Sabtu, 20 Desember 2014

Cara Membuat Minyak Kelapa (VCO) yang Baik

Pohon kelapa hampir dipastikan bisa tumbuh di seluruh pelosok nusantara, apalagi bagi warga yang tinggal di pesisir pantai, banyak sekali pohon kelapa yang tumbuh, dari pada pusing memikirkan BBM yang selalu menjadi jualan politik ada baiknya kita usaha sendiri, terutama MINYAK KELAPA untuk memenuhi kebutuhan dapur.

Pada artikel ini kita akan membahas bagaimana cara membuat minyak kelapa dan menjadikannya sebagai peluang bisnis, sangat disayangkan jika anda tidak mencoba membuat minyak goreng dari buah kelapa, singkirkan dulu TEROR tentang minyak kelapa yang harus memiliki Omega sekian atau kandungan kolesterol sekian dari pikiran anda, sebab sudah bisa saya pastikan terror semacam itu adalah strategi kaum kapitalis yang hanya menginginkan agar setiap ibu-ibu di Indonesia ini membeli minyak kelapa buatan mereka.

Cara membuat minyak kelapa

Sebelum kita mulai membuat minyak kelapa ada beberapa peralatan yang musti kita persiapkan.

- Kompor atau Tungku kayu, Kalo (Semacam saringan), parutan, wajan besar, irus, ember, gayung, kayu penapis, kain penapis, baskom, kaleng tempat minyak, parang sabit, sendok, pisau.

Bahan yang kita butuhkan adalah :

- Buah kelapa, ragi tape.

Langkah Pembuatan

1. Belah buah kelapa, kemudian ambil isinya.

2. Bersihkan kulit ari yang ada pada biji

3. Parut kelapa yang sudah dibersihkan tadi

4. Kelapa yang sudah diparut direndam dalam air hangat sambil diremas untuk diambil santannya.

Cara membuat air bibit

- Campurkan air kelapa dengan ragi tape sebanyak dua sendok makan dan santan hasil perasan tadi

- Kemudian diamkan selama satu malam

Cairan yang terbentuk ini disebut juga dengan Air Bibit.

Cara mengolahnnya menjadi minyak bisa dilakukan dengan dua cara, yakni cara tradisional dan cara Peragian. Kita bahas dulu cara pengolahan menjadi minyak secara tradisional.

A. Cara pengolahan menjadi minyak (Cara Tradisional)


1. Jemurlah santan untuk pembuatan minyak selama 1 jam dipanas matahari, kemudian diamkan paling lama 10 jam, selanjutnya air yang berada dilapisan bawahnya dibuang.

2. Rebus santan sambil diaduk-aduk terus sampai ampasnya kering.

3. Sesudah dingin tuangkan diatas penapis.

4. Ditapis dan diperaslah minyaknya, maka jadilah minyak kelapa

Dalam perkembangan teknologi modern pengolahan buah kelapa menjadi minyak seperti ni dikenal dengan istilah VCO (Virgin Coconut Oil)

B. Pengolahan minyak dengan cara peragian

1. Parutan kelapa diremas-remas dalam air hangat, setelah diremas kemudian ditapis, dan santan dan airnya dibiarkan terpisah untuk diambil kepala santannya, kelapa santan disni maksudnya adalah santan yang berada pada bagian atas.

2. Kemudian masukkan air bibit dan kepala santan kedalam kaleng kaca dengan perbandingan 3 : 1

3. Campuran kepala santan dan air bibit tersebut dibiarkan terbuka selama 8 jam dengan temperature kamar, setelah peragian berjalan maka cairan akan terpisah dengan sendirinya menjadi tiga bagian yaitu Minyak, protein, dan air bibit.

4. Tiga bagian ini dipisahkan dengan cara masing-masing lapisan dimasukkan kedalam wadah terpisah.

5. Supaya minyak enak dan tidak lekak, maka didihkan terlebih dahulu diatas kompor/tungku.

Nah sampai tahap diatas kita telah membuat minyak kelapa dari buah kelapa secara tradisional, sekarang kita tinggal lirik pangsa pasarnya.

Rincian modal :

1. Kelapa lebih kurang 18 buah

2. Ragi tape

3. Kayu bakar

Pemasaran minyak kelapa

1. Bisa anda jual sendiri di rumah atau diwarung atau ditoko anda

2. Melayani pesanan tetangga yang ingin dibuatkan minyak kelapa alami

3. Mencari penyalur jika anda memproduksi dalam jumlah banyak

4. Dititipkan diwarung-warung

Sekedar informasi jika anda mampu memproduksi minyak kelapa dengan cara tradisional seperti pada point A, maka anda bisa menjual dalam bentuk botol ukuran 50 Ml50, harga pasaran sekarang perbotolnya bisa mencapai Rp. 50.000, nah tentu saja harga yang demikian sangat menarik bagi anda yang menjadikannya usaha kecil dirumah.

Cara Membuat Minyak Kelapa (VCO) yang Baik

Sabtu, 13 Desember 2014

Cara Menanam Tomat yang Baik

Secara garis besar bertanam tomat bisa kita bagi dalam lima tahap, jika tiap tahapan ini dilakukan dengan baik maka tanaman tomat akan berproduksi banyak dan tumbuhnya sehat. Berikut kita coba bahas satu persatu Cara menanam Tomat yang baik dalam lima tahapan tersebut.

1. Pengolahan tanah
Tanah dicangkul lebih dahulu sampai gembur dan dibentuk menjadi bedengan, lebar bedengan umumnya 70 - 100 cm, disekeliling bedengan itu dibuat parit yang dapat digunakan untuk menglairkan air hujan, parit ini sangat perlu supaya tanah tidak lembab pada waktu hujan, disamping itu perlu disiapkan tempat untuk penyemaian benih, untuk itu sebaiknya dibuatkan bak diisi tanah yang subur.
2. Penyemaian benih
Ambil sebuah peti kecil  dari kayu  atau sebuah kaleng yang dilobangi bagian bawahnya, isilah dengan tanah yang telah dicampur dengan pupuk kandang, setelah itu biji tomat yang telah tua dikeringkan dengan sinar matahari, peti atau kaleng tempat penyemaian tersebut disiram setiap hari, ingat ini penting harus disiram setiap hari sehingga tanah dalam peti atau kaleng selalu dalam keadaan basah tetapi tidak digenangi air.

Kalau kebun yang ditanami cukup luas, perlu dibuat persemaian, tanah untuk persemaian dipacul sampai gembur kemudian dicampur dengan pupuk kandang, bijinya disebarkan berbaris, jarak antar barisan lebih kurang 5 cm, tanah persemaian harus dijaga agar selalu lembab, setelah bibit berumur 2 minggu, pindahkan ke bumbung yang dibuat dari daun pisang, ketika mencabut bibit itu haruslah berhati-hati agar akarnya jangan rusak.

3. Penanaman Bibit
Bibit yang telah dicabut dari persemaian itu ditanam pada tanah bedengan, jarak tanam tomat 45 cm - 60 cm, untuk setiap batang tomat disediakan tonggak penyangga dari bambu yang panjangnya lebih kurang seperempat meter, gunanya untuk menopang dan tempat tomat merambat, hal ini sangat perlu agar buahnya nanti tidak sampai menempel ditanah, bila buah tomat menyentuh tanah buah itu akan cepat busuk, oleh karena itu setelah tanaman tomat mencapai tinggi 25 cm tonggaknya segera dipasang.
4. Pemupukan
Sebaiknya setiap lobang tanam diberi 0,5 sampai 1 kg pupuk kandang, pemupukan dengan pupuk kandang dilakukan selama lebih kurang 1 bulan sebelum bibit ditanam, selain pupuk kandang dapat juga diberikan pupuk buatan ZA, DS dan ZK, perbandingannya 2 : 3 : 1 sebanyak 20 gram setiap tanaman, berikutnya setelah penanaman bibit pemupukan pertama dilakukan setelah 2 minggu penanaman, pemupukan kedua dilakukan 2 sampai 3 minggu setelah pemupukan pertama, pemberian pupuk sebaiknya dilakukan bersamaan dengan waktu penyiangan, sekali seminggu tanaman disemprot dengan pestisida alami dari daun sirih untuk memberantas hama yang mengganggu tanaman itu.

5. Pemeliharaan
  Rumput-rumput yang mengganggu harus dibuang, tanah disekeliling tanaman harus selalu dijaga agar selalu gembur, dengan demikian peredaran udara didalam tanah berjalan dengan baik, kalau tanaman telah mencapai tinggi 25 cm ikat tanaman dengan pada tonggak yang terbuat dari belahan bambu, tinggi tonggak satu setengah sampai dua meter, bila telah berumur kira-kira dua bulan tanaman itu dipangkas, tinggalkanlah 1 sampai 2 cabang utama saja, tunas-tunas liar dibuang.

Cara Menanam Tomat yang Baik

Selasa, 02 Desember 2014

Cara Mudah Memperbanyak Tanaman Buah Dengan Stek

Umumnya bibit buah-buahan diperbanyak dengan stek jarang dilakukan orang, karena stek tumbuhnya lambat dan hasilnya kurang memuaskan. Namun sebenarnya tidak demikian asalkan ada tempat yang cukup menjamin kelembapan, suhu udara, cuaca dan air yang cocok untuk pertumbuhan stek.

Cara mudah untuk membuat stek
1. Sediakan bak kayu atau pot yang ada penutasan airnya, pada dasar bak atau pot diberi lapisan pacahan batu bata atau genteng setebal lebih kurang sepuluh sentimeter.
2. Gunakan media pasir yang bersih dicampur dengan sekam padi dengan perbandingan 3 : 1
3. Tutup rapat tempat penyetekan dengan kain atau plastik putih.
4. Letakkan ditempat yang teduh.
langkah penyetekan seperti diatas sudah cukup memenuhi syarat iklim.

Macam bentuk stek
a. Stek batang/cabang
untuk membuat stek ranting atau pucuk dilakukan dengan cara potong pangkal daun sepanjang lebih kurang 25 cm, sisakan daun paling atas sebanyak 2 lembar, semua stek dipotong tepat dibawah mata/buku, dipotongnya berbentuk tumit atau martil. hal ini dimaksud agar setelah ditanam akar mudah keluar dan tidak mudah goyang, ujung potongan bagian pangkal ditempeli dengan tanah lembek yang besarnya kira-kira sebesar buah kemiri. bisa dilakukan untuk buah-buahan jambu biji dan jeruk.
c. Stek akar.
Stek akar ini bisa dikerjakan untuk tanaman buah seperti jambu biji, sukun dan lainnya, akar yang besarnya 1 - 2 cm, kemudian akar ini dipotong-potong lagi sepanjang 4 - 5 cm, kemudian ditanam dengan cara mendatar rata dengan permukaan pasir/tanah.

Cara membuat stek yang baik.
Cabang yang akan di stek dipotong sepanjang 30 - 40 cm, daunnya dibuang ( stek seperti ini juga bisa dilakukan untuk jambu air, delima, apel, anggur, dan ceremai), semua stek ditanam dengan cara memiringkan dengan sudut 60 derjat.

Untuk mempercepat akar keluar sebaiknay dibantu dengan zat perangsang tumbuh yang diperdagangkan seperti merek Rhizopon A, RHizopon B, Rootone dan lain sebagainya.

Setelah semua stek ditanam kemudian disiram, menyiram sebaiknya dilakukan dengan spayer kecil, karena penutup kain atau plastik mempunyai sifat menahan air, jadi penyiraman tidak perlu dilakukan setiap hari.

Setelah stek-stek tumbuhtunas dan berakar banyak, pindahkan pada wadah atau pot dengan cara dicungkil secara hati-hati, kemudian pindahkan ke wadah berisi tanah dan pupuk kandang, karena ujung stek ditempeli tanah, akar yang tumbuh biasanya banyak.

menanam tanaman


Senin, 24 November 2014

Cara Mudah Menyambung Pucuk Tanaman

Memperbanyak dengan cara menyambung pucuk sama halnya dengan okulasi, tujuannya untuk mempertahankan kualitas, menyambung pucuk maksudnya adalah memindahkan sepotong pucuk atau ranting sepanjang 10 - 15 cm ke pangkal bawah atau cabang yang masih muda dan belum berkayu keras.

Cara menyambung pucuk
a. Pangkal bawah tumbuhan baik yang masih dipersemaian ataupun yang telah di tanam di kantong plastik, pot dan lain-lain, bagian atas tanaman yang masih muda dipotong dan dibelah sama besarnya seukuran 2 - 3 cm
b. Ambil pucuk atau ranting yang sama besarnya dari pohon induk yang kita kehendaki sepanjang 10 - 16 cm.
c. Daun pucuk bagian bawahnya dibuang dan 1 - 2 cm lembar yang paling atas ditinggalkan atau dipotong setengah.
c. Bagian pucuk yang diambil pangkal kiri - kanannya dipotong miring seperti kapak sepanjang 2 - 3 cm.
d. Kemudian selipkan ke pangkal bawah yang telah dibelah tadi dan diikat dengan benang atau tali plastik kecil.
e. Selesai disambung ditutup dengan kantong plastik.

Bila sambungan ini dalam jangka waktu dua minggu pucuknya tetap segar, berarti sambungan berhasil, tapi jika menunjukkan kelayuan dan tangkainya mengkerut berarti sambungan tidak berhasil. Sebaiknya menyambung dikerjakan ditempat yang teduh.

menanam tanaman
(sumber foto : epetani.deptan.go.id)
Mempertahankan kualitas dengan cara menyambung dapat dilakukan terhadap, mangga, belimbing, jambu biji, jeruk, jambu air, dan manggis. Untuk Durian akan lebih baik hasilnya bila pangkal bawahnya masih muda sekali (berdaun 2 - 3 lembar) dan penyambungan dilakukan pada batas batang (hipokotil), dengan menyambung pucuk kita dapat membuat tanaman dari satu pangkal bawah mempunyai beberapa varietas diatasnya.

Minggu, 23 November 2014

Cara Mencangkok yang Baik

Tanaman mengambil makanan dari dalam tanah dihisap oleh bulu-bulu akar yang diteruskan ke seluruh bagian atas tanaman melalui jaringan kayu (Xylem), setelah diolah oleh daun dengan bantuan sinar matahari (asimilasi) kemudian dialirkan lagi ke seluruh bagian tanaman melalui jaringan kulit (phloem), karena diperjalanan kulitnya dikupas (cangkok) maka makanan terhenti dan membentuk kalus, kalus ini bila menyentuh media yang basah maka akan membentuk akar, jadi mencangkok itu membuat cabang/batang tumbuh akar pada tempatnya, untuk kemudian dipotong dan dipindahkan menjadi tanaman yang baru.

Syarat pohon induk yang akan dicangkok sama halnya seperti untuk diambil matanya buat okulasi, cabang yang baik untuk dicangkok yaitu yang tumbuhnya tegak atau condong 45 derajat dan besar cabangnyakira-kira sebesar jari tangan, supaya akar mudah tumbuhnya jangan mencangkok cabang yang terlalu tua, yaitu diantara cabang tua dan cabang muda yang panjangnya 75 - 100 cm, waktu yang terbaik untuk mencangkok pada musim hujan supaya media tetap basah.

Berikut alat dan bahan yang dibutuhkan untuk mencangkok

1. Pisau yang tajam untuk mengerat
2. Sabut kelapa, lembaran plastik sebagai pembungkus cangkok
3. Tali plastik atau bambu untuk mengikat.
4. Media bisa dipergunakan tanah yang subur, moss atau sabut kelapa yang dicencang.

Cara kerja

1. Pengelupasan
Kulit disekeliling batang dikerat sampai kayunya, sepanjang besar lingkaran cabang, kemudian kulit dikelupaskan, pengeratan kulit bagian atas dimulai di bawah mata/buku, bila kulit cabang susah dikelupaskan hendaknya mencangkok jangan diteruskan, karena cabang demikian biasanya susah tumbuh akarnya, setelah kulit terkelupas cambium-nya digosok dengan kain lap dan dibiarkan 3 - 7 hari lamanya, tanaman yang bergetah lebih lama lagi dibiarkan sampai satu bulan hingga getahnya kering (untuk sawo, nangka, dan lain-lain)

2. Dipotong separo

Di bawah mata/ buku cabang dipotong miring keatas sedalam setengah lingkaran batang/cabangnya, kemudian bekas luka potongan diganjal dengan potongan kayu yang kecil kira-kira sebesar batang korek api sepanjang besarnya cabang, biasanya tanaman yang susah keluar akar, dengan cara ini mudah tumbuhnya, dan akar yang tumbuh pada ujung potongan diharapkan berfungsi sebagai akar tunggang

Bila media tanah yang dipergunakan untuk mencangkok, maka terlebih dahulu bagian bawah keratan dipasang sabuk kelapa melingkar yang dibawahnya diikat bersama cabang, kemudian lebih kurang dua genggam tanah gembur dan lembek ditutupkan pada luka keratan, selanjutnya sabut dibungkuskan keatas dan ujungnya diikat diluar, sabut dibungkus lagi dengan kain plastik yang lebarnya satu setengah kali besar cangkokan, agar dapat tertutup dengan rapat, sehingga media tidak mudah kering, bungkusan plastik ini ujung bawah, tengah, dan atas diikat lagi yang rapi dan kuat sehingga media dengan luka keratan dapat bersatu, mencangkok dapat dilakukan dengan media tanah yang langsung dibungkus plastik, akan tetapi pada waktu dipotong dan dibuka plastiknya sering kali tanahnya belah/gugur, sehingga akar-akarnya menjadi rusak.

Bila mencangkok mempergunakan media moss atau sabut kelapa yang dicencang, terlebih dahulu bahan-bahan tersebut direndam dalam air kemudian diperas dengan kain kain atau plastik, kemudian ditutupkan dan bagian bawahnya diikat, moss/sabut kelapa dimasukkan sampai padat dan cukup besarnya, bila kurang padat bagian tengahnya diikat lagi sampai kuat, media moss baik sekali untuk mencangkok karena tidak perlu penyiraman, akar mudah tumbuh sekalipun beberapa hari tidak turun hujan.

Ketika sudah berumur satu setengah bulan sampai dua bulan, cangkokan sudah keluar akarnya, semua cangkokan tidak akan tahan apabila setelah dipotong langsung ditanam dilapangan, untuk meengatasi ini diperlukan perenderan terlebih dahulu.

Cangkokan dapat dipotong setelah akar-akarnya menunjukkan warna cokelat, daun-daun tua bagian bawah dipotong setengah begitu pula ranting-ranting dan cabang yang tidak berguna dibuang, sehingga menghasilkan bentuk yang lebih baik, lalu pembungkus plastik dibuka dengan hati-hati agar akarnya tidak rusak, kemudian dideder didalam kantong plastik/ keranjang atau pot dan ditempatnkan pada tempat yang teduh.

Bila cangkokan ditempat pendederan daun-daunnya berwarna kuning dan berguguran, terutama daun tuanya, ini merupakan harapan bahwa cangkokan anda berhasil, apabila keadaannya terus segar, akan tetapi bila daun-daunnya kering menggantung, kemungkinan sekali cangkokan akan mati.

Untuk mengurangi resiko kematian, dapat dijalankan dengan sistem pendederan pohon, cangkokan yang telah keluar akar, pembungkus plastiknya dibuka dan di ganti dengan yang lebih besar, kemudian tanah yang gembur ditambahkan sampai akar-akarnya tertutup dengan rata.

Mendeder pohon bisa juga dengan mempergunakan daun pisang yang dibungkus melingkar, setelah ujung daun bagian bawah diikat kemudian ditambakan tanah gembur hingga penuh dan rata, sedangkan bagian permukaannya dibiarkan terbuka supaya tanahnya tidak tumpah, dibawah bibir daun dibantu dengan tali ikatan, mendeder pohon dengan cara ini bila tidak ada hujan penyiraman harus dilakukan setiap hari, atau diatasnya dipasang tabung dari bambu beruas atau kaleng bekas yang dapat meneteskan air dengan teratur.

Setelah akar-akar kelihatan menembus tanah yang baru atau menembus daun pisang dan berwarna cokelat, pemotongan baru dilakukan, akan semakin lebih baik hasilnya bila pemotongannya dilakukan secara bertahap.

menanam tanaman
(Sumber foto : maslatip.com)

Bahaya Sayur dan Buah berpestisida

Buah dan sayur merupakan makanan yang mengandung zat gizi yang dibutuhkan tubuh dan paling baik untuk kesehatan, buah mengandung zat gizi vitamin dan mineral penting untuk metabolisme tubuh dan meningkatkan ketahanan tubuh terhadap penyakit dan infeksi.

Sayur mengandung serat dan vitamin, serat penting untuk memudahkan proses buang air besar atau defikasi, dan mencegah kanker saluran cerna.

Warna yang ada pada buah tidak saja menarik, tetapi merupakan pertanda bahwa sayur dan buah tersebut mengandung vitamin yang cukup banyak.

Vitamin pada umumnya mudah rusak atau tidak stabil, penyimpanan yang lama atau proses pemanasan untuk tujuan pemasakan misalnya, akan banyak menghancurkan vitamin seperti vitamin C, vitamin A, vitamin D dan vitamin E, perubahan warna sayur dan buah sebetulnya menunjukkan tingkat kerusakan vitamin yang ada, dengan demikian mengkonsumsi sayur dan buah dalam keadaan segar akan memberikan zat gizi yang optimal.

Namun dibalik itu bila sayur dan buah tidak dicuci bersih justru akan menyebabkan masalah, sayur dan buah bisa saja tidak bersih dan tercemar bahan kimia tertentu, pada sayur yang tidak bersih bisa tercemar oleh tanah, dan kotoran, baik pada saat pemanenan, pengangkutan, penyimpanan, pendistribusian maupun pada proses pemasakan.

Kotoran yang menempel pada sayur bisa saja mengandung senyawa yang beracun atau juga dapat mengandung kuman yang berbahaya bagi tubuh, senyawa beracun yang ada dalam kotoran dari tanah biasanya dari logam berat, disamping itu saat ini pada umumnya petani menyemprot sayur dan buah dengan pestisida.

Ada pula buah yang disuntik dengan larutan pemanis buatan dan tidak tertutup kemungkinan dengan zat warna yang tidak diizinkan, disamping itu ada juga pestisida yang masuk atau diserap kedalam sayur, sehingga tidak akan hilang pada saat pencucian.

Hal-hal inilah yang menakutkan bila tidak dicegah atau ditanggulangi dengan baik, konon ada info sayur dan buah yang berasal dari negara kita ditolak oleh pihak pengimport di luar negeri.

Saat ini dengan adanya alat-alat canggih semua jenis pestisida atau senyawa kimia lainnya dapat diketahui dengan mudah dan cepat, walaupun dalam kadar yang sangat kecil. Petani kita tampaknya menggunakan pestisida dengan jumlah dan cara yang kurang tepat.

Berbagai sayur dan buah diketahui mengandung residu (sisa) pestisida, pestisida adalah senyawa kimia atau berupa jasad renik yang penggunaannya ditujukan untuk mengendalikan berbagai hama, hama mengandung pengertian yang luas, ia dapat berupa mikroorganisme atau mahluk kecil seperti jamur, bakteri, virus dan nematoda, atau berupa serangga, tungau, siput, tikus, burung serta hewan atau tumbuhan pengganggu lain yang merugikan.

Pengendalian hama antara lain bertujuan untuk memberantas atau mencegah hama atau penyakit yang merusak tanaman atau hasil pertanian, memberantas gulma, mematikan daun dan mencegah pertumbuha tanaman yang tidak diinginkan, memberantas atau mencegah hama air, mengatur atau merangsang pertumbuhan tanaman atau bagian tanaman, kecuali yang tergolong pupuk. Memberantas atau mencegah binatang dan jasad renik dalam rumah tangga, serta memberantas atau mencegah binatang yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia atau binatang yang dilindungi, dengan penggunaan pada tanaman, tanah dan air.

Jika sisa pestisida tersebut terlalu banyak dikonsumsi, maka lambat laun akan menumpuk dan dalam waktu jangka panjang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan, beberapa masalah yang mungkin akan muncul karena adanya sisa pestisida yang berbahaya jika dikonsumsioleh tubuh terlalu banyak antara lain pemicu timbulnya penyakit kanker, mutasi genetik, dan reaksi alergi serta iritasi. Beberapa pestisida yang dapat bertindak sebagai pencetus penyakit kanker antara lain adalah ; Aldrin, dieldrin, prathion, carbaryl, lindane, DDT, endosulfan, dan formaldehyde.

Pestisida yang dapat memicu mutasi genetik pada tubuh antara lain Fenitrithion, carbaryl, DDT, dicrotovos, captan, dan monocrotophos, sementara beberapa pestisida yang bersifat alergen dan iritan antara lain adalah lindane, malathion, parathion, dan mancozeb.

Pestisida pada buah dan sayur bisa berbahaya bagi janin yang ada dalam kandungan, hamil adalah keadaan yang ditunggu-tunggu oleh pasangan yang baru menikah, kehadiran sang buah hati merupakan kebahagiaan yang tiada taranya bagi kebanyakan orang, sudah barang tentu si buah hati yang diinginkan adalah yang lengkap semua organ dan anggota tubuhnya serta sehat dengan tumbuh kembang yang baik. Memilih makanan sehat merupakan syarat mutlak untuk tumbuh kembang janin, buah dan sayur penting bagi kesehatan tubuh, apalagi bagi ibu hamil, menyusui sekaligus untuk janin atau bayinya, bila sayur dan buah mengandung pestisida dimakan oleh ibu hamil atau menyusui akan berbahaya bagi janin atau bayinya, ibu hamil harus memastikan sayuran yang dimakannya bebas dari pestisida dan bersih dari kotoran sebelum mengkonsumsinya.

Sayur dan buah yang mengandung pestisida disinyalir sangat mudah dijumpai di pasar, baik pasar tradisional maupun pasar swalayan, adapun ciri-ciri bahan pangan mengandung sisa pestisida bisa terlihat secara kasat mata, mulai dari tekstur fisiknya yakni tampak lebih mengkilap, licin, menarik dan tidak buruk karena bahan pangan, seperti sayur dan buah juka sudah tersemprot pestisida tidak akan berulat, hal ini sangat jauh bebeda dengan sayur organik yang biasanya cepat busuk dan layu jika sudah dipetik dari batangnya dalam jangka waktu hitungan hari atau jam.

Kalau ada bahan pangan organik, sebaiknya pilih saja yang organik ketimbang memilih bahan pangan yang bagus, karena bahan pangan yang dipupuk dengan pupuk kimia juga berbeda dengan bahan pangan yang dipupuk dengan cara organik, bila buah tampak licin dan mengkilat sebaiknya dihindari, ini menunjukkan buah tersebut sudah dilapisi dengan senyawa yang sukar dan tidak larut air. Buah seperti ini harus dicuci bersih, sayur yang semua daunnya terlihat bagus berkemungkinan sudah disemprot pestisida, lebih baik memilih sayur yang sedikit berulat atau tampak bekas dimakan ulat. Bila sayur atau buah memberikan rasa yang aneh yang mungkin berasal dari pestisida atau senyawa kimia lainnya segera hentikan dan amati gejala yang timbul bagi penggunanya.

Gejala tersebut bisa berupa kulit atau mata terasa gatal atau terbakar, pusing, sakit kepala, berkeringat banyak, mual, mencret, gemetar, bahkan pingsan, gejala demikian lebih sering muncul pada petani yang menggunakan pestisida, apabila satu atau lebih gejala tersebut timbul segera lakukan pertolongan pertama dan pergilah ke puskesmas, rumah sakit atau dokter terdekat.

Sabtu, 22 November 2014

Pola Makan Sehat Usia 40 Keatas

Tingkat usia yang berbeda mempunyai kebutuhan gizi yang berbeda pula karena tubuh selalu mengalami perubahan, menurut seorang ahli diet dari Nutrion research center of aging, tufs university di Boston, Helen Rasmussen merekomendasikan jenis makanan orang untuk usia 40 tahun keatas adalah sebagai berikut.

1. Makanan yang mengandung Vitamin B12
Vitamin B12 diperlukan untuk pembentukan sel darah merah, vitamin B12 dapat ditemukan dalam suplemen dan sereal yang difortifikasi, sehingga dapat diserap dengan cepat oleh tubuh, sejak usia 40 tahun konsumsilah sereal yang telah difortifikasi.

2. Pisang
Menghindari Stroke dan serangan jantung karena tekanan darah tinggi, seseorang harus mengurangi konsumsi natrium dan menambah konsumsi kalium, memenuhi kebutuhan kalium inilah dapat dipenuhi dengan mengkonsumsi pisang, brokili, dan kentang.

3. Menambahkan bumbu masakan
Dengan meningkatnya usia, air liur dan kekuatan indra perasa berkurang, sehingga menurunkan selera makan, cobalah dengan menambahkan bumbu lain yang bebas dari natrium, tambahkan lada atau bumbu rempah penguat rasa, jika timbul efek buruk disebabkan rempah berlebih tersebut anda bisa mengatasi dengan banyak meminum air putih dan susu, hindari masakan yang terlalu matang karena akan menghilangkan rasa.

4. Minum susu
Kalsium baik untuk tulang dan mudah diperoleh dalam susu dan berbagai produk lainnya, para ahli mengatakan bahwa orang memerlukan lebih banyak kalsium pada usia tua, karena kadar laktosa yang menurun, orang dewasa memerlukan 1000 mg kalsium perhari dan harus ditingkatkan sampai 1200 mg untuk wanita diatas usia 50 tahun.

5. Makanan yang mengandung Lutein
Asupan Lutein perlu ditingkatkan pada usia pertengahan, gunanya untuk menjaga agar mata tidak rabun dan katarak, Lutein dapat diperoleh dari sayuran berdaun seperti bayam atau brokoli, buah-buahan seperti anggur dan jeruk serta kuning telur.
6. Hindari makanan-makanan ini
Hindari makanan yang mengandung lemak jenuh, mulailah mengkonsumsi susu yang rendah lemak dan makanan seperti kedelai, makanan yang mengandung karbohidrat yang tidak sehat juga perlu dihindari seperti roti tawar yang memiliki kadar vitamin dan serat rendah, Jangan mengkonsumsi suplemen  jagalah kesehatan tubuh baik pada saat muda maupun sudah tua.
a. Makanan yang terlalu banyak garam
Tekanan darah anda akan terkena dampak negatif jika terlalu banyak garam dalam diet anda, tekanan pada ginjal, jantung, pembuluh darah dan otak anda akan semakin besar jika tekanan darah anda semakin tinggi, tekanan darah anda akan terkena dampak langsung dengan jumlah garam yang anda konsumsi.

Mungkin anda juga sudah mengetahui bahwa beberapa jenis makanan seperti misalnya keripik kentang memiliki kandungan garam yang tinggi, sehingga anda menjauhinya, namun anda masih harus waspada terhadap jenis makana lain seperti keju dan daging olahan, pizza, makanan beku, serta sereal yang mungkin menjadi teman sarapan anda, oleh karena itu sebaiknnya anda mengolah makanan sendiri dan menghindari fast food.

b. Minuman yang mengandung alkohol
Hati atau liver, organ tubuh yang akan terkena dampak dari minuman beralkohol, penyebab utama kematian pada orang yang menyalahgunakan alkohol adalah penyakit jantung, anda akan lebih beresiko untuk terkena berbagai penyakit seperti stoke, penyakit hati yang kronis serta kangker mulut jika anda mengkonsumsi alkohol dalam jangka panjang.
c. Makanan terlalu banyak gula
Menghindari kenaikan berat badan alasan kebanyakan orang untuk menghindari gula, para peneliti telah menemukan bahwa usia anda akan berkurang dengan terlalu banyak mengkonsumsi permen, tubuh anda akan merubah gula menjadi glukosa ketika anda memakan gula, baik itu dalam bentuk permen, setengah liter es krim atau karbohidrat dalam menu makan malam.
Penyakit gula atau diabetes adalah salah satu masalah kesehatan utama yang terkait dengan glikosa, kerusakan ginjal, penyakit jantung dan kerusakan saraf adalah berbagai penyakit yang dapat ditimbulkan oleh penyakit gula, tampilan tubuh seseorang yang menderita diabetes akan lebih tua dari yang seharusnya, kerna penderita diabetes akan mengalami masalah pada mulut, kulit dan tulang.

d. Minuman yang mengandung soda
Sirup jagung yang mengandung fruktosa dan radikal bebas terdapat pada soda, resiko terkena penyakit gula, komplikasi dari penyakit gula dan kerusakan jaringan disebabkan radikal bebas, merupakan dampak buruk lain dari soda.
Soda mengandung asam fosfat yang akan menghilangkan magnesium dan kalium, padahal agar kekebalan tubuh tetap terjaga dengan optimal tubuh memerlukan magnesium dan kalium.

*dikutip dari berbagai sumber