Aluminium trisetil fosfonat Alliate, Mikal, RhodaxKhusus untuk fikomiseta seperti embun tepung, Pythium sppTidak beracun
10 Metalaksil Ridomil MZKhusus untuk fikomiseta seperti embun tepung, Pythium spp, tetapi sekarang mengandung Dithane M-45 sebagai spektrum luasHindari serbuk masuk kedalam mata
11 Furalaksil Fongarid, FonganilKhusus untuk fikomiseta seperti embun tepung, Pythium spp, sekarang mengandung Dithane M-45 sebagai spektrum luasTidak beracun
12 Protiokarb Previcur, DynoneDigunakan sebagai protektan (pelindung)Tidak beracun
13 Etirimol Milstem, Milcurb, MilgoEfektif terhadap penyakit tepung sebagai perawat benih atau semprotan daunTidak beracun
14 Karbosin Vitavax, VitafloSebagai perawat benih terhadap Rhizoctania spp pada sayuranTidak beracun
15 Oksicarboksin Plantvax, RendorBenih atau daun terhadap karatTidak beracun
16 Imazalil FungaflorSpektrum lebar, benih atau semprotan daunTidak perlu pakai topeng muka
Jika daftar pestisida yang ingin anda cari tidak ditemukan disini, anda bisa kunjungi daftar racun herbisida untuk pengendalian gulma pada tanaman pada link ini [Daftar Racun Herbisida Untuk Mengendalikan Gulma Pada Tanaman Sayuran]

* Sumber William Uzo - Produksi sayuran di daerah tropis 1993

Senin, 26 Januari 2015

Kamus Istilah dalam Bidang Pertanian

Bagi anda yang masih belum banyak mengerti tentang istilah-istilah dalam bidang pertanian berikut ini kita coba tuliskan kamus istilah dalam bidang pertanian, terkadang istilah ini sering memicu pengertian yang rancu dikalangan masyarakat khususnya dikalangan petani itu sendiri.

Kamus Istilah dalam Bidang Pertanian
Agronomi : Ilmu produksi tanaman

Air tersedia : air tanah yang bertahan sesudah kelebihannya teratur, yaitu Antara kapasitas lapangan dan titik layu permanen.

Ambang ekonomi : tindakan hama yang memerlukan tindakan pengendalian untuk mencegah terjadinya tingkat kerusakan ekonomi.

Anaerob : suatu proses yang dapat berlangsung tanpa oksigen; (untuk tanah) tanah yang tempat air yang oksigennya telah terdesak keluar.

Anakan : tunas yang bercabang pada rumput atau tanaman serealia.

Antagonisma : penghalang pengambilan suatu unsur oleh unsur lain, misalnya untuk oleh kalium, pada akar tanaman.

Antraknosa : penyakit dengan gejala khas luka yang tenggelam.

Aplikasi lajur : suatu perlakuan yang diberikan dalam suatu lajur disamping tanaman dalam baris.

Bahan aktif (b.a) : bagian aktif suatu formulasi / ramuan bahan kimia.

Bahugalur : suatu campuran sejumlah galur tanaman yang secara genetik berbeda yang tampaknya serupa.

Bakteri : jasad bersel tunggal yang hidup sebagai parasite atau saprofit.

Batang atas : suatu tunas atau kuncup vegetatif yang digunakan untuk disambungkan diatas batang bawah.

Batuan malihan/metaforf : batuan yang mengalami perubahan mendasar oleh panas atau tekanan.

Bercak, luka : suatu noda yang disebabkan oleh penyakit, air ludah serangga atau gangguan lain.

Budidaya hara : menanam tanaman dalam bahan/media lengai (inert, lembam) yang dipasok larutan hara (Hidroponik)

Buku : suatu daerah pada tanaman tempat munculnya cabang dan daun.

Bulbil : kincup vegetative pada tanaman.

Butir � renai : zarah-zarah kimia yang dijendalkan menjadi butiran / pulung agar mudah memberikannya, biasanya pada tanah.

Cacar : suatu penyakit tanaman yang melibatkan semua bagian tanaman, tetapi biasanya mengacu kepada penyakit-penyakit yang penyebarannya cepat seperti penyakit layu pada kentang (potato blight).

Dorman : hidup tetapi tidak aktif, misalnya kuncup, biji yang tidak berkecambah, spora.

Ekosistem : suatu system interaksi Antara mahluk-mahluk yang hidup dengan lingkungan fisiknya.

Ekslusi/pengeluaran : pengendalian hama atau penyakit dengan mencegahnya masuk ke suatu daerah atau Negara misalnya dengan peraturan/undang-undang.

Eksokarp : lapisan luar kulit /dinding buah.

Eksotik : asing � tidak asli atau berasal setempat.

Embun madu : suatu cairan manis yang dikeluarkan oleh beberapa hemiptera untuk cairan serangga lain (misalnya, semut); suatu media tumbuh untuk kapang jelaga.

Endemic : selalu ada di suatu daerah (diterapkan pada hama dan penyakit)

Endocarp : lapisan dalam dari dinding buah.

Endosperm : makanan cadangan dalam biji.

Epidemic : suatu peningkatan adanya penyakit atau hama sampai tingkatan yang membahayakan.

Epidemiologi : ilmu yang memperlajari perkembangan penyakit dalam suatu populasi.

Epidermis : lapisan luar jaringan tanaman atau jaringan serangga.

Fakultatif : bebas pilih, dapat memilih (digunakan pada hama atau pathogen yang dapat hidup baik pada inang hidup atau bahan mati)

Fikomisetes : suatu kelompok besar jamur yang hifanya umumnya tidak bersekat melintang, yaitu seperti senosit.

Fitosanitasi : pembuangan dan pemusnahan bahan tanaman yang terinfeksi atau terserang yang mungkin menjadi sumber infeksi ulang bagi pertanaman.

Fitotoksik : dapat merusak atau membunuh tanaman atau bagian tanaman.

Fumigasi : penggunaan gas racun (yaitu fumigan) untuk membunuh jasad pengganggu seperti jamur atau bakteri tanah.

Fungisida : bahan kimia yang membunuh jamur/fungi.

Geluh : tanah yang jumlah lempung, pasir, dan debunya dalam proporsi yang seimbang.

Untuk istilah pertanian lainnya kami telah tuliskan pada artikel berikut ini, [Kamus istilah biologi pertanian jilid 2]

Jumat, 23 Januari 2015

Cara membuat perangkap serangga untuk pertanaman cabai

Seringkali untuk keperluan perawatan tanaman petani membuat perangkap serangga untuk menghindari serangan serangga pada tanaman kesayangan seperti cabai, perangkap serangga ini bisa dipakai untuk jenis tanaman apa saja selain cabai, terutama tanaman hortikultura dan bisa juga untuk tanaman padi.

Perangkap serangga yang kita bahas kali ini adalah perangkap serangga yang paling sederhana, namanya lampu perangkap, saking sederhananya tidak terlalu banyak biaya yang dipergunakan, bahkan saya yang pernah mencoba menerapkan lampu perangkap ini pada areal tanaman cabai dibelakang rumah, bisa dikatakan sangat bagus dan meminimalisir biaya pestisida. Baiklah sebelum kita membahas cara membuatnya kita asumsikan dulu anda bercocok tanam cabai, untuk penerapan ke tanaman lain anda bisa kreasikan sendiri.

Sebelum kita membuat lampu perangkap ada beberapa peralatan yang harus dipersiapkan.

1. Lampu pijar 20 watt

2. Ember besar

3. Kedudukan lampu

4. Kabel

5. Penutup lampu/ pelindung lampu dari air.

Cara membuatnya :
Pasang lampu pijar dengan kedudukannya sekaligus dengan penutup lampu, kemudian sediakan ruang untuk meletakkan ember, bisa juga anda gunakan meja khusus untuk meletakkan ember, setelah semuanya siap, isi ember besar tadi dengan air sebanyak setengah ember. Untuk contoh bisa anda simak gambar ilustrasi dibawah ini.

menanam tanaman


Tempat pemasangan perangkap lampu sangat dianjurkan berada ditengah areal pertanaman, umumnya serangga pengganggu tanaman cabai menyukai cahaya, jadi dalam hal ini kita memanfaatkan perilaku serangga dalam menjaga tanaman, serangga penggangu utama yang paling banyak menyebabkan petani cabai menderita adalah kutu, terutama kutu kebul sebagai serangga vector dari berbagai penyakit virus pada tanaman cabai, nah kabar baiknya kutu kebul aktif dimalam hari dan sangat menyukai cahaya yang terang, jadi bila hari mulai gelap lampu perangkap dinyalakan.

Setelah anda memahami cara pembuatan lampu perangkap tentu timbul pertanyaan kapan sebaiknya perangkap lampu itu dipasang, nah dari yang pernah saya coba untuk perangkap lampu ini waktu yang tepat untuk mulai memasang perangkap lampu adalah semenjak bibit cabai dipindahkan ke areal pertanaman.

Mungkin ada juga diantara anda yang bertanya kalau areal pertanamannya jauh dari rumah bagaimana caranya, nah dalam hal ini saya asumsikan sejauh apapun areal pertanaman anda jika masih memungkinkan untuk memperoleh saluran listrik untuk lampu penerangan sebaiknya anda membuat lampu perangkap, anda bisa bandingkan berapa biaya yang anda keluarkan jika anda membuat perangkap lampu atau anda membeli racun pestisida, dengan menggunakan perangkap lampu berarti anda turut serta melakukan pengendalian serangga ramah lingkungan.

Sekian dulu pembahasan kita tentang cara membuat perangkap lampu untuk mengendalikan hama pada pertanaman cabai, selamat mencoba dan salam go green...

Sabtu, 20 Desember 2014

Cara Membuat Minyak Kelapa (VCO) yang Baik

Pohon kelapa hampir dipastikan bisa tumbuh di seluruh pelosok nusantara, apalagi bagi warga yang tinggal di pesisir pantai, banyak sekali pohon kelapa yang tumbuh, dari pada pusing memikirkan BBM yang selalu menjadi jualan politik ada baiknya kita usaha sendiri, terutama MINYAK KELAPA untuk memenuhi kebutuhan dapur.

Pada artikel ini kita akan membahas bagaimana cara membuat minyak kelapa dan menjadikannya sebagai peluang bisnis, sangat disayangkan jika anda tidak mencoba membuat minyak goreng dari buah kelapa, singkirkan dulu TEROR tentang minyak kelapa yang harus memiliki Omega sekian atau kandungan kolesterol sekian dari pikiran anda, sebab sudah bisa saya pastikan terror semacam itu adalah strategi kaum kapitalis yang hanya menginginkan agar setiap ibu-ibu di Indonesia ini membeli minyak kelapa buatan mereka.

Cara membuat minyak kelapa

Sebelum kita mulai membuat minyak kelapa ada beberapa peralatan yang musti kita persiapkan.

- Kompor atau Tungku kayu, Kalo (Semacam saringan), parutan, wajan besar, irus, ember, gayung, kayu penapis, kain penapis, baskom, kaleng tempat minyak, parang sabit, sendok, pisau.

Bahan yang kita butuhkan adalah :

- Buah kelapa, ragi tape.

Langkah Pembuatan

1. Belah buah kelapa, kemudian ambil isinya.

2. Bersihkan kulit ari yang ada pada biji

3. Parut kelapa yang sudah dibersihkan tadi

4. Kelapa yang sudah diparut direndam dalam air hangat sambil diremas untuk diambil santannya.

Cara membuat air bibit

- Campurkan air kelapa dengan ragi tape sebanyak dua sendok makan dan santan hasil perasan tadi

- Kemudian diamkan selama satu malam

Cairan yang terbentuk ini disebut juga dengan Air Bibit.

Cara mengolahnnya menjadi minyak bisa dilakukan dengan dua cara, yakni cara tradisional dan cara Peragian. Kita bahas dulu cara pengolahan menjadi minyak secara tradisional.

A. Cara pengolahan menjadi minyak (Cara Tradisional)


1. Jemurlah santan untuk pembuatan minyak selama 1 jam dipanas matahari, kemudian diamkan paling lama 10 jam, selanjutnya air yang berada dilapisan bawahnya dibuang.

2. Rebus santan sambil diaduk-aduk terus sampai ampasnya kering.

3. Sesudah dingin tuangkan diatas penapis.

4. Ditapis dan diperaslah minyaknya, maka jadilah minyak kelapa

Dalam perkembangan teknologi modern pengolahan buah kelapa menjadi minyak seperti ni dikenal dengan istilah VCO (Virgin Coconut Oil)

B. Pengolahan minyak dengan cara peragian

1. Parutan kelapa diremas-remas dalam air hangat, setelah diremas kemudian ditapis, dan santan dan airnya dibiarkan terpisah untuk diambil kepala santannya, kelapa santan disni maksudnya adalah santan yang berada pada bagian atas.

2. Kemudian masukkan air bibit dan kepala santan kedalam kaleng kaca dengan perbandingan 3 : 1

3. Campuran kepala santan dan air bibit tersebut dibiarkan terbuka selama 8 jam dengan temperature kamar, setelah peragian berjalan maka cairan akan terpisah dengan sendirinya menjadi tiga bagian yaitu Minyak, protein, dan air bibit.

4. Tiga bagian ini dipisahkan dengan cara masing-masing lapisan dimasukkan kedalam wadah terpisah.

5. Supaya minyak enak dan tidak lekak, maka didihkan terlebih dahulu diatas kompor/tungku.

Nah sampai tahap diatas kita telah membuat minyak kelapa dari buah kelapa secara tradisional, sekarang kita tinggal lirik pangsa pasarnya.

Rincian modal :

1. Kelapa lebih kurang 18 buah

2. Ragi tape

3. Kayu bakar

Pemasaran minyak kelapa

1. Bisa anda jual sendiri di rumah atau diwarung atau ditoko anda

2. Melayani pesanan tetangga yang ingin dibuatkan minyak kelapa alami

3. Mencari penyalur jika anda memproduksi dalam jumlah banyak

4. Dititipkan diwarung-warung

Sekedar informasi jika anda mampu memproduksi minyak kelapa dengan cara tradisional seperti pada point A, maka anda bisa menjual dalam bentuk botol ukuran 50 Ml50, harga pasaran sekarang perbotolnya bisa mencapai Rp. 50.000, nah tentu saja harga yang demikian sangat menarik bagi anda yang menjadikannya usaha kecil dirumah.

Cara Membuat Minyak Kelapa (VCO) yang Baik

Sabtu, 13 Desember 2014

Cara Menanam Tomat yang Baik

Secara garis besar bertanam tomat bisa kita bagi dalam lima tahap, jika tiap tahapan ini dilakukan dengan baik maka tanaman tomat akan berproduksi banyak dan tumbuhnya sehat. Berikut kita coba bahas satu persatu Cara menanam Tomat yang baik dalam lima tahapan tersebut.

1. Pengolahan tanah
Tanah dicangkul lebih dahulu sampai gembur dan dibentuk menjadi bedengan, lebar bedengan umumnya 70 - 100 cm, disekeliling bedengan itu dibuat parit yang dapat digunakan untuk menglairkan air hujan, parit ini sangat perlu supaya tanah tidak lembab pada waktu hujan, disamping itu perlu disiapkan tempat untuk penyemaian benih, untuk itu sebaiknya dibuatkan bak diisi tanah yang subur.
2. Penyemaian benih
Ambil sebuah peti kecil  dari kayu  atau sebuah kaleng yang dilobangi bagian bawahnya, isilah dengan tanah yang telah dicampur dengan pupuk kandang, setelah itu biji tomat yang telah tua dikeringkan dengan sinar matahari, peti atau kaleng tempat penyemaian tersebut disiram setiap hari, ingat ini penting harus disiram setiap hari sehingga tanah dalam peti atau kaleng selalu dalam keadaan basah tetapi tidak digenangi air.

Kalau kebun yang ditanami cukup luas, perlu dibuat persemaian, tanah untuk persemaian dipacul sampai gembur kemudian dicampur dengan pupuk kandang, bijinya disebarkan berbaris, jarak antar barisan lebih kurang 5 cm, tanah persemaian harus dijaga agar selalu lembab, setelah bibit berumur 2 minggu, pindahkan ke bumbung yang dibuat dari daun pisang, ketika mencabut bibit itu haruslah berhati-hati agar akarnya jangan rusak.

3. Penanaman Bibit
Bibit yang telah dicabut dari persemaian itu ditanam pada tanah bedengan, jarak tanam tomat 45 cm - 60 cm, untuk setiap batang tomat disediakan tonggak penyangga dari bambu yang panjangnya lebih kurang seperempat meter, gunanya untuk menopang dan tempat tomat merambat, hal ini sangat perlu agar buahnya nanti tidak sampai menempel ditanah, bila buah tomat menyentuh tanah buah itu akan cepat busuk, oleh karena itu setelah tanaman tomat mencapai tinggi 25 cm tonggaknya segera dipasang.
4. Pemupukan
Sebaiknya setiap lobang tanam diberi 0,5 sampai 1 kg pupuk kandang, pemupukan dengan pupuk kandang dilakukan selama lebih kurang 1 bulan sebelum bibit ditanam, selain pupuk kandang dapat juga diberikan pupuk buatan ZA, DS dan ZK, perbandingannya 2 : 3 : 1 sebanyak 20 gram setiap tanaman, berikutnya setelah penanaman bibit pemupukan pertama dilakukan setelah 2 minggu penanaman, pemupukan kedua dilakukan 2 sampai 3 minggu setelah pemupukan pertama, pemberian pupuk sebaiknya dilakukan bersamaan dengan waktu penyiangan, sekali seminggu tanaman disemprot dengan pestisida alami dari daun sirih untuk memberantas hama yang mengganggu tanaman itu.

5. Pemeliharaan
  Rumput-rumput yang mengganggu harus dibuang, tanah disekeliling tanaman harus selalu dijaga agar selalu gembur, dengan demikian peredaran udara didalam tanah berjalan dengan baik, kalau tanaman telah mencapai tinggi 25 cm ikat tanaman dengan pada tonggak yang terbuat dari belahan bambu, tinggi tonggak satu setengah sampai dua meter, bila telah berumur kira-kira dua bulan tanaman itu dipangkas, tinggalkanlah 1 sampai 2 cabang utama saja, tunas-tunas liar dibuang.

Cara Menanam Tomat yang Baik

Selasa, 02 Desember 2014

Cara Mudah Memperbanyak Tanaman Buah Dengan Stek

Umumnya bibit buah-buahan diperbanyak dengan stek jarang dilakukan orang, karena stek tumbuhnya lambat dan hasilnya kurang memuaskan. Namun sebenarnya tidak demikian asalkan ada tempat yang cukup menjamin kelembapan, suhu udara, cuaca dan air yang cocok untuk pertumbuhan stek.

Cara mudah untuk membuat stek
1. Sediakan bak kayu atau pot yang ada penutasan airnya, pada dasar bak atau pot diberi lapisan pacahan batu bata atau genteng setebal lebih kurang sepuluh sentimeter.
2. Gunakan media pasir yang bersih dicampur dengan sekam padi dengan perbandingan 3 : 1
3. Tutup rapat tempat penyetekan dengan kain atau plastik putih.
4. Letakkan ditempat yang teduh.
langkah penyetekan seperti diatas sudah cukup memenuhi syarat iklim.

Macam bentuk stek
a. Stek batang/cabang
untuk membuat stek ranting atau pucuk dilakukan dengan cara potong pangkal daun sepanjang lebih kurang 25 cm, sisakan daun paling atas sebanyak 2 lembar, semua stek dipotong tepat dibawah mata/buku, dipotongnya berbentuk tumit atau martil. hal ini dimaksud agar setelah ditanam akar mudah keluar dan tidak mudah goyang, ujung potongan bagian pangkal ditempeli dengan tanah lembek yang besarnya kira-kira sebesar buah kemiri. bisa dilakukan untuk buah-buahan jambu biji dan jeruk.
c. Stek akar.
Stek akar ini bisa dikerjakan untuk tanaman buah seperti jambu biji, sukun dan lainnya, akar yang besarnya 1 - 2 cm, kemudian akar ini dipotong-potong lagi sepanjang 4 - 5 cm, kemudian ditanam dengan cara mendatar rata dengan permukaan pasir/tanah.

Cara membuat stek yang baik.
Cabang yang akan di stek dipotong sepanjang 30 - 40 cm, daunnya dibuang ( stek seperti ini juga bisa dilakukan untuk jambu air, delima, apel, anggur, dan ceremai), semua stek ditanam dengan cara memiringkan dengan sudut 60 derjat.

Untuk mempercepat akar keluar sebaiknay dibantu dengan zat perangsang tumbuh yang diperdagangkan seperti merek Rhizopon A, RHizopon B, Rootone dan lain sebagainya.

Setelah semua stek ditanam kemudian disiram, menyiram sebaiknya dilakukan dengan spayer kecil, karena penutup kain atau plastik mempunyai sifat menahan air, jadi penyiraman tidak perlu dilakukan setiap hari.

Setelah stek-stek tumbuhtunas dan berakar banyak, pindahkan pada wadah atau pot dengan cara dicungkil secara hati-hati, kemudian pindahkan ke wadah berisi tanah dan pupuk kandang, karena ujung stek ditempeli tanah, akar yang tumbuh biasanya banyak.

menanam tanaman